Inilah hasilku dan tim lembur berhari-hari buat nyelesaikan makalah CTC-Student Presentation 2008

 

 

SINGAPURA SEBAGAI NEGARA DENGAN SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI ASEAN

 

 

Bina Izzatu Dini*, Hilyah Mardhiyah*, Intan Amalia*, Zahrotutsani Mujahidah*

*Kelas IX/C, SMP Putri Luqman Al-Hakim, Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya, 2009

DOWNLOAD MAKALAH
Singapura Sebagai Negara Dengan Sistem Pendidikan Terbaik di ASEAN

DOWNLOAD SLIDE PRESENTASI
Singapura Sebagai Negara Dengan Sistem Pendidikan Terbaik di ASEAN – Slide

ABSTRACT

Education is one of the factors to determine the progress of one country. Good education will born good person. Singapore focuses on education sector to develop their country. Singapore education starts from Kindergarten School until University. As the best country in ASEAN by education sector, many factors in the success of Singapore’s education system. There are fully equipped of facility, cost factor, and teacher factor.

Pendidikan adalah salah satu faktor penentu kemajuan suatu negara. Pendidikan yang baik akan menghasilkan bangsa yang baik pula. Singapura termasuk negara yang fokus pada sektor pendidikan untuk memajukan negaranya. Pendidikan di Singapura dimulai dari jenjang Kindergarten School sampai jenjang University. Sebagai negara terbaik di ASEAN dalam bidang pendidikan, banyak faktor penyebab kesuksesan sistem pendidikan Singapura. Faktor tersebut adalah fasilitas yang memadai, faktor biaya, dan faktor pendidik.

1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Singapura merupakan salah satu negara maju di ASEAN. Begitu pula dengan pendidikan yang diterapkan di Singapura juga memiliki sistem yang maju. Dibandingkan dengan Indonesia, yang tergolong negara berkembang, sistem pendidikan di Indonesia kurang maju. Sehingga, Indonesia sebaiknya mempelajari sistem pendidikan Singapura untuk diterapkan di Indonesia supaya sistem pendidikan Indonesia mengalami kemajuan.

1.2. Permasalahan

Permasalahan yang dibahas dalam makalah ini adalah mengapa Singapura yang notabene satu – satunya negara maju di ASEAN memiliki sistem pendidikan yang maju, sedangkan negara-negara di ASEAN lainnya, seperti Indonesia, Thailand, Filipina belum memiliki sistem pendidikan yang maju seperti yang dimiliki Singapura.

1.3. Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk belajar dari negara Singapura mengenai sistem pendidikannya yang terbaik di ASEAN.

1.4. Batasan Masalah

Makalah ini hanya dibatasi pada topik pendidikan di Singapura. Dimana pendidikan di Singapura dibagi menjadi lima jenjang, jenjang pertama adalah Kindergarten School atau di Indonesia setara dengan Taman Kanak – Kanak (TK), jenjang selanjutnya yaitu Primary School atau setara dengan Sekolah Dasar (SD), jenjang ketiga yaitu Secondary School atau setara dengan gabungan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Jenjang keempat yaitu Junior College atau jenjang persiapan menuju universitas dan jenjang terakhir adalah University atau setara dengan Universitas.

2. URAIAN

2.1. Definisi Pendidikan

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. (Kamus Lengkap Bahasa Indonesia).

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. (http://id.wikipedia.org).

Pendidikan dapat dipandang sebagai proses membantu peserta didik untuk mencapai tingkat perkembangan yang optimal dalam seluruh aspek kepribadiannya sesuai dengan potensi yang dimiliki dan sistem nilai yang berlaku di lingkungan sosial-budaya dimana dia hidup. (http://www.g-excess.com).

Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penentu umat manusia dalam menjalani kehidupan dan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia. Tanpa pendidikan, maka diyakini bahwa manusia sekarang tidak berbeda dengan generasi manusia masa lampau, yang dibandingkan dengan manusia sekarang, telah sangat tertinggal baik kualitas kehidupan maupun proses-proses pemberdayaannya. Secara ekstrim bahkan dapat dikatakan bahwa maju mundurnya atau baik buruknya peradaban suatu masyarakat, suatu bangsa, akan ditentukan oleh bagaimana pendidikan yang dijalani oleh masyarakat bangsa tersebut. (http://one.indoskripsi.com).

