Hati-Hati dengan Kata-Kata (Doa)mu

Assalamualaikum dan salam sejahtera,

Cerita tentang keajaiban doa sudah sering sekali saya temui di sekitar saya, dan sering juga saya baca dari motivator maupun seleblog. Beberapa kisah yang unik dan berkesan nih ya:

Ada seleblog yang jaman dulu pernah berdoa pingin dapet jodoh berwajah caucasian alias yang berkulit putih, mata biru, dan rambut coklat, lalu beralih menyukai wajah-wajah oriental ala Jepang dan Korea, ganti lagi jadi mengincar pria berparas manis kejawaan. Di akhirnya, coba tebak dapat suami siapa? Orang Swedia yang mukanya putih sipit ala Korea, dan punya keturunan Indonesia. Silahkan baca cerita lengkapnya di blog mbak Bebe yang menarik (halo mbak Bebe, saya silent reader bertahun-tahun lho :D) *buka kartu*

Ada lagi seleblog lainnya yang sejak SD sudah menulis cita-citanya secara gamblang di setiap kali tuker-tukeran biodata sama temannya: Direktur SDM TELKOM. (Hebat banget ya jaman SD sudah punya cita-cita sedetail itu). Lalu sekarang beneran jadi karyawan TELKOM bagian SDM, belum jadi direktur sih. Mungkin sebentar lagi? Hehe.

Lain lagi dengan kisah seorang selebgram Indonesia yang sudah sangat settle di Indonesia, cantik, banyak fansnya, aktif di banyak kegiatan dan job. Lalu karena suaminya tinggal di Belanda, dia pun ngikut dong tinggal di Belanda. Awalnya sempat stress karna harus mulai semuanya dari awal, yang dulunya mobilitas tinggi jadi lebih banyak di rumah, job di Indonesia yang banyak itu terpaksa ditinggal. Lalu suatu hari ada yang komentar, “ya ampuuun ternyata kamu beneran tinggal di Belanda ya sekarang? Dulu kan kamu pingin banget tinggal di Belanda?”.

***

Beberapa hari lalu seorang kenalan baru bertanya, “kamu kenapa pilih kuliah di China?”. Sebenarnya sudah sering saya dapat pertanyaan ini, dan jawaban normal saya adalah: untuk menjawab pepatah “Tuntutlah ilmu walau ke negeri China”; Bahasa Mandarin sekarang sedang berkembang pesat; China merupakan raksasa ekonomi dunia; saya suka mempelajari bahasa dan budaya; dan sejenisnya.

Tapi pertanyaan kawan saya hari itu beda. Beda, karena entah kenapa membuat saya teringat kembali masa-masa SMA dulu, tentang sebuah memori yang sudah lama saya lupakan, namun sekarang teringat kembali.

***

Ketika menginjak pertengahan masa SMA, Abi (read: ayah) dalam perbincangan melalui telepon bertanya: “Kamu nanti mau kuliah dimana? Di luar negeri aja sekalian ya. Coba dipikir dari sekarang, mau kemana.”

Setelah percakapan selesai dan telepon dimatikan, saya mengambil buku agenda saya dan membuka halaman paling belakang: peta dunia.

Saat itu, proses adaptasi di Malaysia yang berat menurut saya membuat saya merasa pingin cepat kabur dari Malaysia. Selain itu karena alumni SMA saya menyebar di berbagai belahan dunia, saya mau cari negara yang tidak ada senior SMA saya.

Mata saya tertuju ke peta negara China. Iya, belum ada senior SMA saya yang lanjut di China. Sudahlah, ke China saja.

Iya, alasan saya kala itu memang sesimple itu, dan sedangkal itu.

Lalu ketika abi telpon di kemudian hari, saya ceritakan keinginan saya untuk melanjutkan kuliah di China, dan Abi mendukung. Abi bahkan menambahkan kelebihan dan positifnya China. Hati saya pun mantap. China, disanalah saya akan kuliah. Di buku agenda halaman paling belakang itu, saya tuliskan persis di peta Chinanya: insya Allah aku akan kuliah di sini.

***

Dan di sinilah saya sekarang. Negeri Tirai Bambu, kuliah S1 Bahasa Mandarin.

***

Setelah mengingat kilas balik masa lalu itu, saya tersadar. Tak perlulah melihat ke orang-orang besar di luar sana untuk menyadari betapa ajaibnya kekuatan doa. Saya bisa sampai ke China ternyata juga merupakan pembuktian dari keajaiban doa itu sendiri. Kadang juga tak perlu melihat hal-hal sebesar itu untuk merasakan keajaiban doa. Bahkan hal-hal kecil dan doa-doa simple, kadang dikabulkan dengan cara-Nya, seperti suatu hari ketika saya berada di Shanghai dan membeli kartu MRT three days pass.

“Ah harus memanfaatkan three days pass semaksimal mungkin nih,” batin saya pagi itu. Hanya dalam batin ya.

Dan seharian itu saya sukses nyasar-nyasar sehingga harus berkali-kali keluar masuk MRT~ (hahahaha)

Three days pass hari itu termanfaatkan betul-betul semaksimal mungkin. Doa yang terkabul, bukan? Bukan hanya kartu MRT yang termanfaatkan maksimal, kaki saya juga termanfaatkan dengan maksimal.

***

Maka mungkin itu merupakan sebuah peringatan untuk saya, untuk lebih berhati-hati dalam berkata (meskipun hanya dalam hati), karena kata-katamu (ku) adalah doamu (ku).

Dan sebuah nota manis juga, bahwa doa yang dibatinkan sekilas pun terkabul dengan cepat dan kontan, apatah lagi doa yang dipanjatkan dengan serius dan terus-menerus?🙂

***

Petikan firman Allah dalam surat Al-Mu’min ayat 60, artinya:

“Dan berfirman Tuhanmu “Memohonlah (mendoalah) kepada-Ku, Aku pasti perkenankan permohonan (doa) mu itu.”

***

Wallahu a’lam

p.s. Baru kembali merasakan nikmatnya paket komplit kamar+wifi+laptop+vpn setelah sekitar 3 mingguan (musafir keluar kota lalu pindah flat dan wifi sempat error, cerita tentang ini insya Allah menyusul), maaf ya belum sempat blogwalking hihi.

11 thoughts on “Hati-Hati dengan Kata-Kata (Doa)mu

  1. Doa memang luar biasa ya. Saya juga dapat cerita dari seorang ustadz, bahwa syekh Sudais, Imam Masjidil Haram sewaktu kecil sangat nakal. Saking nakalnya, ibunya bilang, “kamu ini nakal sekali, tak doain kamu menjadi imam masjidil haram”. Dan ternyata kata-kata spontanitas itu menjadi doa, sehingga hingga saat ini Syekh Sudais menjadi imam masjidi haram. Semoga kita mampu meraih mimpi-mimpi kita dengan doa yang selalu dipanjatkan. amiin.

    Liked by 1 person

  2. Hai.. salam kenal yaa..
    Memang kalau kita lagi ngebatin itu terkadang harus hati-hati banget. karena kadang secara ga sengaja menjadi doa dan akhirnya diturutin juga sama Allah SWT. aku udah beberapa kali kayak gitu, jadinya sekarang suka sering ngingetin diri untuk ga sembarangan ngomong atau ngebatin. takutnya kejadian beneran. Kalo hal yang menyenangkan mah tetep Alhamdulillah sih.. hahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s