THE FIRST 3D WALL MAGAZINE IN MY SCHOOL

Anak Nenche lagi bikin kerangka mading

anak nenche lagi bikin kerangka mading

Kali ini, yang aku ceritakan adalah kegiatan kelasku, kelas IX-C/ Nenche. Di SMP Putri Luqman Al-Hakim (Spiluqkim), sekolahku, diadakan program mading (Majalah dinding, pen) kelas, dimana setiap kelas harus membuat mading pada jadwal yang telah ditentukan oleh Tim Pembina (Ust. Rahmi Andri dan Ust. Novrian Eka Sandhi).
Nah, kebetulan, Bulan November ini kelas kami, Nenche, kebagian bikin mading. Di mading – mading sebelumnya, semua mading berbentuk 2D. Melihat fenomena tersebut, kami berinisiatif untuk menjadi pencetak sejarah. Yup, kita mau bikin mading 3D pertama di Spiluqkim! Nah, kalo cita-cita kita kesampaian, maka secara otomatis mading kami akan menjadi The First 3D Wall Magazine in Spiluqkim. Bangga, donk!!! Maka, mulailah kita merancang konsep dan menyiapkan proposal.
Pada tanggal 15 Oktober 2008, kami mengajukan proposal ke Tim Pembina. Dan setelah di revisi sedikit, proposal kami disetujui. Wah, tinggal merealisasikannya…
Karena mading kami adalah mading 3D, otomatis segalanya nggak sama dengan mading 2D, donk! Diperlukan segala sesuatu yang lebih. Kita butuh lebih banyak tenaga, lebih banyak ide, lebih banyak waktu, lebih banyak kerja keras, lebih banyak pengorbanan, dan tentu saja lebih banyak duit! Kalo biasanya di mading 2D cuman butuh sekitar 20000 sampe 30000, di mading 3D ini kita butuh sekitar 50000 rupiah untuk menyelesaikan mading. Karena tingkat kesulitan yang tinggi itulah, sejak proposal kami disetujui kami langsung bekerja keras merealisasikannya. Jika biasanya kami baru akan berkonsentrasi pada mading saat seminggu sebelum jadwal terbit, maka di sini setelah proposal disetujui kami sesegera mungkin berkonsentrasi penuh untuk mading.
Hal yang terpenting pertama kali untuk membuat mading 3D adalah kerangka. Why? Karena kerangka adalah tiang untuk memberdirikan mading. Dan sulitnya, kerangka kami terbuat dari bambu. Untuk menghemat biaya, bambu tidak beli, tapi langsung ambil dari alam. Untungnya, di rumahku ada banyak bambu yang siap ditebang (tapi nggak ada yang nebangin, harus nebang sendiri). Dan setelah dihitung-hitung, kami membutuhkan kurang lebih 10 meter bambu untuk kerangkanya. Jumlah yang nggak bisa dibilang sedikit! Karena panjangnya 10 meter, so kita putuskan untuk menebang 4 batang bambu. Beberapa hari setelah proposal kami disetujui oleh tim pembina, semua penghuni nenche (kecuali 1 orang yang tidak bisa hadir karena alasan tertentu) terjun ke rumahku untuk nebang bambu. Di sini, pengorbanan kita benar-benar diperlukan. Gatal yang menyerang, rasa capek yang amat sangat, dan bahkan ada 3 anak nenche yang berdarah kena benda tajam (gergaji, belati, celurit, dsb). Alhamdulillah, bambu berhasil kami tebang dan berhasil kami bersihkan dari daun-daun.

Pengorbanan....

Pengorbanan...

Tapi perjuangan belum usai, belum apa-apa. Kita Cuma berhasil nebang bambu dan mbersihkan dari daun-daun, tapi bambu belum dipotong, kerangka belum jadi, artikel belum ditulis, mading belum jadi. Empat bambu yang setiap bambunya berukuran sekitar 2.5 meter kita boyong ke sekolah, dan kita potong di sekolah. Pemotongan bambu inilah yang membutuhkan waktu paling lama, kurang lebih sekitar 5 hari. Dan lagi – lagi ada salah satu anggota kami yang terluka saat menggergaji bambu. Alhamdulillah, di proses pemotongan bambu ini kita dapet bantuan yang nggak bisa dibilang sedikit dari tim pembina (terima kasih atas kesediaannya membimbing kami).
Setelah kerangka selesai, pekerjaan kami menjadi lebih ringan. Setiap anak sudah diberi tugas yang jelas dan menyelesaikan pekerjaannya masing-masing. Maka, dalam waktu yang sebentar, seluruh bagian mading telah terkumpul, tinggal memasang. Artikel sudah ditulis, komik, survey, desain, semua selesai, tinggal tahap finishingnya.
Tanggal 5 November, mading telah selesai, dan kita kumpulkan ke tim pembina. Ternyata ada sedikit yang kurang, dan kami disarankan untuk merevisi mading dalam jangka waktu 2 hari. Dua hari setelahnya, mading kami selesai di revisi dan akhirnya terbit, deh! (tanggal 7 November 2008). Go Nenche! Harapan kami adalah mading kami terpilih sebagai the best magazine pada spiluqkim award akhir semester I nanti, mengingat pengorbanan kami yang tidak bisa dibilang sedikit dalam mengerjakan mading, the first 3D wall magazine in spiluqkim ini. Aamiin!

Nih, Susunan Redaksi mading nenche 2008:

SUSUNAN REDAKSI
Penanggung Jawab : Ustdz. Yuni Istikha, S.Pd.
Pemimpin Redaksi : Ainnur Fitria
Kesekretariatan : Zahrotustsani Mujahidah
Keuangan : Bina Izzatu Dini
Konstruksi Bangunan : Intan Amalia, Laily Romadhona Z, Fatimah Tartila Q
Desainer Grafis : Laily Romadhona Z
PJ Aksesoris : Fatimah Tartila Q
PJ Artikel : Ervina Trianingsih, Monica Handayani R
PJ Survey : Hilyah Mardhiyah, Dhita Ayunda P
PJ Kutipan Ayat : Shofiatus Sholihatul F
Editor : Inas Amira, Bina Izzatu D
Perlengkapan : Rani Mei Clara Larasati
Konsumsi : Kurnia Rahmawati, Nisa’ Farhana
Kebersihan : Syarifah Annisah

10 thoughts on “THE FIRST 3D WALL MAGAZINE IN MY SCHOOL

  1. WeZzzz…………

    BaNgga ReK……..

    mDiNk..Qta km jdi’in Liputan Za………

    Ehhhmm…..EehMmmm…….mEsKiPun ada mSaLah dKitLah…..

    yah,,,,,tPi gPp……Lgyan sMw i2 dh b’aKhiR…..

    n SkRg tNggaL eNaknya ajh NunguuiN mDiNk Qta jUaRA…..Hehehehe……..:d

    bDw,,,,Za Q mw tNy cRa NghapuZ nMa Links di bLog Qta gmNa?????

    jGn Lp jawab yah……cOmment di bLogQ…..

    OtReYyy……;)

    Like

  2. mbak, jgn pake blog yg itu….
    ne blog q yg baru
    niafi.blogspot.com
    okey…
    jdi yg di dftr blog itu hapus ya, trz diganti yang baru..
    thx ya mbakk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s