Siaran Purna di Radio PPI Dunia (Pamitan)

Assalamualaikum wr wb dan Salam Sejahtera,

Siaran Purna

Jengjeng! Datang-datang bawa kabar tentang Siaran Purna Sobat Siar Izza. Siaran Purna adalah salah satu kultur di Radio PPI Dunia, siaran yang dilakukan oleh penyiarnya sebelum resign atau berhenti menjadi penyiar di sana. Semacam siaran perpisahan / pamitan.

Setelah dulu diawali dengan Siaran Perdana pada 2 Oktober 2015, maka hari ini lah waktuku untuk melaksanakan Siaran Purna. Minggu, 28 Mei 2017, pukul 21-24 WIB.

Banyak sekali yang saya dapatkan selama menjadi penyiar dan tim manajemen Radio PPI Dunia. Suka duka, jungkir balik, tangis tawa, semua ada. Nano nano rasanya :”). Dan masa saya di sini sudah habis, mengingat saya sudah lulus dan akan segera pulang ke tanah air.

Malam ini saya akan menyapa Sobat PPI (panggilan untuk pendengar Radio PPI Dunia) di udara untuk yang terakhir kalinya. Awalnya aku ingin merencanakan Siaran Purna yang ceria, tetapi komentar dan feedback dari berbagai pihak bikin suasananya jadi mellow :”). Kita lihat saja ya nanti malam, semoga semuanya lancar. (Kalau kamu puya feedback tentang siaranku selama ini, boleh juga loh kirimkan dalam bentuk tulisan / audio ke binaizza[at]gmail[dot]com)

Yang jelas akan ada banyak yang spesial di Siaran Purna saya malam hari ini. Berbagi tips, nostalgia, dan kuis berhadiah, beberapa di antaranya. Untuk pembaca blog ini, mungkin ada yang tertarik untuk mendengarkan, monggo yaaa langsung ke www.radioppidunia.org aja nanti malam (p.s. Tampilan webnya baruuu, ciamik sekali, aku suka).

Tentang apa saja yang sudah kudapatkan di Radio PPI Dunia, selain nanti akan kubahas di udara, mungkin juga butuh satu tulisan khusus yang didedikasikan untuk Radio dan sosok-sosok di belakangnya. Nanti menyusul ya, setelah Siaran Purna terlaksana 🙂

Karena setiap awal akan menemui akhir.

Sampai Jumpa,

Izza

Advertisements

Pinjam Buku Elektronik Gratis via iJakarta

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera.

Alhamdulillah atas bantuan banyak pihak, aku sudah dinyatakan lulus dari kuliah S1 Bahasa dan Sastra Mandarin di Jiangxi Normal University. Tinggal urus berkas-berkas aja, sebentar lagi bisa pulang deh. Ada yang mau ngajakin meet up? #eak.

Kali ini aku bukan mau curhat kok, tenang saja. Aku mau berbagi informasi tentang sebuah aplikasi keren dan sangat berguna bagi para pecinta buku.

iJakarta. Kalau lihat namanya mungkin sama sekali tidak akan menyangka bahwa ini adalah aplikasi… Perpustakaan Online! Di iJakarta kita bisa pinjam buku dengan jatah waktu 3 hari, download, lalu kembalikan. Koleksinya sendiri lumayan lengkap deh, setidaknya ada buku buku populer seperti karya Ika Natassa dan Tere Liye. Buku non fiksi juga ada banyak, berbagai genre. Kepoin aja sendiri. Selain itu, kita juga bisa mendonasikan buku, dengan cara membeli buku tersebut untuk tambahan koleksi perpustakaan. Lumayan kan, hitung hitung beramal ^^

Aplikasinya mudah digunakan, enak dilihat, dan bisa diakses di iOS, android maupun PC. Satu akun bisa tersinkronisasi di berbagai platform. Daftarnya juga mudah sekali, via facebook saja. Gratis pula. Recommended buat kamu pecinta buku! Ya walaupun baca buku fisik lebih seru, tapi baca via iJakarta ini juga tidak kalah menyenangkan! Karena gratis (masih mental mahasiswa haha) dan legal.

