Idul Fitri di Negeri Tirai Bambu

Idul Fitri 1436 H

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera,

Alhamdulillah tahun ini saya dikasih kesempatan untuk merayakan Idul Fitri di Nanchang, kota tempat saya menuntut ilmu. Walaupun bisa dibilang cukup sendu karena jauh dari keluarga dan suasana lebaran ala Indonesia yang meriah, tapi lumayan excited juga karena pertama kali merayakan Idul Fitri dengan suasana berbeda. Nano-nano gitu deh rasanya.

Tanggal 16 Juli saat satu Indonesia sudah satu suara untuk berlebaran hari Jumat, kita di sini masih galau kapan berbuka, menanti pengumuman dari Ahong (sebutan untuk imam masjid di sini). Bahkan masjid agung Nanchang sempat terawihan, sebelum kemudian datang pengumuman bahwa hari Jumat sudah masuk Syawal. Tapi shalat idnya tetap di tanggal 18 Juli karena sudah diagendakan sejak jauh hari, dan sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jiangxi dan polisi setempat untuk pengamanan. Di tempat minoritas muslim gini, pastinya tidak bisa seenak jidat untuk merubah jadwal.

Sabtu, 18 Juli 2015, hari itu masjid agung Nanchang cukup meriah. Didukung dengan cuaca yang adem di musim panas, masyarakat muslim Nanchang tumpah ruah memenuhi masjid dan halamannya. Jalan raya di depan masjid pun sempat ditutup untuk kami, bahkan ada beberapa polisi yang membantu menjaga keamanan shalat Idul Fitri hari itu. Yang bikin lebih menarik lagi, di depan masjid ada semacam bazar dengan bermacam jualan. Ada makanan-makanan yang halal dan menggoda, seperti sate kambing khas Xinjiang, ayam panggang, roti arab, snack, dan lainnya. Ada juga perlengkapan ibadah sejenis kopyah, jilbab, sajadah, kompas, dan lain-lain. Akhirnya pencarian kompas mini saya berakhir bahagia di sini. Shalat id pagi itu dimulai pukul 8.40, sesuai rencana tanpa molor sedikitpun. Agak siang ya kalau dibandingkan sama shalat id di Indonesia, padahal di sini subuh jam 4 pagi. Shalatnya sendiri sih kurang lebih sama lah ya seperti shalat id di Indonesia. Dimulai dengan takbiran, lalu ceramah bahasa Mandarin, lalu shalat dua rakaat dengan bacaan imam yang cukup bagus dan merdu.

Seusai shalat, kami bertiga mahasiswa muslim dari Jiangxi Normal University silaturahmi ke kampus sebelah, kampus Nanchang University yang jaraknya sekitar 15 menit naik bis kota (tapi nunggu bisnya ada kali setengah jam sendiri, hahaha). Teman-teman Indonesia di Nanchang University masih banyak yang belum pulang dan lebaran di Nanchang, mereka juga bikin acara makan-makan lebaran. Wah, pucuk dicinta ulam pun tiba. Hidangan ala Indonesia disertai dengan obrolan ringan dan menghibur cukup menjadi obat sendu. Setelah makan masih sambung lagi ngobrolnya, didominasi topik batu akik (entah mengapa batu akik populer sekali belakangan ini). Pukul 5.30 sore itu kita bertiga pamit pulang, oper bis 2x, dan alhamdulillah sampai flat dengan selamat jam 8.30 malam. Memang mau ke masjid atau kampus sebelah itu perjuangannya agak lumayan juga, tapi terbayar dengan opor, balado, sambal goreng, sate yang maknyus dan kebahagiaan bertemu teman senegara.

Jadi penasaran, lebaran tahun depan gimana ceritanya ya?

Akhir kata,

Selamat hari raya Idul Fitri 1436 H untuk teman-teman yang merayakan,
Taqabbalallah minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum,
(Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan, puasaku dan puasa kalian)
Mohon maaf lahir dan bathin atas segala salah dan khilaf, baik tulisan, perkataan maupun perbuatan,
Dan semoga kita dipertemukan lagi dengan ramadhan tahun depan.

Aamiin.

14 thoughts on “Idul Fitri di Negeri Tirai Bambu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s