Uda Wempy, Kembali untuk Berkontribusi

Adalah Wempy Dyocta Koto, atau lebih akrab disapa Uda Wempy, narasumber kami di program Inspirasi Sahabat Radio PPI Dunia malam itu, Selasa, 9 Februari 2016 pukul 21.00 – 22.00 WIB.

Wempy Dyocta Koto

Program Inspirasi Sahabat Radio PPI Dunia bersama Wempy Dyocta Koto

Uda Wempy adalah CEO perusahaan Wardour & Oxford, venture capitalist, public speaker, mentor, dan masih banyak lagi pencapaian-pencapaian istimewanya.

Malam itu, Sobat Siar Biondi dari Beijing sebagai host, dan saya dari Nanchang sebagai co-host bergantian ngobrol bareng Uda Wempy yang sangat ramah dan membumi. Ada banyak sekali petuah dan ceritanya yang inspiratif, penuh semangat dan menyentuh hati. Satu jam interview rasanya kurang, karena masih banyak yang sebenarnya bisa digali lagi.

Uda Wempy lahir di Indonesia, namun besar di luar negeri. Beliau tinggal di luar negeri selama 20 tahun, mengembara ke berbagai negara: Australia, Amerika, Hong Kong, dan masih banyak lagi negara, namun pada akhirnya dua tahun yang lalu memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

Pertanyaannya: Kenapa? Di saat di luar negeri sudah punya banyak koneksi, sudah punya bisnis sendiri, kenapa kembali ke Indonesia dan memulai semuanya dari awal? (Bahkan untuk berbahasa Indonesia pun Uda Wempy harus belajar dari awal).

“Ini adalah salah satu keputusan besar dalam hidup saya. Secara finansial, kembali ke Indonesia memang tidak mudah. Namun ada waktunya, kita akan berhenti memikirkan “apa yang bisa saya dapat” dan “apa untungnya untuk saya”. Ada waktunya, yang kita pikirkan berubah menjadi “kontribusi apa lagi yang bisa saya lakukan untuk negara?”. Dan dengan pulang ke Indonesia, saya bisa memberikan kontribusi lebih nyata untuk negara”.

Begitu kurang lebih jawaban Uda Wempy malam itu, beserta pesan terselip untuk kita, pelajar Indonesia di luar negeri, untuk pulang ke Indonesia jika sudah selesai mengejar apa yang perlu dikejar.

Masih banyak lagi yang kita diskusikan malam hari itu. Tentang etika bisnis orang Indonesia yang masih jauh dari kata baik, misalnya.

“Indonesia itu negara yang banyak jadi incaran investor karena menjanjikan pasar yang bagus. Namun begitu menyentuh bab etika, mereka semua ketakutan. Banyak pertanyaan tentang apakah korupsi, kolusi, nepotisme, dan sebagainya dalam pemberitaan media itu benar-benar terjadi di Indonesia? Sayangnya jawabannya adalah iya, saya terpaksa membenarkan pertanyaan tersebut.”

Uda Wempy juga mengakui bahwa generasi di atasnya, dan generasi Uda Wempy sendiri telah gagal dalam membangun dunia bisnis yang sehat di Indonesia. Namun Uda percaya bahwa generasi muda saat ini (yeah, saya, sobat siar Biondi dan sobat PPI lainnya), punya kesempatan untuk memperbaikinya. Sekarang ini saatnya kita generasi muda untuk bergerak.

Sebagai pesan penutup live interview malam hari itu, Uda Wempy berpesan,

“I want you to live a life that is designed by you for you. Comparison breed jealousy, breeds anger, breeds discontentment, and breeds dissatisfaction. Kalau kita fokus kepada hidup orang lain dan bandingkan hidup kita kepada orang lain, kita tidak akan penah puas. Fokus kepada diri sendiri untuk mengejar cita-cita dan impian Anda. Kalau ada teman-teman Anda sukses, you should be happy for them. Ini salah satu masalah orang Indonesia: senang melihat orang susah, padahal kita seharusnya menjadi orang yang suportif dan saling mendukung. And don’t forget to enjoy the journey, because it will be greater than the destination.”

Malam itu sepertinya jadi sebuah malam perenungan yang panjang bagi saya, kak Biondi dan para pendengar Radio PPI Dunia lainnya.

Bagi saya sendiri, yang dulunya sering sekali pesimis mengenai masa depan Indonesia, malam itu saya kembali membuka mata dan hati. Ternyata masih banyak “berlian-berlian” Indonesia yang peduli akan bangsa dan negaranya, masih banyak mereka yang mau turun tangan memperjuangkan Indonesia. Ya, masih ada harapan Indonesia akan jaya. Pertanyaannya adalah, saya mau berada di posisi yang mana? Penonton dalam diam, atau ikut terjun bahu-membahu dan bekerja sama?

Bagaimana menurutmu?

P.s. Sebenarnya masih banyak sekali poin-poin penting dari live interview malam hari itu, serta ada sesi pertanyaan dari listeners juga, tapi terlalu panjang untuk dituliskan semua di sini. Saya rasa biar gereget memang harus live streaming sendiri sih ^^

2 thoughts on “Uda Wempy, Kembali untuk Berkontribusi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s