Ngapain Aja Sih di Shaoguan? (Pengalaman Kuliah di China)

Note: Ini tulisan tanggal 2 September 2013 yang baru dipublish sekarang. Tulisan ketika saya pulang summer vacation di Indonesia, sebelum berangkat kembali ke China seminggu kemudian. Tulisan ketika idealisme dan semangat masih tinggi dan membara. Oh, hari ini sudah hari ketiga di tahun 2014 rupanya.

Sebenernya jujur aja minat dan bakat nulis sudah hilang kemana, sudah lebih dari setahun mogok nulis, tapi kali ini tetap memaksakan diri buat nulis, seenggaknya supaya jadi memori biar nggak nguap bareng embun di taman depan rumah, jadi monggo dimaklumi saja kalau hasilnya sungguh tidak indah untuk dibaca.

Kali ini mau cerita banyak (niatnya sih cerita banyak, nggak tau lagi akhirnya jadi beneran banyak atau nggak) tentang pengalaman di China kemarin, di Shaoguan University setahun belajar basic Mandarin demi supaya bisa lanjut S1 di China.

Pusat kota Shaoguan. Photo by: Irene

Pusat kota Shaoguan.
Photo by: Irene

Setelah TK di sebuah swasta milik yayasan PKS, SD NU di kawasan pasar, SMP Pondok Hidayatullah dan SMA milik Ikhwanul Muslimin di Malaysia negara feudal, tercampak di sebuah Negara non Islam dan berbau komunis seperti China itu sungguh sesuatu yang baru dan mengejutkan mental pastinya.

Berdiri sebagai muslimah sendirian di kampus di antara puluhan ribu mahasiswa lainnya, bahkan jadi orang asing di seluruh penjuru kota, sambil membawa idealisme untuk tetap mengizzahkan islam, seenggaknya dari shalat 5 waktu, menutup aurat, menjaga pemakanan halal, menjaga batas hubungan dengan lawan jenis, dan sambil berusaha sekuat tenaga untuk menghidupkan sunnah seperti tadarus Quran, shalat dan puasa sunnah, dan juga berusaha mengemban misi yang insya Allah mulia: berdakwah, seenggaknya membuat orang orang sekitar mengenal Islam, semoga suatu hari nanti bisa mengajak orang masuk Islam, Amin, itu bisa saya katakan dengan gamblang di sini: Continue reading