Tugas Akhir E-Club: SMART HOUSE

wah, nggak kerasa bentar lagi UTS. so, it means 3 bulan lagi, aku udah nggak bisa ikut E-Club lagi. yah, persiapan buat UNAS, lah…

tapi sebelum aku vakum, kita, para E-Cluberz udah diberi tugas, yaitu bikin alat pendukung SMART HOUSE. well, ini tuh keren banget! berhubung di E-club cuman ada 4 kelompok, kemungkinan besar nanti juga cuman ada 4 alat pendukung SMART HOUSE.

pertama-tama, para E-Cluberz di-instruksikan untuk memikirkan, alat apa yang akan mewujudkan SMART HOUSE itu sendiri. dari kelompokku, inilah idenya:
1. Jendela otomatis… tiap pagi dan malem nutup – buka sendiri (lewat sensor cahaya)
2. lampu otomatis… tiap pagi and malem nyala mati sendiri (sensor cahaya)
3. pengisi air otomatis: kalo bak di KM udah tinggal 1/3 ato 1/4, nanti air akan mengalir, dan kalo udah penuh mati sendiri
4. detektor tamu. saat tamu masih di depan pintu dan belum mengetuk pintu, di dalem rumah udah ada alarm yang menandakan bahwa ada tamu di depan rumah…
5. lampu darurat. saat dari PLN mati lampu, maka secara otomatis Continue reading

Sinopsis Film: Daddy Day Care

Daddy Day Care, adalah sebuah film yang menceritakan perjuangan tiga orang sahabat dalam sebuah usaha penitipan anak. Yang menarik, sesuai dengan judulnya, tiga sahabat ini adalah pria.Cerita bermula ketika Charlie, tokoh utama, sedang membutuhkan banyak biaya untuk kebutuhan sekolah anaknya, Ben, yang baru masuk TK yang mahal. ditambah lagi, tunggakan – tunggakan mobil, cicilan rumah, hutang ke sana kemari yang belum terlunasi. Cerita menjadi semakin buruk saat Charlie tiba-tiba dipecat dari perusahaan bersama 300 orang lainnya karena perusahaan tidak berhasil mempromosikan produknya. Hal ini membuat Charlie semakin kelimpungan.
Akhirnya diambil keputusan: Istri Charlie, Kim, bertugas mencari nafkah, sedangkan Charlie sendiri di rumah untuk mengurusi Ben yang sudah tidak disekolahkan lagi karena faktor biaya. Di tengah pekerjaan baru Charlie mengurus Ben, Continue reading

Laskar Pelangi: The Movie or The Book?

Setelah 3 hari yang lalu aku ditagih temenku, Tya, untuk meng-update tulisan, akhirnya dapet juga ide buat nulis: tentang laskar pelangi.

Jujur, dari awal sejak laskar pelangi terbit, sampe sakarang muncul filmnya di bioskop, bahkan akan muncul juga buku tetralogi laskar pelangi, aku nggak pernah dapet feel-nya, nggak pernah nemuin hal menarik yang bisa ditangkep dari laskar pelangi.

Aku sih punya buku laskar pelangi. Tapi, bener-bener ampuh buat obat tidur. And aku nggak minat banget ama buku laskar pelangi. Pertama, alurnya loncat-loncat, bikin orang (terutama aku) bingung. Kedua, Continue reading

Chat ama orang luar negeri

Pertama kali dalam hidupku aku chatting pake english. Sebelumnya pernah sekali aku chatting ama orang Indonesia, tapi chatting yang nggak bermutu. Baru kali ini aku chat dengan tujuan jelas dan bermanfaat.
Tujuanku chatting adalah yang pertama practice my english. Keinginanku, bahasa inggrisku bener-bener perfect, dan untuk itu aku harus berlatih, kan?
Tujuan kedua, dapet temen luar negeri. Mungkin suatu saat, aku pergi ke London (Aamiin), dan bisa nginep gratis lewat chat itu. It’s very useful.
Tujuanku ketiga, mengamati kebiasaan orang luar negeri, dan menambah pengetahuan tentang luar negeri. Chat ku pertama, aku bener bener kayak orang o’on! Ditanya asl, kukira bahasa Indonesia (asal), padahal itu bahasa inggris, yaitu age sex location. Pokoknya aku bener-bener nggak tau apapun. Dan setelah aku chat and nanyain everything yang aku nggak tau, aku jadi tau.

Oh, ya. Aku chatting ini didukung banget ama ortuku! Katanya ya biar banyak temen, ngelatih bahasa inggris, dan nambah pengetahuan, kayak tujuanku itu.

Aku chatting pake banyak nama. Ada yang pake nama asli (izza), ada yang pake nama nice-girl, ada yang pake nama clean-chat, ada yang pake nama female-14-ind, ada juga yang pake nama I’m-Indonesian.

Dan dari seluruh chat ku sampe saat ini, ada 3 chat yang paling berkesan di hati.

Yang pertama namanya kouassi edouard. Orang ivory coast. Continue reading

Pingin Bikin Blog Versi English

Why? Cause…
Suatu hari, aku chat ama orang luar negeri. Trus aku promosiin my blog. And of course, mereka nggak tau apa isinya. Ya iyalah, kan bahasa Indonesia! Paling paling cuman lihat fotoku and lirik lagu avril. Dan komennya ke aku ya sekitar “you are so pretty”, or “a real avril fans”, or sejenisnya. Tapi tentang apa yang aku tulis, mereka nggak tau apa apa, kan? So, jadilah maka jadilah, terbesit keinginan untuk bikin blog versi english, biar temen chatku bisa ngerti tentang apa yang aku tulis.
Tapi, ada dua kendala yang kutemui. Pertama: biaya. Yup! Itulah problem yang lumayan bikin pusing. Ngurusin satu blog aja nggak ada habisnya, apalagi tambah satu blog lagi. Ya, kan? Ya, sih? Ya, dong? Gini-gini, kalo mau nge-net lama-lama di rumah juga sungkan ama ortu. Nge-net di luar ntar dikirain macem-macem. Bagai makan buah simalakama!
Dan lagi, aku pasti butuh waktu yang gak sebentar. Buat translate, aku harus meres otak dulu. Dan buat buka blog itu, juga makan waktu. Padahal, aku dah kelas tiga yang akan berjumpa dengan UNAS. So, aku harus bener-bener mencurahkan konsentrasi untuk satu hal, kalo mau dapet nilai sesuai target (absolute).
So, ada saran?