[Puisi] Rindu

rindu tak perlu diobral dilafazkan dengan lantang
jika memang belum tiba masanya,
rindu hanya semacam janji palsu yang tak jelas rimbanya.

rindu hanya akan menjadi rindu yang sia-sia,
selagi kau tak bergerak mengejar mengusahakan.

rindu sangat mungkin akan menjadi sendu,
melihatnya menjauh semakin tak tersentuh.

rindu butuh usaha nyata,
rindu perlu dibuktikan dengan jantan,
sebab yang kau rindu mungkin sedang menunggumu.

beraksilah agar rindu dapat terbayar lunas
agar dia tak sempat menyerah lalu melepas
menghilang dari pelupuk mata
memutus ikatan jiwa
mengalihkan doa-doa
pada lelaki lain yang juga merindu padanya, dengan aksi nyata.

(c) Bina Izzatu Dini

Nanchang, 15 Juli 2015.

entahlah prosa ini apa artinya, akupun juga bingung sendiri~

________________________________________________________

Puisi beberapa bulan yang lalu, yang akhirnya kuputuskan untuk ditayangkan di sini, setelah barusan dibacakan di Radio PPI Dunia.

Maksud puisi itu apa? Sudah jelas kan ya rasanya. Dan tadi, penyiar Radio PPI Dunia juga sudah mengulas dengan sangat memuaskan.

Kenapa puisi ini kutulis? Aku masih ingat kenapa, tapi bukan untuk khalayak umum alasannya. Cukuplah aku dan Tuhanku yang tau, ya~

Love,

Izza

2 thoughts on “[Puisi] Rindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s