Assalamualaikum.
Tak kukira tak kusangka, sekarang sudah mendekati akhir Bulan September 2011. Sudah 1 tahun 9 bulan aku di Malaysia, mempelajari berbagai ilmu. Ilmu formal dan tidak formal.
Di sinilah aku mengenali Akuntansi tanpa harus meninggalkan Kimia dan Fisika,
Di sinilah aku mengenali Additional Mathematics,
Di sinilah aku merasakan ulangan sepanjang 5 jam untuk satu mapel,
Di sinilah aku merasakan TRY OUT yang sebulan lamanya..
Semuanya hanya bisa aku dapatkan di sini.
Di sinilah aku belajar hidup di asrama, dengan puluhan temanku yang lainnya..
Mendalami budaya Malaysia, dengan segala culture shock nya yang kualami di awal waktuku..
Mempelajari Bahasa Malaysia, yang dulunya sering jadi bahan ketawaan kalau aku salah sebut,
Berhasil memakai baju kurung, makan roti canai (yang dulu ngeliat pun eneg),
Bermusafir seorang diri dari Johor Bahru – Singapura – Jakarta – Surabaya – Jakarta – Singapura – Johor Bahru, yang kadang terpaksa tidur di Bandara waktu transit, yang kadang harus mutar muter kesana kemari mencari jalan yang betul,
Di sinilah aku belajar arti mandiri yang sebenarnya,
Kreatif untuk menyelesaikan tantangan,
Dan sebagainya.
See? Inilah jawaban, untuk semua orang yang selalu bertanya padaku,
“Kenapa harus Malaysia? Indonesia jauh lebih baik sistem pendidikannya!”
“Lha wong keluar rumah aja udah nemu SMA, kok malah mencelat ke Malaysia..”
“Negeri sombong kok diparani..”
Dan sebagainya.
Semua pengalaman itu lah yang telah mengajariku banyak ilmu, memberiku banyak pengalaman. Merubahku menjadi orang yang lebih baik.
Lebih menghargai negara sendiri, at least setiap mbalik ke tanah air ada perasaan gembira. Daripada dulu yang setiap hari asik nggerundel tentang kebijakan kebijakan baru yang ada
Tapi walaupun aku bangga dengan semua yang telah kulalui ini, tetap saja sangat sering gerundelan demi gerundelan keluar dari mulutku.
Sistem transportasi yang sangat minim mobilitas lah,
Kota yang sangat ndeso lah,
Kehidupan di asrama yang sangat kayak penjara lah (OOoops),
Peraturan sekolah yang mbel gedhes lah.
Dan sebagainya. Memang sangat sering aku membanding-bandingkan Indonesia-Malaysia, mengunggulkan Indonesia, walaupun kusadari bahwa Malaysia memang lebih maju dalam banyak hal. LOL.
Kadang, hidup di Malaysia adalah suatu penyiksaan tersendiri bagiku, dan menantikan waktu dimana aku akan kembali ke Indonesia sepenuhnya adalah sebuah penantian yang amat panjang.
Aku selalu tak sabar menanti, 3 bulan lagi, aku akan kembali.
tapi aku tahu. Suatu saat nanti bila aku tlah pergi meninggalkan Malaysia dan segala isinya, AKU MEMANG AKAN MERINDUI SEMUA ITU. Oh well.. Aku akan rindu.
Jadi, memang nggak akan rugi, walaupun ortu telah mengeluarkan duit lebih dari Rp. 50 juta kurasa.. Hanya untuk dua tahun kehidupanku di sini. Semuanya telah memberiku pelajaran yang sangat berarti. Modal untuk menjalani kehidupanku seterusnya.
Buat anda yang ingin merasai tapi meraguinya, semoga coretan ini menjadi penguat semangatmu, dan penghilang ragumu.
Buat anda yang mempersoalkan dan mempertikaikan kepergianku, semoga coretan ini membuatmu memahami, apa arti kepergianku.
Buat anda yang ingin mengetahui pengalaman belajar di Malaysia, semoga coretan ini menghilangkan dahaga pengetahuanmu.
Akhirul kalam, wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
*Btw, dah dapet sertifikat penyertaan lomba blog pengguna 2011
26 September 2011 at 7:46 pm
glad 2 read it. i’m proud of u mbak izza
26 September 2011 at 10:11 pm
faktor terpenting dari ini semua adalah dirimu sendiri dan sejauh mana kamu memanfaatkan momen yg tak terulang ini utk belajar… ada anak yg sekolah abroad, tapi tersiksa dlm keterpaksaan melaksanakan kehendak ortu… ada anak yg melejit potensinya dan menemukan jati dirinya meski hanya sekolah swasta kw 3 (your friend, Saroh Yasiru is a perfect example)… to me, it’s looks wonderful, I’m happy for you… memang, dulu aku sering kontra thd keputusanmu dan ayahmu… tapi hrs ku akui juga, aku belajar banyak dari keluarga kalian… and never mind about what I thought, it’s your life and you won’t stop just because of my opinion… just consider as I’m nothing to you… thank you very much for your share, it’s a very precious lesson to me… as always, I’m proud of my SPiLuqkim students… well done, good luck, and have a wonderful adventure out there…