image

Selamat membaca via iJakarta dan tenggelam dalam duniamu sendiri wkwk. Terima kasih banyak iJakarta, aku jadi bisa baca buku-buku ini (dan masih banyak lagi buku yang akan kubaca di sana :)). Omong omong, ini memang aku saja yang norak kah? Kamu sudah pernah dengar tentang iJakarta sebelumnya? Atau punya informasi lain yang lebih menarik? Jangan segan berbagi informasi, ya 😀

 

Thank you for reading!

Cheers,

Izza

Pengalaman dan Tips Lolos Tes HSK 6 (Chinese Proficiency Test)

Assalamualaikum wr wb.

Jengjengjeng, janji manis 2 post per bulan ke laut sudah. Maafkan. Sudah Mei 2017 aja yaa dan sebenernya punya banyak ide tulisan tapi terkendala di pelaksanaan. Seperti biasa~

Kali ini datang-datang, langsung ngomongin tes yang aku ambil setahun yang lalu. Iya, sudah setahun baru diceritakan. Basi banget ya, tapi kurasa tetap layak diceritakan, siapa tahu ada yang membutuhkan informasinya.

Buat kamu yang lagi les Mandarin dan lagi persiapan atau sedang kuliah ke China, HSK (汉语水平考试 atau Hanyu Shuiping Kaoshi atau Chinese Proficiency Test) ini pasti udah nggak asing lagi di telinga. Seperti namanya, HSK adalah ujian kemampuan berbahasa Mandarin. Yah bisa dibilang, TOEFLnya Mandarin gitu deh. Biasanya tes HSK ini dibutuhkan sebagai syarat masuk universitas, syarat mendapatkan beasiswa, atau simply untuk dilampirkan di CV kerja aja, karena sekarang ini kemampuan berbahasa Mandarin semakin bernilai tinggi kan.

Yang menarik dari HSK, berbeda dengan TOEFL/IELTS yang tesnya cuma satu tingkatan saja dan bisa langsung dapat skor, HSK dibagi menjadi 6 level menurut tingkat kesulitannya masing-masing:

  • HSK Level 1 (150kosakata)
  • HSK Level 2 (300 kosakata)
  • HSK Level 3 (600 kosakata)
  • HSK Level 4 (1200 kosakata)
  • HSK Level 5 (2500 kosakata)
  • HSK Level 6 (5000 kosakata)

Saya sendiri kemarin ini sekalinya ambil tes langsung ambil yang HSK 6. Belum pernah tes HSK 1-5 langsung terabas aja ambil level paling tinggi. Alasannya? Biar hemat sist, hahaha. Semakin tinggi level HSK nya, harganya semakin mahal. Untuk HSK 6 sendiri kemarin dipatok seharga RMB 650 (sekitar Rp 1,3 juta). Bocoran nih, tes HSK di Indonesia jauh lebih murah daripada di tes China langsung, entah kenapa. Mungkin karena kurs?

Untuk lulus S1 di kampusku sih sebenarnya cuma butuh HSK 5 aja. Tapi untuk syarat masuk S2 program berbahasa Mandarin, biasanya butuh HSK 6, jadi ya kemarin sekalian aja nekat ambil HSK 6 walaupun belum tentu akan lanjut S2.

Langsung aja yah cerita tentang HSK 6. Continue reading

“Aku Marah” Bukanlah Sebuah Canda

Assalamualaikum wr wb dan Salam Sejahtera,

Jaman kecil dulu, sering banget liat temen sepantaran (yang sama-sama masih kecil) kalo pas lagi marah gitu lucuk bangets. Pake laporan dulu:

“Aku marah!”

Tapi terus diketawain ama orang-orang dan dijadikan bahan guyonan (becandaan, red), karena, “marah kok bilang-bilang”, gitu kata orang-orang kala itu.

Tapi kemudian aku belajar.

