Review Novel Ala-Ala: Hujan – Tere Liye

Tere Liye, udah lamaa banget ga baca novel beliau. Terakhir yang paling berkesan ya “Bidadari-Bidadari Surga”. Baca “Moga Bunda Disayang Allah” yang ada malah aku kesel sendiri karena itu kaan kisahnya Helen Keller, maksa banget dah ngadopsinya. Novelnya yang lain pun, “Sepucuk Angpau Merah”, “Hafalan Shalat Delisa”, “Ayahku Bukan Pembohong”, menurutku kurang menantang, alurnya bisa ditebak.

Makanya begitu buku-bukunya yang baru ini pada terbit: “Bulan”, “Bumi”, “Hujan”, “Pulang”, aku awalnya agak skeptis juga sih. “Halah, paling ya masih gitu-gitu aja,” pikirku dulu. Tapiii di sosmed kok sering banget seliweran reviewnya, dan pada komen positif aja gitu ya, terutama Hujan dan Pulang. Akhirnya penasaran juga, dan kebetulan banget barusan dapat hadiah Hujan. Hihi. Makasih ya.

cvnuwmhueae2m2o

Cover novel Hujan. Gambar dari sini

Dan. Ternyata. Hujan ini bagus. Banget! Continue reading