Diet Plastik dan Sebuah Komitmen

Beberapa minggu belakangan, aku mendapat cerita dari seorang kawan. Kawanku bilang, demi melakukan sesuatu untuk bumi kesayangan, dia rela berhenti menggunakan plastik.

Selain menjauhkan diri dari kantong plastik, si Kakak cantik nan charming juga sebisa mungkin mengurangi penggunaan plastik di tempat lain. Sebut saja snack snack di supermarket, mie goreng instan khas Indonesia yang pasti dirindukan oleh perantau di luar negeri, shampoo sabun dan pasta gigi komersil yang packagingnya pakai plastik, dan banyak lagi perjuangannya.

Kalau ditanya komentarku dalam satu kata: salut.

Dedikasinya. Komitmennya. Kok bisa sih?

Bahkan kata si Kakak alias Nona No Plastic, dia sampai bikin ramuan pasta gigi sendiri. Begitu juga dengan hubungan romantisnya dengan Indomie, putus sudah. Digantikan dengan mie telur masakan sendiri. Aku yakin sih masih banyak lagi perjuangan dan pengorbanannya, yang belum sempat kukorek lebih dalam. Maklum, “ketemuan” dan ngobrol bareng aja jarang-jarang.

Tapi kebayang dong ya perjuangannya….  Continue reading