Tidak (Se) Susah (Itu) Menemukan Makanan Halal di China

Halooo, Assalamualaikum dan salam sejahtera.

VPN di China belakangan melemah parah, terutama yang di laptop. Jadi sementara update alakadar via handphone deh ya. Maafkan kalau ada typo atau gak sesuai EYD atau agak kacau balau haha. Semoga VPN segera menguat kembali🙂

Jadi ceritanya bulan lalu ada temen SMA yang ke China – Shanghai buat internship, sambil jalan jalan dong tentunya ya. Hari-hari pertama nyampe Shanghai dia cerita susah banget buat nemuin restoran atau warung halal, padahal udah muter-muter naik taksi, restorannya tetap nggak ketemu.

Padahal sebenernya nggak sesusah itu lho buat cari restoran halal di China. Hihi. Yaa nggak perlu dibandingin sama Indonesia sih yaa, beda mah negara mayoritas muslim sama minoritas muslim. Bahkan orang lokal di sini pada umummya nggak kenal apa itu halal. Jadi kalau nanya “dimana ada restoran halal deket sini?” ke random local people gitu juga hampir ga ada orang yang bisa jawab kali ya.

Jadi gimana dong? Susah dong cari makanan halal?

Di China ini ada kedai halal yang bisa ditemui dimana-mana, hampir di setiap daerah pasti ada kedai halal ini, dalam walking distance (di dalam kampus saya saja ada 6 kedai). Namanya kedai Lanzhou Lamian atau 兰州拉面 (cara baca: lancou lamien). Lanzhou Lamian adalah makanan khas dari daerah Lanzhou, yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Hampir bisa dipastikan setiap kedai Lanzhou Lamian adalah halal, ada logonya, dan tidak jarang penjualnya berjilbab.

image

Kedai Halal Lanzhou Lamian (warna hijau), di bagian atas signboard ada tulisan Arabnya, apa hayo bacanya? :p


Kedai Lanzhou Lamian menjual menunya dengan harga normal seperti warung-warung di China pada umumnya, seporsi rata-rata sekitar 10 RMB (kurs September 2015, 1 RMB=Rp 2300-an). Rasanya masih bisa dikategorikan enak, bisa diterima deh sama lidah Indonesia. Menu khasnya? Pastinya Lamian itu sendiri (ramen ala China), dengan topping telur atau daging sapi. Seger banget deh kuahnya, ditambah mi yang fresh baru dibikin setelah kita pesen. Kalo beruntung bisa lihat abangnya narik-narik adonan yang tebel sampe jadi setipis mie.

image

Nggak bisa Mandarin? Tenang, tinggal tunjuk foto🙂

Menu khas lainnya, Xinjiang Da Panji. Menu ini khas Xinjiang, yang isinya ayam, jamur, mie, kentang, wortel, dan lain lain dicampur jadi satu, pake bumbu rempah macem-macem. Sedap sekaliii dan seger. Biasanya ini seporsi dimakan rame-rame buat 4-5 orang karna memang porsinya banyaaak banget.

image

Menu di Lanzhou Lamian. Nasi Tumis Tomat Telur

image

Lamian Telur yang khas

Gitu deh kira-kira. Jadi nggak perlu bingung cari restoran halal di China. Tinggal tanya orang dimana “Lanzhou Lamian”, dan selamat makan dengan hati tenang! Habis makan masih bisa numpang shalat pula, mereka dengan senang hati akan meminjamkan tempat untuk kita shalat.

Kalau mau merasakan citarasa yang beda, bosan sama lanzhou lamian, bisa juga cobain restoran Turki, Arab, atau timur tengah yang lainnya. Di Guangzhou bahkan ada Pandan Indonesia Restoran yang ada logo halalnya. Atau bisa juga makan fast food sejenis Dicos (cabang Yiwu sih, cabang lain nggak semua ada halalnya), atau Pizza2pizza di Guangzhou, dan masih ada lainnya.

image

Sate Xinjiang halal

Oh ya. Kalau kamu beruntung, kamu bisa nemu abang-abang yang mukanya ala Arab gitu, jual sate kambing di pinggir jalan. Nah, itu juga bisa dimakan tuh. Sate kambingnya enak banget, apalagi kalo dimakan pas musim dingin.

Aah, jadi baper laper.

(Foto belum lengkap, menyusul ya insya Allah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s