Review Novel Ala-Ala: Hujan – Tere Liye

Tere Liye, udah lamaa banget ga baca novel beliau. Terakhir yang paling berkesan ya “Bidadari-Bidadari Surga”. Baca “Moga Bunda Disayang Allah” yang ada malah aku kesel sendiri karena itu kaan kisahnya Helen Keller, maksa banget dah ngadopsinya. Novelnya yang lain pun, “Sepucuk Angpau Merah”, “Hafalan Shalat Delisa”, “Ayahku Bukan Pembohong”, menurutku kurang menantang, alurnya bisa ditebak.

Makanya begitu buku-bukunya yang baru ini pada terbit: “Bulan”, “Bumi”, “Hujan”, “Pulang”, aku awalnya agak skeptis juga sih. “Halah, paling ya masih gitu-gitu aja,” pikirku dulu. Tapiii di sosmed kok sering banget seliweran reviewnya, dan pada komen positif aja gitu ya, terutama Hujan dan Pulang. Akhirnya penasaran juga, dan kebetulan banget barusan dapat hadiah Hujan. Hihi. Makasih ya.

cvnuwmhueae2m2o

Cover novel Hujan. Gambar dari sini

Dan. Ternyata. Hujan ini bagus. Banget!

Sinopsis di cover belakangnya cuma sepuluh kata aja: Tentang persahabatan. Tentang cinta. Tentang perpisahan. Tentang melupakan. Tentang hujan.

Bener-bener nggak bisa bayangin apa-apa sih kalo aku baca sinopsisnya doang. Intinya novel ini menceritakan tentang Lail yang diselamatkan oleh Esok ketika bencana gempa bumi dahsyat melanda. Lail yang masih berusia 13 tahun, saat itu terpaksa menerima nasib menjadi yatim-piatu dadakan. Beruntung Lail dipertemukan dengan Esok yang menggantikan sosok ayah-ibunya, menjadi penjaga dan pelindung Lail. Nah dari situ lah cerita mereka berdua dimulai. Kompleks. Walaupun seharusnya, bisa disederhanakan dengan beberapa menit percakapan saja. Penasaran? Baca aja sendiri :p

Sudah jarang banget bisa baca novel sampe kelar, akhirnya Hujan ini bikin sadar sih, bahwa baca buku (novel, red) itu masih seru dan asik. Cuma butuh nggak sampai 1 hari aja buat namatin 318 halamannya, dan walaupun sempat beberapa kali bosan, tapi begitu nerusin baca sedikit lagi, eh udah ada hal baru yang bikin penasaran lagi. Jalan ceritanya seru. Banyak kali dibikin terkaget-kaget.

Aku suka banget setting ceritanya yang ilmiah: perubahan iklim, bencana alam dkk, akhirnya nambah pengetahuan. Aku juga suka setting cerita tentang relawan dan perawat. Dua hal yang aku tertarik banget selalu pingin tahu cerita seputar itu.

Pesan-pesannya juga dapet. Intinya tentang hidup dan berdamai dengan kenangan-kenangan masa lalu yang menyakitkan #tsah. Juga tentang mencintai dalam diam #tsah #lagi. Dan betapa wanita itu butuh kepastian #bukankode #abaikan.

Tapi masih ada sih beberapa poin yang… jadi tanda tanya:

1. Ide ceritanya, mirip banget sama 2012 nggak sih? Pake sistem ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) gitu yaa. Pokoknya dari awal cerita tentang perubahan iklim, kepunahan manusia, upaya menyelamatkan manusia, itu langsung kebayang film 2012 aja. Di satu sisi aku kurang suka sih acara nyomot – nyomotan gini, tapi di sisi lain, eksekusinya apik, jadi buatku, lumayan termaafkan.

2. Ini beneran nanya. Apa ya mungkin, dua orang yang LDR an 7 tahun, GANTUNG dan TANPA STATUS, komunikasi cuma sebulan sekali (dan setiap ketemuan nggak nyampe sehari), atau bahkan sampe tahap cuma bisa telponan SETAHUN SEKALI selama 30 menit saja, dan hubungannya masih bisa berlanjut dengan baik? Ga pernah sedikitpun kesengsem sama yang lain yang siap sedia di sekitar? Ga berasa hampa, dan makin hambar akibat kurang komunikasi? Di aku, kok kurang masuk akal yah. Eh tapi kalau mau nyeritain sedetail itu, kayaknya bakal jadi 5x lipat lebih tebel yah novelnya. Haha.

Just my two cents siih😛

Tapi secara keseluruhan tetep puaaas banget baca Hujan ini. Nggak rugi*yaiyalah gratisan*, nggak nyesel sampe rela begadang-begadang gini, kelar baca langsung nulis review abal-abal pula. Ntaps lah pokoknya!

Kamu udah baca? Menurutmu gimana?😉

p.s. Maaf belum sempat balesin komen yang menumpuk, hehehehe. Masih asik sendiri menikmati Indonesia~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s