Yang Dirasani Pun Tiba

Puasa Senin-Kamis hukumnya Sunnah, karena Rasulullah mencontohkan puasa ini. konon, Rasulullah puasa di hari senin karena hari senin merupakan hari kelahiran nabi Muhammad. dan nabi puasa di hari Kamis karena pada hari Kamis malaikat melapor kepada Allah tentang apa saja yang telah dilakukan oleh hamba-Nya.
alhamdulillah, sejak kelas delapan (dua SMP), saya sudah mulai terbiasa untuk puasa Senin – Kamis. sebenarnya malah saya ingin puasa Daud, namun Abi dan Ummi belum mengijinkan karena saya masih dalam tahap pertumbuhan, masih membutuhkan banyak nutrisi. Walhasil, hal yang paling menthok yang bisa saya lakukan adalah puasa Senin-Kamis.
pada awal saya puasa Senin-Kamis dulu, saat saya masih berada di kelas delapan SMP, setiap saat saya berpuasa, selalu ada banyak rezeki yang datang. makanan untuk buka puasa saya selalu berlimpah. entah Ummi yang membelikan makan untuk buka puasa, entah dapat jajan dari sekolah, entah ada teman berulang tahun, pokoknya selalu ada makan berlimpah untuk berbuka puasa.
di pertengahan perjalanan puasa senin-kamis, rejeki-rejeki itu mulai menghilang satu demi satu. berbuka puasa hanya dengan nasi putih dan telur mata sapi serta air putih.
Alhamdulillah, puasa senin-kamis tetap rutin saya lakukan. di pertengahan kelas sembilan, saya mengajak salah satu guru saya di sekolah untuk rutin berpuasa senin-kamis. Alhamdulillah, beliau mengikuti ajakan saya. di hari pertama beliau melaksanakan puasa senin kamis, beliau mendapatkan banyak sekali makanan untuk berbuka. mulai dari brownies amanda satu kotak, jajan-jajan dari sesama guru, hingga jajan hadiah dari muridnya. benar-benar sebuah berkah!
kini, di pertengahan jalan, lagi-lagi rezeki tersebut berkurang satu demi satu. yang dahulu kala setiap pulang sore meja kerja beliau penuh dengan makanan untuk buka puasa, sekarang ini mulai kosong.
iseng-iseng, tadi siang, 5 maret 09, beliau saya ajak bercanda.
Saya: wah, pertama2 puasa, makanan numpuk di meja, sekarang di pertengahan jalan mulai kosong.
Beliau: iya, pertama kali puasa, dikasih hadiah oleh Allah, dikasih rezeki banyak, biar hatinya jadi terhibur. di pertengahan jalan, rezeki tersebut dikurangi satu persatu, menguji hamba-Nya, apakah dengan dikurangi rezeki berupa makanan untuk berbuka tersebut mengurangi niatnya atau malah menghentikan puasa senin kamisnya atau hamba-Nya tetap istiqomah berpuasa
saya: setuju!!!

sebenarnya dialog tadi lebih tepat dikatakan diskusi sih, daripada guyon. pulang ke rumah, tidak disangka-sangka, Abi baru pulang dari Jakarta. membawa oleh-oleh blackforest satu tempat. Ummi yang beberapa hari tidak belanja buah, membeli tiga buah sekaligus: Salak, Rambutan, Jeruk. hari ini teman saya ada yang ulang tahun, tasyakuran dengan membagikan kue untuk teman-teman, termasuk saya. dan lagi, Abi membelikan Ice Cream 900 mL.

wah, ternyata hari ini dapet banyak rejeki! baru tadi siang dirasani, sekarang semuanya datang, Alhamdulillah!!!

3 thoughts on “Yang Dirasani Pun Tiba

  1. itulah ganjaran bagi hamba2nya yg ikhlas…keep istiqomah ya dek Izza

    insya Allah, minta doanya semoga diberi kekuatan untuk senantiasa beristiqomah. guru saya di SMP Putri Luqman Al-Hakim pernah bilang, gembar-gembor berbuat baik itu gampang, memulai untuk berbuat baik itu gampang, tapi yang paling susah adalah menjaga biar kita tetap berbuat baik (istiqomah)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s