Pesan untuk Diri Sendiri: Hidup Adalah Tentang Kebermanfaatan

Ingatlah selalu dan berterusan, bahwa yang dinilai dari hidup seorang insan adalah kebermanfaatannya untuk lingkungan, dan untuk manusia di sekelilingnya.

Bahwa manusia yang terbaik menurutNya dan menurut manusia yang menggunakan hati sucinya, bukanlah semelimpah apa hartanya, bukanlah secantik apa parasnya, bukanlah setinggi apa pangkatnya. Tapi manusia terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

Dan bukankah sudah kau dapati banyak teladan baik tentang hal ini. Tentang manusia manusia yang membaktikan hidupnya untuk kebermanfaatan, betapa bahagia hati mereka, dan betapa berseri mukanya, dan betapa mengagumkannya.

Maka ketika ada kesempatan untuk memberi kebermanfaatan, ambillah dengan basmalah.

Maka ketika hatimu mungkin kadang lelah, tujuan hidupmu ingatlah.

Maka ketika ada ajakan atau dorongan untuk berlaku sebaliknya, senyumlah, teguhlah, dan jangan kalah.

Karena apa bedanya manusia hidup dengan seonggok batu yang terbiar, jika tak memberi manfaat. Jika tersia-sia. Naudzubillah.

Nanchang, 151214

***

Aku sudah terbiasa dididik dan dibesarkan dalam prinsip “manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat untuk sesamanya”, sebuah hadits Rasulullah yang aku yakin semua muslim pasti sudah familiar dengannya, dan aku juga sudah sering menyaksikan sendiri dedikasi Ummi dan Abi untuk lingkungan.

Bukan hanya dari keluarga, Alhamdulillah selama 20-an tahun hidup, saya selalu dipertemukan dengan sahabat-sahabat yang berprinsip sama. Ya, saling tolong-menolong dalam kebaikan.

Teringat pula kisah seorang kawan di Shaoguan dulu, yang saking baik ayahnya dalam membantu orang, sampai tertipu dan ludes harta-bendanya, rugi besar. Tapi toh sampai sekarang si Om tetap saja hatinya sebaik itu, seberharga permata, tidak kapok untuk tetap menjadi orang baik.

Walaupun sudah ada teladan yang sangat layak ditiru, tapi entah kenapa kok ya nggak sepenuhnya nular ke aku ya. Sering sekali ada tawaran untuk membantu orang, atau tawaran yang memerlukan dedikasi dan pengorbanan untuk lingkungan, dan hatiku berat aja gitu. Entah berat karena lelah, entah berat karena memang aku merasa nggak sanggup, entah kadang membantu tapi dalam hati menggerutu.

Padahal hadits Rasul tentang kebermanfaatan itu aku sudah hafal di luar kepala. Padahal firman Allah tentang betapa kebaikan itu beranak-pinak hasilnya, aku juga sudah berkali-kali membacanya. Tapi tetap saja, hatiku masih hati manusia, kadang kena juga hasutan setan-setan nakal.

Seperti biasa, Ummi, Abi, atau sahabat-sahabat terdekat mengingatkan,

“Jika dengan itu kamu bisa memberikan kontribusi dan manfaat, kenapa tidak?”

“Diniatkan saja untuk membantu orang…”

Maka ketika suatu hari aku bertemu dan menyaksikan sendiri beberapa manusia yang mempunyai prinsip dan pandangan hidup yang sebaliknya, agak kaget juga. Rasanya aku juga sudah beberapa kali dibisikin dengan peringatan sejenis “jadi orang jangan terlalu baik”, (padahal aku sendiri merasa masih sering sekali menjadi orang yang kurang baik).

Oh, ternyata ada ya manusia dengan tipe begini dan begitu. Untuk hal yang satu ini tak perlulah dirinci, karena menurutku pribadi bukan hal yang patut untuk dicontoh.

Yup, pada hakikatnya manusia memang diciptakan beragam jenisnya, dan semoga dalam hal ini, aku bisa terus belajar dan berusaha untuk masuk dalam golongan mereka yang hidup untuk bermanfaat.

Abi dalam sebuah kesempatan pernah mengajakku melayat seorang temannya yang meninggal dunia. Kala itu sangat ramai pelayat dan ramai juga yang menshalatkan, dan Abi berkata sambil berbisik, kurang lebih intinya:

“Kita hidup pada akhirnya adalah untuk mati. Kalau hidup kita memberi manfaat untuk orang sekitar, kalau hidup kita memberi makna dan kesan baik untuk lingkungan, akan ada banyak yang akan mengantarmu menuju alam selanjutnya. Akan ada banyak yang menshalatkanmu, meringankan bebanmu.”

Waktu itu aku hanya mengangguk pelan, tapi kata-kata Abi terekam baik dan tersimpan di hati sampai bertahun-tahun setelahnya. Semoga bisa menjadi penguat untuk terus berusaha menjadi orang baik, walaupun dunia ini semakin hari semakin macam-macam saja ragamnya.

Selamat membuat pilihan yang bijak.

Wallahu a’lam bis shawab.

(Alert: awas aja, habis publish gini nanti langsung “ditagih” lunas sama Allah ^^)

 

3 thoughts on “Pesan untuk Diri Sendiri: Hidup Adalah Tentang Kebermanfaatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s