Sinopsis dan Review Film: Surga Yang Tak Dirindukan (2015)

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera.

Beberapa hari yang lalu, setelah dibisikin teman buat nonton film yang katanya bikin geregetan dan ngelus dada, akhirnya aku pun nonton film ini: Surga Yang Tak Dirindukan.

33aa2caa5af9428010be8e3c68525366

Surga Yang Tak Dirindukan

Film keluaran 2015 ini berkisah tentang Pras dan Arini yang saling menemukan dalam keadaan baik lalu menikah dan memiliki keluarga yang bahagia.

Kehidupan harmoni mereka terusik setelah pada suatu hari Pras menyelamatkan Mei Rose, wanita depresi yang baru saja melahirkan dan nyaris bunuh diri, dengan cara menikahinya dan menjadikannya istri kedua tanpa sempat meminta izin pada Arini terlebih dahulu.

Lantas bagaimana kelanjutannya? Bagaimana Arini menyikapi suaminya yang poligami? Bagaimana Pras bersikap sebagai suami untuk dua orang istri? Bagaimana sikap Mei Rose sebagai istri muda? Akankah drama ini berakhir bahagia?

Secara keseluruhan, filmnya lumayan mengaduk-aduk perasaan, bahkan yang cowok pun ada yang kebawa nangis, haha. Tapi juga ada beberapa kejanggalan yang tidak masuk akal dan pertanyaan:

–  Mulai dari awal film aku sudah agak protes protes dalam hati karena adegan Pras baru kenal Arini langsung main ke rumah, nggak logis banget gitu loh. Jaman sekarang, yang udah pacaran 1 tahun belum berani ke rumah juga banyak. Tapi mungkin karena ini merupakan adaptasi dari buku, jadi dipercepat gitu kali yah. Mungkin…
– Apakah menolong seseorang itu harus dengan cara menikahinya (dan poligami dadakan tanpa persetujuan istri pertama)? Apa tidak ada jalan lain yang lebih aman dan manusiawi?
– Kenapa film tentang poligami, endingnya selalu si istri kedua mati atau pergi? Realitanya jarang yang begitu, bung. Kadang perlu juga deh ada film yang endingnya non-fairytale, hihi.
– Kenapa Fedi Nuril suka kedapetan peran suami poligami ya? Mukanya mendukung kah? Hahaha ini pertanyaan intermezzo aja yah.
– Oke, pertanyaan ini bukan tentang filmnya, tapi lebih tentang pengarang bukunya. Kenapa Asma Nadia suka bikin tulisan tentang poligami ya? Penasaran aja ada alasan apa haha.

Err sebenernya mungkin bakal banyak yang bilang film ini kurang bergizi, isinya memang banyakan drama yang tidak realistis sih. Supaya lebih menikmati, saranku sih nontonnya nggak usah pake logika. Dinikmati aja, dihayati aja. Buat kamu yang sedang lelah dengan kuliah atau tuntutan kehidupan lainnya, dan ingin merehatkan otak dari yang berat-berat, monggo disimak aja gan filmnya. Yaah kurang lebih segenre lah sama Ayat Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Dalam Mihrab Cinta, dan sejenisnya.

Apalagi buat cewek-cewek deh, bikin berimajinasi. Adakah cewek seikhlas Arini? Sanggupkah kita kalau ada di posisi itu? *halah*

Yasudahlah, yang penasaran, simak sendiri aja ya gan. Yang udah nonton, gimana gimana? Ada komentar apa?

Thank you for reading and have a nice day!😀

19 thoughts on “Sinopsis dan Review Film: Surga Yang Tak Dirindukan (2015)

  1. Haha, sebelum saya baca tulisan Izza saya minat nonton, pas nonton, yaah koq bentar bosen. Enamtah alergi apa dengan produk filn Indo. -_-

    Walhasil baca tulisan mbak Izzah udah bikin tahu alurnya.😀

    Kadang “puyeng” ya bahas poligami, cuma kalau sudah tahu “duduk jelas perkara poligami” dalam Alquran, ternyata gak segitu amat…. *amat-amit😀

    Like

    • Wahaha. Kalo AAC n KCB juga bosen mas? Terus sukanya film yang kayak gimana? Kalo suka film barat, Alif Lam Mim mungkin cocok ya mas? Plotnya keren banget.

      Hmm begitulah.. Poligami, topik bahasan yang dihindari oleh banyak perempuan. Lol.

      Liked by 1 person

      • Bukannya apa ya, cuma kadang bawaannya kurang mood aja.

        Wah kalau AAC itu sebelum “bosen” saya datang mbak…😀
        Top lah, menginspirasi banget dg AAC (just AAC) dan novelnya.

        Alif lam mim ya, dicatet. Thanks mbak Izza..

        Haha, poligami itu natural sifatnya mbak Izza. :D:D

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s