Hari Kiamat dan segala sesuatunya

Hari kiamat akhir dari kehidupan duniawi. Seluruh dunia dan seisinya akan musnah. Karena penting dan dahsyatnya hari akhir ini, Allah mewanti-wanti kita agar selalu waspada dan mempersiapkan diri menuju hari akhir. Ayat-ayat di Al-Quran yang membahas tentang hari kiamat pun tidak sedikit. Sebut saja Al-Qiyamah, Al-Qoriah, An-Naba, An-Naziat, Abasa, Al-Zalzalah, Al-Waqiah, Al-Haqqah, dan banyak lagi… Untuk mempersiapkan diri menuju hari akhir, Allah dan Rasul-Nya memberikan petunjuk tentang berbagai hal; tentang kejadian-kejadian yang akan terjadi sebelum hari kiamat, tentang kondisi hari kiamat, ancaman bagi orang yang tidak beriman terhadap hari akhir, apa yang terjadi pada hari akhir nanti, bagaimana kondisi orang islam dan orang kafir, dan bagaimana menyelamatkan diri di hari akhir nanti.
Adapun ciri-ciri akan datangnya hari akhir menurut hadits Rasul adalah:
– Perlombaan membangun gedung-gedung
– Menipisnya Ilmu dan Merajalelanya Kebodohan
– Murtadnya sebagian bangsa arab
– Menumpuknya harta pada orang yang tidak berakhlak luhur dan tidak taat beragama
– Diserahkannya segala urusan kepada yang bukan ahlinya
– Hilangnya amanat 
– Hilangnya berkah dari waktu
– Lancarnya bicara orang-orang hina
– Kebodohan manusia tentang syariat agama
– Kuburan dijadikan masjid
– Merajalelanya kedurhakaan manusia
– Hilangnya kemanusiaan manusia
– Lenyapnya tauhid
– Terhentinya amar makruf nahi munkar

Dalam riwayat Imam Ahmad, dari Hudzaifah bin Asad, dia berkata: Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tiba-tiba muncul di hadapan kami ketika kami sedang membincangkan Kiamat, beliau bersabda,
“Apa yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab, “Kami memperbincangkan soal Kiamat.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya Kiamat takkan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda: asap, Dajjal, binatang melata, terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi ‘Isa bin Maryam, Ya’Juj Ma’juj, tiga kali tanah tenggelam: tanah tenggelam di timur, tanah tenggelam di barat dan tanah tenggelam di jazirah Arab. Dan akhir dari semua itu adalah api yang muncul dari arah timur, menggiring manusia menuju tempat penghimpunan mereka.”

Sebelum kiamat terjadi, Dajjal akan datang dan pertama-tama Dajjal mengaku sebagai Nabi, kemudian mengaku sebagai Tuhan. Imam Muslim meriwayatan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,
“Dajjal muncul, maka datanglah kepadanya seorang lelaki mukmin, Laki-laki itu dihadang pasukan-pasukan bersenjata, balatentara Dajjal. Mereka bertanya, ‘Mau kemana kamu?’ ‘Aku hendak menemui orang yang telah muncul ini,’ jawab laki-laki itu. ‘Tidakkah kamu beriman kepada tuhan kami?’ tanya balatentara Dajjal, an dijawab, ‘Tuhan tidaklah samar.’ Mereka berkatan, ‘Bunuh dia!’ tetapi sebagian mereka berkata kepada yang lain: ‘Bukankah tuhanmu melarang membunuh seseorang tanpa sepengetahuan dia?’ Rasul bersabda (melanjutkan ceritanya): “Maka pergilah mereka kepada Dajjal, dan ketika orang mukmin itu melihatnya maka berkatalah dia, ‘Hai orang-orang, inilah Dajjal yang pernah diceritakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.” Rasul bersabda, “Maka Dajjal pun menyuruh supaya orang mukmin itu dipukuli, katanya, ‘Tangkap dan hajar dia!’ Demikianlah punggung dan perut orang itu rata dipukuli. Lalu Dajjal bertanya kepadanya, ‘Tidak beriman jugakah kamu kepadaku?’ Tapi orang itu malah mengatakan, ‘Kamulah si Picak pendusta itu.’ Selanjutnya orang itu disuruh menggergaji. Maka digergajilah dia dari tengah kepalanya sampai terpisah kedua kakinya. Kemudian Dajjal berjalan di antara kedua potongan tubuh orang itu dan berkata, ‘Bangunlah!’ Tiba-tiba orang itu bangun. Rasul bersabda, Kemudian Dajjal berkata, ‘Apakah kau beriman kepadaku?’ Maka jawab si mukmin itu, ‘(Kini) semakin tahulah aku siapa kamu.’ Rasul bersabda, ‘Kemudian si mukmin itu berkata, ‘Hai orang-orang, sesungguhnya setelah yang aku alami ini, Dajjal takkan mampu lagi berbuat kepada siapa pun seperti yang dia lakukan terhadap diriku.’ Rasul bersabda, “Maka Dajjal menangkap lagi orang itu untuk disembelih, tetapi antara leher sampai ke tulang selangkanya terhalang oleh lapisan tembaga, sehingga Dajjal tidak bisa menyembelihnya.” Rasul bersabda, “Maka Dajjal memegang kedua tangan dan kaki orang itu lalu melemparnya. Orang-orang mengira dia dilempar ke neraka, padahal dia dilempar ke surga.” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menegaskan, “Orang inilah syahid paling agung di sisi Allah.”

Sedangkan ciri-ciri Dajjal adalah: picak mata kanannya. Mata kirinya seperti buah anggur yang mengapung di atas air, di antara kedua mata Dajjal tertulis ‘Kafir’, dan tulisan itu dapat dibaca oleh setiap muslim. Dajjal itu keriting, jelek, hidungnya bersuara. Rambut kepalanya bagaikan dahan pohon. Kedua orang tua Dajjal menunggu selama tiga puluh tahun tidak mempunyai anak. Dan setelah tiga puluh tahun, barulah mereka dikaruniai anak lelaki yang matanya picak sebelah, banyak mencelakakan dan sangat sedikit manfaatnya. Kedua matanya terpejam, tetapi hatinya tidak tidur.

Kiat-Kiat berlindung dari gangguan Dajjal:
-Memohon perlindungan dengan ikhlas kepada Allah
-Menghapal 10 ayat terakhir dari Surat Al-Kahfi secara rutin
-Tinggal di Makkah atau di Madinah, Rasulullah pernah bersabda, “Di mulut-mulut jalan kota Madinah ada malaikat-malaikat, (sehingga) kota ini takkan dimasuki wabah penyakit maupun Dajjal.”

Semoga kita terhindar dari fitnah Dajjal, Aamiin…

5 thoughts on “Hari Kiamat dan segala sesuatunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s