It’s okay untuk mengutarakan kemarahan. Ada kalanya, sangat ok sekali untuk bilang, “aku marah”, dan mengkomunikasikan kemarahan kita dengan cara yang baik.

Dengan catatan: tetap menjaga emosi (ini susah!). Jelaskan penyebab kita marah, dan apa SOLUSI yang harus dipikirkan bersama supaya tidak terulang masalah yang sama di kemudian hari.

Bukan yang marah sambil banting-banting piring apalagi KDRT (ini mah bhay aja lah awal-awal), atau teriak-teriak dan maki-maki, ngeluarin kata-kata yang nyakitin hati, saking sakitnya akan diingat orang sampe ujung hayat.

Bukan juga marah terus dipendam sendiri, tidak disuarakan. Silent treatment is a big NO NO NO. Ya gimana orang bisa tau kan? Ga menyelesaikan masalah, jadi bom waktu, dan lama-lama jadi penyakit pula, pundung sendiri :)))

Aku sendiri jujur masih harus banyak belajar sih. Walau kata banyak orang aku orangnya sabar dan tenang, percayalah semua itu hanya ilusi belaka wkwkwk. Aslinya masih harus belajar banyaaaak banget untuk memanajemen kemarahan.

Kalau kamu, gimana? Marahmu seperti apa? Punya perspektif lain? Bagi dong opininya 😉

 

Thank you for reading!

Cheers,

Izza

Maaf, Mandarinku Tidak Bagus-Bagus Amat

Pada suatu hari, ketika aku sedang mengurus administrasi untuk pembuatan kartu perpustakaan Provinsi Jiangxi, pihak administrasi nanya,

perpus-jiangxi

Perpustakaan Provinsi Jiangxi dari halte bus (yang kufoto asal-asalan karena mengejar sampai flat sebelum maghrib)

“Kamu orang Guangdong (provinsi tempatku belajar Mandarin tahun pertama) yah? Logatnya ada logat-logat Guangdong gitu”

Setelah aku menjawab dan menjelaskan bahwa aku foreigner, langsung deh mereka heboh (as always, haha).

“Dari negara mana? Di sini ngapain? Mukamu kok mirip sama kita-kita, apakah orang Indonesia juga berkulit putih semua? Mandarinmu bagus sekali, sudah belajar berapa lama? Oh berarti sudah mau lulus ya, setelah lulus mau stay di sini atau balik ke Indonesia? Orang asing kuliah di sini mahal ga?” Dan list pertanyannya masih panjang banget tuh wkw.

Sudah sering sekali aku dikira orang lokal. Chinese asli. Sepertinya karena perpaduan antara muka dan bahasaku yang mirip sama orang-orang. Hanya dianggap beda suku saja, karena pakaianku nampak asing bagi suku Han, suku mayoritas di China.

Continue reading

Nasihat Abang Tidak Sepenuhnya Benar

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera

Mendadak keinget jaman SMA, nda tau juga kenapa. Mungkin karena barusan dapat undangan kondangan teman SMA yang akan berlangsung di bulan Februari. Sayangnya aku (lagi-lagi) harus melewatkan event penting dan ajang reuni ini.

Dulu jaman SMA mendekati masa-masa SPM (Sijil Pelajaran Malaysia, sejenis dengan UAN tapi lebih complicated sih, ujiannya 1,5 bulan sendiri, 11 mata pelajaran, setiap mata pelajaran pasti ada dua atau tiga kali ujian).

Baca: Sistem Ujian Nasional di Malaysia

Yah kayak di sekolah lain pada umumnya, selalu gak luput dari yang namanya sesi motivasi. Waktu itu didatangkanlah seorang Abang, umur sekitar 30 an. Ngisi materi tentang semangat belajar lalalayeyeye gitu lah. As always, sesi yang sengaja didesain untuk memotivasi gini biasanya ga mempan di aku. Buktinya, sekarang juga ga ingat apa-apa, kecuali….

Hal-hal yang tidak penting.

