Pondok Ramadhan Versi SpiLuqkim

Pada hari Jum’at dan Sabtu, 19 dan 20 September 2008, diadakan acara Pondok Ramadhan versi Spiluqkim, nama kerennya SMP Putri Luqman Al-Hakim Surabaya. Di sini, aku terpilih menjadi panitia bagian Tehnical Support Team (TST, pen). Karena itu, aku harus datang lebih pagi dari peserta, yaitu deadline-nya harus disekolah jam 7 kurang 15 menit. Padahal peserta baru masuk jam 7 lebih 15 menit. Tapi, aku dateng lebih pagi dari deadline-nya, jam setengah tujuh. Setelah itu, diadakan cek barang khusus panitia, yang dipandu langsung oleh Ustadz Novrian, yang tugasnya mengarahkan panitia siswi (karena ada juga panitia ustadz-ustadzah). Setelah itu, tugas kami sebagai panitia adalah menyambut peserta. Aku kebagian tempat parkiran. Yah, yang kesitu cuman sedikit, kan yang bawa’ kendaraan juga cuman sedikit, paling banyak ya guru-guru. Jam setengah delapan, kami kembali ke sekolah, dan tugas kami selanjutnya adalah mengecek barang peserta. Aku, bersama dengan Ayu, Imar, Maya, Nadya, dan Lia, yang sekamar dan sekelompok, kebagian mengecek kelompok II / Kelompok Rahmi, yaitu kelompok kami sendiri. Setelah itu peserta ku-briefing sebentar, yang isi singkatnya adalah meminta kerjasamanya dengan panitia. Akhirnya, setelah briefing selesai, peserta kami arahkan menuju musholla untuk melaksanakan shalat dhuha, sekaligus pembukaan di musholla. 

Setelah shalat dhuha, yang diimami oleh wakil kelompok I (Ainnur Fitria), kami menunggu PJ guru yang bertugas membuka acara pondok ramadhan ini. Tapi, yang bikin kami (panitia) rada sebel, acara pembukaan dipindahtempatkan mendadak ke Aula. So pasti, TST yang terdiri dari Aku, Putri, dan Ayu kalang kabut ngurusin sound-system, laptop, dan masang LCD. Karena acara harus segera dimulai, yang kami pasang terlebih dahulu adalah sound system, karena itulah yang paling dibutuhkan. Laptop dan LCD dipasang saat akan memasuki sesi materi. Dan peserta juga sedikit telantar nungguin aula siap. Habisnya, acara dipindahtempatkan secara mendadak, sih…

Setelah acara pembukaan, ada sesi kontrak belajar, yang dipandu oleh ustdz. Ulfa. Di sini ada peraturan yang lumayan (gak lumayan lagi, sih) unik, yaitu: kami (peserta dan panitia) harus memanggil Abah untuk ustadz, Ummi untuk ustadzah, dan Ning untuk teman, kakak kelas, dan adik kelas. Dan kalo nggak matuhin peraturan itu, nanti akan di beri punishment 1 yang langsung dituliskan di kertas besar berisi point reward and punishment. Selain unik, aturan ini juga lumayan nge-bete-in. habisnya, aku kan panitia. Waktu aku lagi bener-bener butuh koordinasi masangin something or butuh koordinasi buat ambil ini itu, malah harus mikir dulu buat manggil ning. Atau kalo TST lagi butuh tanya ke ustadz Novrian, harus mikir (lagi) buat manggi Abah. Gimana nggak be-te? Harusnya kan panitia dibebasperaturankan dari peraturan ini kalo lagi njalanin tugas, kan? (hehe…). Dan ternyata yang merasa tersiksa juga bukan aku, lho… panitia yang lain, bahkan sebagian pesertanya juga ngerasa be-te, dan akhirnya kita berjanjian untuk melanggar bareng-bareng aturan ini. Hahaha… ya udah. Walaupun point punishment-nya banyak, we don’t care ‘bout it! Kan ada temennya……….

Satu kejadian menegangkan. Saat sesi Al-Quran is My Life, dan kami semua dapet tugas untuk membuat yel-yel dan presentasi, tiba-tiba –entah datangnya dari mana– ada ular yang lumayan gede. Wah, semuanya bener-bener heboh! Untungnya penjaga aula dateng dan membawa satpam untuk membunuhnya. Dan semua kembali lagi tenang.

Setelah itu, acara selanjutnya adalah sesi-sesi, yang nggak usah diceritain karena pasti makan banyak tempat.

Ba’da ashar, TST kembali punya tugas yang lumayan urgen, yaitu mindahin mic wareless, LCD dan laptop dari aula karena aula akan dipakai untuk acara buka puasa orang tua dan juga masang penerangan (lampu) untuk ruang makan yang kita minjem dari TK dan gak ada lampunya. Karena yang lebih urgen adalah mindahin barang dari aula, maka TST melakukan pekerjaan itu terlebih dahulu. Lalu, kami menyiapkan sound system dan mic di musholla, dan baru kita memasang penerangan. Untuk itu, kami (TST, pen) harus manjat-manjat, lari-lari, utak-atik lampu biar bisa nyala, dan sebagainya. Kayak petugas PLN, deh. Tapi enak, lho! Dan sebelum tugas kita selesai, kita nggak mandi dulu, lho! Yah, walaupun ada satu yang curi – curi mandi duluan. Tapi nggak pa-pa, lah. Kan masih ada dua orang tersisa. Setelah tugas beres, dan yakin nggak ada yang kurang, baru kita mandi.

