Cerpen: Perjalanan Hidup Seorang Wanita

Baru-baru aja aku dapet tugas dari guru bahasa indonesiaku untuk bikin sebuah cerpen. Karena aku rada gak hobi ngarang, jadinya ngarangku bener-bener ngarangnya orang putus asa. Tapi gak papa, bagi – bagi aja sama semuanya. Ini nih, hasil karangan cerpenku. Kata temen-temen sekelasku sih aneh, tapi menurut kalian semua gimana? Tinggalin comment, dong tentang cerpenku ini!!!

Perjalanan Hidup Seorang Wanita

Pagi ini, mungkin sekitar pukul enam, aku berjalan tak tahu arah. Yang kutahu hanyalah semua orang memperhatikanku dengan tatapan aneh (sejak dulu kala). Apa yang salah pada diriku???

Tapi sekarang perutku lapar, aku butuh makanan. Tak kupedulikan apa arti tatapan aneh semua orang. Itu semua sudah biasa. Yang kucari hanyalah makanan. Di depanku, untungnya ada tempat sampah. Mungkin aku bisa beli makan di sana. Aku ingin makanan berwarna bening yang biasa dipakai untuk bungkus makanan. Mungkin, orang-orang menyebutnya plastik. Heran diriku, mengapa plastik seenak itu tak dimakan oleh orang-orang? Dasar orang yang aneh!

Akhirnya setelah makan barang berwarna bening itu, perutku kenyang. Saatnya mandi. Tapi, dimana aku bisa mandi???

Tak kutemukan tempat untuk mandi, dan ku berbelok ke arah kiri. Waw! Di situ ada sebuah kolam renang! Aku bisa mandi di sana. Hebatnya, airnya berwarna hitam, dan tempatnya sangat luas. Selain itu, ada banyak harta karun tersembunyi di dalam air hitam itu.

Aku segera melepas bajuku dan masuk ke dalam kolam renang itu. Wah, baunya sangat harum! Tapi kenapa orang-orang justru tidak mau mencium bau ini? Bukankah sangat harum? Dan mengapa pula tak ada yang mau mandi di kolam renang ini? Tidakkah mereka melihat bahwa di dalamnya terdapat harta karun yang tak ternilai harganya? Tidakkah mereka melihat bahwa aku sudah mendapatkan harta karun itu? Sungguh aneh orang-orang itu.

Sekarang aku sudah wangi. Berarti aku boleh bebas! Hahaha… aku akan mengajak anak – anak kecil di taman untuk bermain bersamaku. Mereka pasti senang kuajak bermain bersama. Dimana letak taman itu, ya? Aku tak ingat lagi.

Satu jam berlalu, tak ada yang kudapat. Aku belum juga mengingat letak taman bermain. Padahal, aku ingin bermain bersama anak-anak kecil itu… karena tak ada pekerjaan, aku mengikuti langkah kaki seorang nenek tua di depanku.

Nah, inilah taman bermain yang kucari! Di sinilah tempatnya. Aku harus berterima kasih pada nenek tua itu. Tapi dia sudah pergi. Jadi, biarkan sajalah. Yang penting aku ingin bermain bersama.

Aku mendekati anak perempuan kecil yang berumur sekitar 9 tahunan. Aku akan mengajaknya bermain anak-anakan, dan dia akan kugendong menuju ke rumahku. Di sana nanti dia akan kuangkat menjadi anakku dan kuajak mandi bersamaku di kolam renang milikku yang baru saja kutemukan.

Lima langkah lagi, namun anehnya dia mengeluarkan suara seperti tangisan, padahal kan aku cuman ingin mengajaknya bermain dan mengangkatnya menjadi anakku???

Tanpa kusadari sebelumnya, tiba-tiba seorang ibu melemparkan batu besar padaku. Aku tak bisa mengelak.

Aw! Kepalaku terkena batu besar itu. Kenapa orang itu melempariku dengan batu? Apa salahku? Aku tak bersalah! Dan sekarang, Sungguh sakit kepalaku! Rasanya sudah berliter-liter darah keluar dari kepalaku. Apakah darah tidak bisa habis???

Kenapa tak ada yang menolongku? Kepalaku terasa sakit sekali. Tapi, dasar orang tak punya hati! Setelah melempariku dengan batu justru meninggalkanku di tengah kesakitan ini. Dan orang lain hanya menyorakiku dari jauh… tak ada yang membantu.

Aduh! Tolong aku! Mungkin sebentar lagi darahku akan habis. Kepalaku sudah sangat pusing, hampir saja aku tak sadar dibuatnya. Tolong aku! Tuhan, siapapun dan dimanapun engkau, tolonglah aku! Mereka semua tak ada yang mau menolongku, bahkan mendekatiku pun enggan.

Tuhan! Aku tak kuat lagi! Perlahan kututup mataku, sudah tak kuat lagi. Sayup-sayup kudengar orang-orang berkata, “Orang gila itu sudah mati……”

8 thoughts on “Cerpen: Perjalanan Hidup Seorang Wanita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s