Saya baru lulus SMP 2 bulan yang lalu, dan cita-cita saya dalam jangka pendek ini adalah sekolah SMU di singapura. Kenapa harus di luar negeri, dan kenapa harus di Singapura? Yah, mungkin bagi banyak orang, terlalu ekstrim, seorang anak berusia 15 tahun bermimpi untuk sekolah ke luar negeri. Tapi inilah saya. Saya bukanlah orang biasa, saya bukanlah orang biasa. Saya beda! Saya ingin mempunyai pengalaman yang berbeda daripada teman-teman seusia saya. Saya ingin melangkah satu langkah lebih jauh dibanding teman-teman seusia saya. Dan saya rasa dengan saya sekolah di luar negeri, saya akan mendapatkan banyak pengalaman berharga yang tidak bisa saya dapat di Indonesia. Saya belajar untuk menjadi pribadi yang mandiri, yang tidak bergantung pada orangtua. Saya belajar untuk mengatasi masalah-masalah yang pastinya akan bermunculan ketika saya di Singapura, tanpa bantuan orangtua. Saya akan menjadi pribadi yang tangguh dengan hidup jauh dari orangtua, dan di negeri orang. Pertanyaan berikutnya, kenapa harus di Singapura? Singapura adalah negara dengan sistem pendidikan terbaik se-asia tenggara. Itulah alasannya. Selain itu, ada banyak alasan pendukung yang membuat saya bercita-cita untuk sekolah di singapura. Jarak yang lumayan dekat dengan Indonesia, kultur dan budaya yang tidak jauh berbeda, sehingga memudahkan saya untuk beradaptasi, karena ini kali pertama saya bersekolah di luar negeri.
Tentunya, dengan mimpi yang tidak biasa dan ekstrim, usaha yang harus saya lakukan juga harus ekstrim dan tidak biasa. Yang menguntungkan dari sistem pendidikan Indonesia adalah, tahun ajaran baru dimulai pada bulan Juli, sedangkan di luar negeri rata-rata dimulai bulan Januari. Jadi saya punya cukup banyak waktu untuk berusaha meraih cita-cita saya. Salah satu usaha ekstrim saya adalah, tidak mendaftar sekolah SMU di Indonesia. mengapa harus se ekstrim itu? Saya melakukan hal ini, agar saya lebih fokus untuk meraih mimpi saya. Jika saya mendaftar sekolah SMU di Indonesia, otomatis fokus saya akan terpecah, sekolah Indonesia dan sekolah singapura. Seandainya sekolah Indonesia membuat saya nyaman, maka saya khawatir, saya berpaling dari jalan saya yang sebenarnya. Maka, inilah keputusan saya.
Hanya dengan tidak mendaftar sekolah di Singapura, tidak jaminan saya bisa meraih cita-cita saya. Harus ada usaha-usaha keras lain untuk menjadikan mimpi menjadi nyata. Sudah 2 bulan ini saya tinggal di Pare, Kediri, untuk kursus bahasa inggris di desa yang disebut kampung inggris itu. Hal ini saya lakukan sebagai pemanasan dan latihan tinggal jauh dari keluarga, hidup sendiri, dan alasan terbesarnya adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris saya, yang sangat dibutuhkan di Singapura nanti, mengingat bahasa pokok di sana adalah bahasa inggris. Dan di Pare ini saya belajar mengatur diri saya, mengatur waktu, mengatur uang, dan mengatur segala keperluan saya sendiri.
Usaha lain yang tidak kalah penting, adalah mendaftar ke sekolah-sekolah di Singapura, serta saya juga mengikuti seleksi beasiswa ASEAN untuk sekolah di Singapura. Saat ini orangtua saya sedang mencari sekolah yang tepat dan berusaha menembus administrasi Singapura yang ketat, untuk mendapatkan visa pelajar saya. Mimpi saya harus menjadi nyata!