Pendidikan adalah pembelajaran pemahaman, informasi, dan kemampuan selama hidup. Pengajar memberikan banyak pelajaran termasuk membaca, menulis, matematika, pengetahuan alam, dan sosial (sejarah). Pengajar adalah spesialisasi profesi seperti astronomi, hukum, ilmu hewan, hanya dapat mengajarkan bidang tersebut, biasanya seperti profesor di institusi belajar tingkat tinggi. Ada banyak petunjuk khusus untuk dapat memiliki kemampuan dalam spesialisasi seperti itu, misalnya persyaratan untuk menjadi pilot. Ada berbagai media dari kesempatan pendidikan pada level non formal juga termasuk pemahaman dan kemampuan belajar selama hidup, termasuk pendidikan yang berasal dari pengalaman. (http://wikipedia.org).

Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang melalui upaya pengajaran dengan menitikberatkan pada pembentukan dan pengembangan kepribadian. (http://khatulistiwa.net).

Dari definisi – definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan merupakan proses mengubah keadaan anak didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan dengan berbagai cara untuk mempersiapkan masa depan yang baik baginya.

2.2. Sistem Pendidikan Singapura

Sistem pendidikan Singapura bertujuan untuk menyediakan pengetahuan dasar dan agama bagi murid – murid. Untuk menyatukan keberagaman karasteristik perbedaan ras dan budaya di Singapura, keberagaman bahasa, setiap siswa belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa keseharian. Siswa juga belajar Bahasa Ibu mereka (China, Malaysia dan Tamil/ Thailand) untuk membantu mereka mempertahankan identitas, budaya, warisan, dan nilai-nilai bangsa.

Pendidikan formal di Singapura dimulai dari jenjang Kindergarten School atau setara dengan Taman Kanak-Kanak (TK) di Indonesia. Setelah lulus Kindergarten School, siswa melanjutkan ke jenjang Primary School atau setara dengan Sekolah Dasar (SD) di Indonesia selama enam tahun. Untuk menuju ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, siswa – siswa harus mengikuti Primary School Leaving Examination (PSLE). Kemudian pendidikan dilanjutkan ke jenjang Secondary School selama empat atau lima tahun.

Secondary School dibagi menjadi empat jalur. Special/ Express Course, Normal (Academic) Course, Normal (Technical) Course, dan Integrated Programme (IP) Course.

Special/ Express Course adalah empat tahun pendidikan yang diakhiri dengan Singapore Cambridge General Certificate of Education (GCE) ‘O’ Level Examination. Di jalur ini, siswa mempelajari Bahasa Inggris dan Bahasa Ibu, Matematika, Sains dan Budaya (Sosial). Sekolah diijinkan untuk menawarkan Applied Grade Subject (AGS) sebagai tambahan atau pengganti kurikulum untuk menawarkan berbagai pilihan kepada siswa. AGS secara umum mengajak murid untuk berlatih atau berorientasi pada pendidikan seperti politeknik.

Normal (Academic) Course adalah empat tahun pendidikan untuk menuju GCE ‘N’ Level Examinations. Siswa terpilih boleh mengikuti dua pelajaran ‘O’ Levels atau mengikuti ‘N’ Levels di Secondary 4. Kemudian diadakan satu tahun tambahan untuk mempersiapkan ‘O’ Levels di Secondary 5. Siswa mempelajari hal yang sama dengan Special/ Express Course.

Normal (Technical) Course adalah lima tahun pendidikan yang diakhiri dengan GCE ‘N’ Level Examination. Di jalur ini, para siswa belajar Bahasa Inggris, Bahasa Ibu, Matematika, dan mata pelajaran praktik maupun teknik. Sejak 2005, sekolah juga menawarkan modul pilihan diantaranya yaitu mata pelajaran Keperawatan, Rumah Sakit, Animasi Digital, dan Teknik Mesin untuk meningkatkan pemahaman berorientasi praktek dan pengalaman. Perubahan kurikulum normal (technical) course yang menitikberatkan pada pemahaman/pembelajaran uang berorientasi praktek telah diimplementasikan pada seluruh sekolah sejak 2007. Pengajaran juga terfokus pada kerja kelompok, presentasi, aktifitas menulis dan kreatifitas.

