Menilik Kebijakan Pembatasan Akses Internet di China

Jauh sebelum saya menginjakkan kaki ke China, saya sudah mempunyai kesan awal tentang China yang sangat membekas di hati, bahwa China merupakan negara yang melakukan pengawasan internet yang sangat ketat. Saat itu, berita mengenai pemblokiran media sosial yang mendunia seperti facebook, twitter, blog, termasuk salah satu hal yang merisaukan saya sebelum berangkat ke China. Saya tidak pernah membayangkan hidup tanpa media-media sosial tersebut, bagaimana cara saya untuk mengikuti perkembangan dunia? Bagaimana saya bisa berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman saya di Indonesia? Bukan hanya saya yang memandang negatif terhadap kebijakan internet China, namun banyak juga teman saya baik di Indonesia maupun di luar negeri yang memandang negatif bahkan mengolok terbatasnya kebebasan berinternet di China.

Setelah beberapa tahun hidup dan tinggal di China, perlahan saya mulai mempunyai pandangan dan kesan baru mengenai kebijakan pemblokiran internet yang diterapkan oleh pemerintah China, dan toh saya masih bisa hidup dengan baik walaupun berbagai akses internet diblokir oleh pemerintah China. Ternyata kebijakan China yang dulu saya anggap menyeramkan itu mempunyai banyak sisi positifnya yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Pertama, kebijakan penyaringan internet di China bermanfaat untuk menyaring berita-berita yang membahayakan stabilitas dan keamanan negara. Salah satu contoh yang saya masih ingat jelas, sekitar setahun yang lalu mendadak Instagram diblokir, padahal sebelumnya akses Instagram baik-baik saja. Setelah browsing dan mencari informasi, ternyata saya menemukan bahwa Instagram diblokir karna merebaknya foto demonstrasi pro-demokrasi di Hongkong. Pemerintah China tidak ingin demonstrasi di Hongkong memberikan pengaruh yang tidak diinginkan di China daratan. Sungguh sebuah antisipasi yang sangat cepat.

Selain itu, pembatasan kebebasan internet juga sangat berhasil memerangi pornografi.Ya, salah satu yang diblokir aksesnya secara besar-besaran oleh China adalah pornografi. Tidak bisa dipungkiri, pornografi merupakan sebuah penyakit sosial yang menjangkit banyak kalangan masyarakat, mulai orang dewasa, remaja, hingga anak-anak. Padahal, pornografi memberikan dampak negatif jangka panjang yang sangat berbahaya bagi pecandunya. Maka jika dilihat dari sudut pandang ini, keputusan memblokir situs-situs pornografi merupakan keputusan yang sangat bijak, bukan?

Kemudian, kebijakan ini juga memberikan keuntungan secara finansial. Keuntungan yang diperoleh dari transaksi online dan iklan akan tersalur untuk negeri China sendiri, tidak untuk negara luar. China sudah lama memiliki sejarah yang kurang dinamis dengan perusahaan search engine terbesar di dunia, yaitu perusahaan Google. Hal ini merupakan salah satu alasan China memblokir akses Google, mulai dari mesin pencarian, gmail, sampai google playstore. Apakah dengan itu China rugi? Tidak, justru sebaliknya. Semua keuntungan iklan yang akan mengalir ke google seandainya google tidak diblokir, sekarang justru mengalir ke perusahaan-perusahaan lokal seperti baidu dan tencent.

Terakhir, pembatasan akses terhadap internet juga mengasah kreatifitas masyarakat China. Diblokirnya berbagai macam website dan aplikasi luar tidak membuat rakyat China ketinggalan zaman, justru mengeksplorasi kreatifitas mereka. Begitu banyak aplikasi dan website tandingan yang tidak kalah keren daripada aslinya. Sebutlah Baidu untuk menggantikan google, QQ untuk menggantikan email dan facebook, wechat untuk menandingi line dan whatsapp, berbagai macam application store China untuk mengantisipasi pemblokiran Google Playstore, dan masih banyak lagi. Tidak hanya terkenal di China, bahkan beberapa dari aplikasi tersebut tersebar mendunia. Sebagai buktinya, teman-teman saya di Indonesia, atau bahkan negara tetangga Malaysia dan Singapura juga menggunakan Wechat.

Kebijakan pembatasan akses internet di China tersebut pastinya juga memiliki dampak negatif. Namun setiap negara punya caranya masing-masing, begitu juga China. China, dengan caranya sendiri, berhasil membuktikan kesuksesannya pada dunia. China berhasil menjadi negara pengekspor nomor satu di dunia, dan berhasil menjadi raksasa perekonomian Asia dan dunia. Selain itu, China juga membuktikan bahwa kebijakan internetnya membawa dampak baik untuk keamanan dan stabilitas negara. Namun begitu, belum tentu cara yang sama akan menuai hasil yang sama jika diterapkan di negara lain. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Indonesia, masih harus berjuang keras untuk menemukan metode terbaik untuk memajukan negara, dan untuk menaikkan nama negara ke tingkat yang lebih tinggi dan disegani dunia.


Catatan penulis:

6 thoughts on “Menilik Kebijakan Pembatasan Akses Internet di China

  1. Mau tanya Mbak, Pembatasan internet itu apakah untuk situs pelajaran juga? Yang saya tangkap China memang agak crash dengan US, sedangkan tidak bisa dipungkiri cukup banyak ilmu yang bisa diambil dari digilib-digilib kampus US. Lantas pembatasan internet itu juga sampai ranah sana kah?

    Oiya, adakah kampus Teknik Perkapalan di sana?

    Trims.

    Like

    • Betul Mas Pandu, tidak bisa dipungkiri juga memberi imbas ke ranah sana. Ini salah satu dari cukup banyak dampak negatif kebijakan China tersebut. (Walaupun China juga ada website lokal untuk mengakses jurnal dan sejenisnya, namun rasanya tetap belum cukup lengkap)

      Jurusan teknik perkapalan ada di banyak universitas di China Mas, beberapa universitas China masuk urutan top ten Asia lho🙂

      Like

  2. Oke Kak, makasih ya.
    anyway, namanya apa ya yang ada Teknik Perkapalannya itu? Mungkin bisa jadi saran untuk melanjutkan studi nanti kalau ada rezeki.

    Blognya bagus, saya suka puisi yang tentang senja. (Y)

    Like

  3. Assalamualaikum mbk izza, sy mau tanya mbk, sy kan dapet beasiswa dri pemerintahan jiangxi di china untuk program s2 perwakilan dari pp. Tebuireng jombang-jawa timur dengan kampus yang dituju adalah jiangxi normal university, ketika sy e.mail ke kampusnya ternyata beasiswanya mencakup beasiswa biaya kuliah dan akomodasi, yang sy tanyakan apakah akomodasi yg di maksud di china itu termasuk uang saku dan uang makan juga? Sebab sy e.mail lagi blum di blz2 sedangkan deadline nya bulan april 2016 nanti

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s