Kalau Tidak Bisa Jangan Banyak Komentar

Assalamualaikum dan salam sejahtera,

Kembali lagi dalam episode “Peribahasa Mandarin”. Eh kali ini nggak bisa dibilang peribahasa sih karna ini sebenernya bukan peribahasa, cuma sebuah ungkapan yang baru-baru ini populer di China, bahkan sampai masuk ke urban dictionary lho. Bunyinya begini nih:

你行你上,不行别比比

Nǐ xíng nǐ shàng, bùxíng bié bǐbǐ

Artinya kurang lebih: Kalau kamu bisa, coba lakukan sendiri. Kalau tidak bisa jangan banyak komentar.

Definisi versi Urban Dictionary.

Kedengerannya agak kasar dan sarkas gimanaaa gitu ya. Tapi kalo dipikir-pikir ada makna baiknya, lho. Ungkapan itu mengajak kita untuk tidak sembarangan komentar, apalagi meremehkan orang lain. Contohnya, apa ya, hmm.

Contoh simple aja kali yak, ketika lagi nonton bola misalnya. Kalau ada kurang dikit gol tapi meleset, ada nggak sih yang komentar sejenis “aah gimana sih dia ini dikit lagi gol lho”, atau “ih masak gitu aja ga bisa”, atau malah menghina-hina pake kata-kata kasar, hayo ada gaak? Padahal nih yaa, kalau kita yang disuruh gantiin si pemain itu, emang kita bisa gantiin? Emang kita yakin bakal main lebih baik dari dia? (Kalo kita lebih baik mainnya sih pasti kita udah kepilih jadi pemain bola dari dulu, tapi toh sampe sekarang cuma jadi penonton di depan TV kan ya? hihi)

Nah, itu contoh simple, tapi kalau bola kayaknya masih nggak papa lah ya komentarin dikit-dikit, hihi.

Yang lebih bahaya lagi kalau komentarin orang-orang di sekitar kita, ngomong langsung tanpa filter dan tanpa memikirkan efeknya. Celetukan yang mungkin sebenarnya diniatkan untuk iseng, siapa tahu malah menyakiti hati orang lain? Siapa tahu malah menurunkan semangat orang?

Bahkan walaupun mungkin kita bisa melakukan dengan lebih baik, bukankah lebih baik menjaga hati orang lain? Bukankah lebih baik menggunakan cara yang bijak untuk mengingatkan (dan bukan meremehkan)? Yuk yuk dipikir lagi.

Thank you for reading, and have a nice day !🙂

Note:
– Semua kata “kita” di atas, sebenarnya lebih tepat digantikan dengan kata “saya”, karna sesungguhnya ini merupakan peringatan untuk diri sendiri, hihi.
– Eh tapi beda kasus ya untuk komentar seperti komentar dari bos untuk anak buahnya, komentar dari guru untuk muridnya, dan sejenisnya. Itu mah pasti untuk kebaikan pendengarnya kan yaa.
– Foto diambil dari blog wordpress chaoglobal

TAMBAHAN

Ada yang lupa saya tambahkan, sebenarnya ada satu hadits nabi yang related sekali sama tulisan ini, tentang menjaga lisan. Hadits ini salah satu hadits favorit saya, tapi ya gitu deh pelaksanaannya kadang masih kurang berhasil. Hm.

Hadits itu tidak lain dan tidak bukan adalah:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ » .

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau hendaklah ia diam.” HR. Bukhari

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s