Integrated Programme (IP) Course didesain untuk para siswa yang pasti akan menempuh tingkat universitas. IP merupakan gabungan dari Seconday School dan Junior College sekaligus tanpa ujian nasional di pertengahan IP (GCE ‘O’ Level). Menjelang GCE ‘O’ Level Examinations, waktu yang seharusnya digunakan untuk mempersiapkan siswa menuju GCE ‘O’ Level Examinations dialihkan untuk memperluas pengalaman mereka. Sekolah pilihan juga menawarkan kurikulum alternatif dan berkualitas seperti, international baccallaureate.

Setelah melewati GCE ‘O’ Level, pendidikan dilanjutkan ke jenjang Junior Colleges, yaitu jenjang persiapan untuk menghadapi GCE ‘A’ Level untuk menuju University selama 2 tahun. Setelah melewati GCE ‘A’ Level, pendidikan dilanjutkan ke jenjang terakhir, yaitu jenjang University.

2.3. Singapura Sebagai Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di ASEAN.

Kemajuan pendidikan di Singapura didukung oleh banyak faktor. Diantaranya yaitu adanya fasilitas yang memadai. Contohnya, setiap sekolah di Singapura memiliki akses internet bebas. Setiap sekolah juga memiliki web sekolah yang berguna untuk menghubungkan siswa, guru, dan orangtua.. Selain itu, di setiap kelas terdapat Liquid Crystal Display (LCD) untuk proses pembelajaran. Fasilitas lainnya yaitu tersedianya sistem transportasi yang memiliki akses ke semua sekolah di Singapura yang memudahkan siswa untuk menuju ke sekolahnya.

Faktor biaya juga sangat mempengaruhi kualitas pendidikan. Karena jika biaya sekolah murah, setiap orang di negara tersebut dapat mengenyam pendidikan dengan mudah. Di Singapura, biaya pendidikan disesuaikan dengan kemampuan rakyat, ditambah lagi dengan beasiswa bagi rakyat yang kurang beruntung.

Faktor lain yang menyebabkan Singapura menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di ASEAN adalah faktor pendidik. Proses penyaringan untuk menjadi guru sangat ketat dan calon guru yang diterima disesuaikan dengan jumlah guru yang diperlukan, sehingga semua calon guru tersebut pasti akan mendapatkan pekerjaan. Setelah teraudisi, para calon guru diberi pelatihan sebelum bekerja, sehingga guru-guru sudah mendapatkan pembekalan sebelumnya. Selain itu, gaji yang diberikan untuk guru-guru di Singapura juga banyak. Hal itu menyebabkan kehidupan guru-guru terjamin kesejahteraannya.

3. KESIMPULAN

Pendidikan merupakan proses mengubah keadaan anak didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan dengan berbagai cara untuk mempersiapkan masa depan yang baik baginya.

Pendidikan formal di Singapura dimulai dari jenjang Kindergarten School sampai jenjang University.

Ada banyak faktor yang menyebabkan Singapura berhasil mendapatkan predikat sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik se-ASEAN, yaitu faktor faktor ketersediaan fasilitas, faktor biaya sekolah yang terjangkau, dan faktor pendidik.

DAFTAR PUSTAKA

Ensiklopedi Indonesia

http://id.wikipedia.org

http://moe.gov.sg/education

http://one.indoskripsi.com

http://pimsleur.english-test.net/

http://sma.binamuda.net/

http://wikipedia.org

http://www.g-excess.com

http://www.syabab.com

http://www.vnseameo.org/

Kurnia, Drs. Anwar. 2007. IPS Terpadu 3A SMP Kelas IX Semester I. Jakarta: Yudhistira.
Tim Prima Pena. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Gitamedia Press.