Salah satunya, jokesnya yang agak-agak kotor (well, biasalah, kebanyakan cowok memang pikirannya ga jauh-jauh dari sana). Yang mana itu jarang banget karena di sekolahku dulu bener-bener hal yang tabu. Cowok-cowok se hall pada ngakak-ngakak sesuka mereka lah waktu itu. Mungkin sejak saat itu si Abang di blacklist sama pihak sekolah wkwk #gataujugasih #ngarang.

Satu lagi yang aku ingat, entah apa karena memang ada yang tanya, atau pesan titipan dari guru-guru (dulu basis SMAku adalah tabiyah, jadi memang melarang pacaran dan sejenisnya). Si Abang bilang,

Continue reading

Yiwu International Trade Market, Pusat Grosir Segala Macam Barang di China

Assalamualaikum wr wb dan Salam Sejahtera,

Kali ini mau cerita singkat tentang Yiwu International Trade Market yang luar biasa mencengangkan. Sebenernya sudah hilang momentum sih karena sudah 2 tahunan yang lalu ke sananya, tapi yaaa sebelum semakin terlupakan. Karena aku masih ingat sekali betapa takjubnya aku ketika pertama kali menginjakkan kaki ke Yiwu International Trade Market ini.

China memang sudah terkenal sebagai pusat grosir. Barang apapun itu, dimanapun itu, pasti endingnya juga ga jauh-jauh dari “Made in China”, lol. Harga terjangkau, kualitas bisa diatur (bisa loh kalo mau kualitas super bagus, tapi ya duitnya ada ga, itu aja sih), bisa produksi banyak dalam waktu yang cepat. Dan Yiwu International Trade Market ini, merupakan salah satu pusat grosir terbesar di China.

Ngomongin tentang pusat grosir, setiap negara juga pasti punya lah ya pusat grosir. Dan Yiwu International Trade Market ini juga hitungannya masih lumayan baru di China, masih sekitar 15 tahunan sejak pertama kali berdiri.  Yang asoy dari Yiwu International Trade Market ini adalah:

Gede dan luas banget-banget

Mau tau segede apa? Nih salah satu gate Yiwu International Trade Market District 1:

Eh gak kebayang ya kalo cuma lihat dari depan gitu. Lihat yang ini deh: Continue reading

Shaokao dan Terong Panggang Lembut

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera.

Tararaaa! Aku balik lagi. Haha. Hilang sudah ya semua target 2 tulisan per bulan di blog ini. Enyahlah. Nulis tanpa target, dan frekuensinya sesuai kehendak hati aja yes. Harap maklum.

Cerita dulu sedikit sebelum berbagi resep ya. Partner masak barengku di sini kebetulan tidak makan dan tidak suka terong, sedangkan aku pecinta terong, jadi atas nama toleransi, ketika kita masak bareng kita tidak pernah memasukkan terong ke dalam list menu masakan. Hasilnya, aku jadi kangen makan terong.

Sementara itu, di China ini ada satu hal yang khas dari setiap malamnya: Shaokao. Mungkin kalau di-translate, Shaokao ini kurang lebih sama dengan BBQ, Chinese style pastinya. Setiap malam menjelang, di pinggiran jalan, di depan kampus, di pasar, dan dimanapun, akan ada banyak sekali penjual shaokao yang buka dagangan dadakan. Keluar deh semua varian sate-satean, bakar-bakaran, asap mengepul, wangi semerbak. Beuh. Kalau musim dingin, lewat doang aja udah bikin hangat tuh. Selain ada gerobak dan alat panggang, biasanya juga disediakan tenda temporer gitu yang diisi meja dan kursi untuk pembeli yang ingin makan di tempat. Situasinya kayak begini:

shaokao

Shaokao aka Chinese BBQ

Continue reading

Untuk Seorang Ibu Istimewa

umi

Untuk seorang Ibu,

Yang juga teman sejati, pendengar setia segala cerita dengan seksama: cerita cinta monyet, cerita dunia persekolahan, humor humor garing, kegalauan-kegalauan hidup, tangis sesenggukan patah hati, dan banyak lagi.

