Pare, Dulu dan Sekarang

Setelah beberapa minggu tinggal di Pare, kampung inggris, aku jadi bertanya-tanya sendiri, “apa ya bedanya Pare dulu dan sekarang?”. Maka untuk menghilangkan rasa penasaran saya, saya memutuskan untuk mewawancara Ibu Kos saya, yang sudah tinggal di Pare sejak dulu kala.

Yah, seperti yang saya bayangkan, Pare dulu dan sekarang amat jauh berbeda. Sebelum di Pare berdiri kampung inggris, Pare merupakan desa yang sunyi, sepi, tenang. Namun setelah adanya kampung inggris di Pare, Pare menjadi sebuah desa yang tidak pernah sepi. Pare selalu penuh dengan mahasiswa-mahasiswa yang menimba ilmu di kampung inggris. Tentu saja, hal ini tidak disia-siakan oleh penduduk Pare sendiri. Ada gula ada semut, begitulah peribahasa berbunyi. maka penduduk Pare pun menangkap peluang. Banyak penduduk yang membuka warung, counter pulsa, merelakan separuh rumahnya digunakan sebagai kos, membuka rental sepeda, bengkel sepeda, dan Pare pun menjadi bertambah ramai.

Penduduk Pare pun banyak yang berpindah haluan. Dari yang sebelumnya menggantungkan hidupnya pada sawah, setelah adanya kampung inggris ini, sawah-sawah pada dijual, yang uangnya digunakan untuk merenovasi rumah untuk dijadikan kos. Atau digunakan untuk membangun warung. Otomatis hasil yang didapat dari kos dan warung lebih menguntungkan daripada sekedar membajak sawah.

Pare yang dulunya adalah desa yang tidak mengenal teknologi, sekarang menjadi desa yang canggih. Kecanggihan ini sangat mungkin dibawa oleh siswa yang menimba ilmu di Pare, yang sebagian besar berasal dari kota. Sebagai bukti, banyak warnet-warnet berdiri di Pare. Juga sekarang banyak penduduk yang masak menggunakan kompor gas, padahal dulu menggunakan kayu bakar.

Rumah penduduk juga banyak berubah. Yang dulunya rumah hanya terbuat dari kayu, sekarang terbuat dari semen, bertembok kokoh. Dan dicat berwarna-warni. Bahkan tidak sedikit rumah berlantai dua. Yang dulu berlantai semen, sekarang berlantai ubin.

Namun anehnya, rumah-rumah besar itu justru kebanyakan milik pendatang baru dari luar kota, dan bahkan dari luar negeri. Rumah penduduk asli walaupun jauh lebih bagus dari rumah mereka dulu, namun kalah jauh dari rumah pendatang baru. Tanya kenapa?

2 thoughts on “Pare, Dulu dan Sekarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s