[Puisi] Berhentilah Menjadi Senja

image

Duduk diam terpaku,
Ku menanti senjaku,
Kamu.

Aku tau,
Keindahanmu semu,
Menyentuhmu aku tak mampu.

Belum lama kita bertemu,
Lalu kau kembali meninggalkanku,
Selalu begitu.

Mereka bilang senja itu indah,
Indah sekejap,
Kemudian berganti menjadi gelap,
Lantas mana indahnya?

Dapatkah kau berhenti menjadi senja?
Jangan menghilang lagi, jangan menyiksa lagi.
Jadilah dirimu sendiri, temani aku di sini.
Sejak terbit fajar pagi, sampai bulan bintang menari.
Hari ini, dan hari-hari setelah ini.

Aku berharap kita adalah kita
Aku dan kau, saling mencinta
Tanpa kenal batas masa
Untuk itu, berhentilah menjadi senja

Note:
Puisi ini iseng iseng dibuat untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba cipta puisi, tapi nggak menang. Hehe. Maklum sih, kualitasnya memang jauh dari kata bagus. Selamat menikmati, terima kritik dan saran๐Ÿ™‚

6 thoughts on “[Puisi] Berhentilah Menjadi Senja

  1. Seindah apapun senja di sore hari
    Ia kan berubah menjadi gelap juga
    Selama apa pun cinta itu menanti
    InsyaAllah pasti kan dipertemukan oleh-Nya…

    Tak perlu menangisi senja yg fana
    Karena ia hanya mampir dan menyapa
    Tak perlu risau akan kesendirian yg sementara
    Sinar rembulan kan memani mu hingga akhir masanya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s