Yang enak, setelah ashar, acara berlangsung di musholla sampe’ malem. Jadi panitia nggak perlu repot-repot mindahin ini itu berkali – kali. Setelah isya’, TST acara adalah nasyid dan pemutaran film. Saat sesi pemutaran film, kami diberitahu oleh instructor TST, ustadz (Abah) Novrian bahwa batere mic sudah mau habis. Wah, padahal saat itu sudah jam setengah sembilan-an. Dan nggak ada batere cadangan. Satu-satunya jalan adalah… beli batere lagi! Dan itu adalah tugas TST, siapa lagi. So, aku dan Ayu, mengambil langkah untuk beli batere di luar sekolah yang lumayan jauh. Dan karena sesi akan dimulai, kami harus bener-bener lari sekuat tenaga di tengah malam sunyi dan gelap, belum lagi komentar orang-orang di luar yang melihat kami. Oh no! di toko jannah, kami tidak menemukannya. It means, kita harus cari di warung lain. Untungnya, setelah kita ke warung sebelahnya, batere yang kita cari ada. Dan kita lari lagi back to our school and masang batere itu ke mic. Huh! Lega deh.

Satu kesalahan kami yang cukup besar adalah mematahkan antena wareless. Jadi, setelah acara tadabur alam, kami harus menyiapkan mic and sound system untuk acara penutupan pondok ramadhan. Dan saat kami akan memberdirikan antena wareless, terjadilah tragedi itu. Antena wareless putus! So pasti, kami harus bertanggung jawab. Maka sebelum kami mandi, kami menghadap ke Ustadz Novrian, instructor E-Club yang menugaskan kami menjadi TST dan melakukan pengakuan dosa. Gini, nih kurang lebihnya:
Aku: Pak, tadi kami matahin antena wareless
Pak Novri: Ooo…
Setelah itu, datanglah ustadzah Rita, berbicara dengan Ustadz Novrian. Kami bertiga keluar kantor guru dulu, untuk sementara waktu.
Setelah Ustadzah Rita keluar…
Aku: Pak, minta maaf, ya…
Pak Novri: ya udah, mau diapaain lagi.
Ayu: nggak marah, kan?
Pak Novri: Nggak usah tanya.
Ayu: trus gimana?
Pak Novri: ya udah, lanjutin dulu tugas kalian.
Ayu: Assalamualaikum…

Lalu kami bertiga keluar dari kantor guru dan kembali ke musholla, mengecek ini-itu. Kami lega karena kami sudah ngomong ke Ustadz Novrian, menurut kami, apapun yang terjadi, It is better than Ustadz Novrian denger dari orang lain atau ngeliat sendiri sebelum kami ngelapor.

Setelah acara penutupan selesai, ada rapat evaluasi panitia untuk semua panitia. Baik dari TST, mading, reinforcement, maupun yang bener-bener panitia. Dan di situ, lagi-lagi TST harus melakukan pengakuan dosa di hadapan para panitia yang lainnya. Akhirul kalam, setelah panitia lain melakukan pengakuan dosa, dan Pak Novrian mengevaluasi kami semua, Pak Novrian bilang, “Relakan saja yang sudah terjadi.” Kamipun lega, karena secara tidak langsung, it means TST dimaafkan. Thanks, God!

2 thoughts on “Pondok Ramadhan Versi SpiLuqkim

  1. Za……kLo Q mw kSh CoMent…….???
    EeHhhhMMmmm….Q bCa tDi ad nMaQ Ainur Fitria tPi tuLisaNnya sLah Za……yg bNeR 2 Ainnur Fitria…..g2

    Oya,,,,,,Kuq gg da aRtkeL tTg jURit mLeMnya SeyhHh????
    dKsH dOunKz…….Za……^_^

    Oya,,,,,sOaL yg ManggiL aBah,,,Ummi,,,n Ning,,,Q sTuju…mSa’ ManggiL tMen atw usTd/usTdzh….nya dwe mSh mKiR…..jDi SeRiNg kne Punishment dEh……kLo g2 Qta seHati….bNyk Punishmentnya……HeHehE……^_^

    Oya,,,,,Q Lp 1 Lgi dKSh fTo duNx……..Biar Lbh mNaRiK……g2

    Udh dEh…..segiTu….dOaNk….ComeNt Q…..
    tHaNx….Za…..

    Like

  2. sorry atas kesalahan penulisan nama, and thanks dah mau ngasih komentar dan masukan.
    tentang jurit malamnya, aku bingung ceritanya gimana, jadi ya sekalian aja nggak usah.
    tentang foto, kan aku nggak pegang foto. yang pegang foto guru-guru, dan aku belum minta. mungkin nanti waktu dah masuk sekolah, aku minta ke guru-guru kita. tunggu aja, oce!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s