Yang gigih dan tak menyerah berjuang untuk anak-anaknya: mengasuh anak sambil kuliah (sampai semua teman dan dosen ibu mengenaliku), memulai segalanya dari bawah, namun tak pernah terdengar sekalipun keluh. Wisuda S1 Teknik Kimia dengan tiga anak sambil hamil anak ke-empat, aku tak tau lagi kata apa yang dapat menggambarkan kegigihanmu berjuang.

Yang cerdas dan kreatif, menjadi sebenar-benar sekolah pertama untukanak-anaknya: Continue reading

Mudik Liburan dan Lebaran

Hari terakhir di Bulan Agustus, mari kita tutup dengan tulisan seadanya asal meninggalkan jejak haha.

Alhamdulillah banget lebaran tahun ini pas waktunya, barengan sama summer break kampus. Sudah dua tahun ga pulang ke Indonesia, dari jauh jauh hari aku udah berazam dan bertekad bulat kudu pulang (haha manja yak baru dua tahun padahal. Yang di Turki, Mesir, dkk sana sampe 6 tahun hiks). Tiket PP Nanchang – Guangzhou – Jakarta sudah dibeli sejak akhir Desember 2015. Luls.

Pertama sampai Indonesia, terharu. Menyaksikan orang Indonesia bisa ngobrol ngalor ngidul sama strangers. Itu langka di China, yang paling pada diem aja utak atik gadget masing-masing. Eh di Indonesia dong baru ketemu bentar di bis udah pada bisa curhat kerjaan lah, diskusi ekonomi lah, apa lah. Sangar.

Kejutan kedua, sayangnya kurang enak. Makan malam (dini hari deh, jam 12an gitu) di sebuah restoran di CGK. Menunya bakso, inget banget. Karena aku pecinta bakso, dan sangat merindukan bakso Indonesia. Ternyata dikasih bonus, mungkin chef nya tau ya ada orang datang dari jauh. Bonusnya: kecoa kecil mengambang di kuah. Hahahahaha. Ini kan restoran, harganya 5 kali lipat bakso abang-abang, bandara Internasional, bisa-bisanya standar kebersihannya menyedihkan. Ah yasudahlah. Mungkin aku hanya kurang beruntung saja.

Kejutan lainnya, banyak.

Tapi kayaknya ga bisa cerita sekarang deh. Nanti lagi ya. Buru-buru maksain nulis mumpung masih Agustus.

Intinya menyenangkan bisa kembali pulang. Ketemu keluarga. Adik bungsu yang dulu ngomong aja ga teteh, sekarang sudah ceriwis tanpa henti. Berhenti ngoceh cuma pas tidur deh kayaknya. Haha. Ketemu teman-teman lama dan teman baru yang biasanya cuma komunikasi via maya. Menikmati Surabaya dan perkembangannya yang pesat. Mbolang ke Madiun, Malang, Bandung, Depok, Jakarta, dll.

Beberapa hari lagi akan kembali merantau ke China.

See you when I see you! Selamat menikmati hidup dan segala suka dukanya ^^

 

Maaf ceritanya nanggung :p

Cheers,

Izza.

Review Novel Ala-Ala: Hujan – Tere Liye

Tere Liye, udah lamaa banget ga baca novel beliau. Terakhir yang paling berkesan ya “Bidadari-Bidadari Surga”. Baca “Moga Bunda Disayang Allah” yang ada malah aku kesel sendiri karena itu kaan kisahnya Helen Keller, maksa banget dah ngadopsinya. Novelnya yang lain pun, “Sepucuk Angpau Merah”, “Hafalan Shalat Delisa”, “Ayahku Bukan Pembohong”, menurutku kurang menantang, alurnya bisa ditebak.

Makanya begitu buku-bukunya yang baru ini pada terbit: “Bulan”, “Bumi”, “Hujan”, “Pulang”, aku awalnya agak skeptis juga sih. “Halah, paling ya masih gitu-gitu aja,” pikirku dulu. Tapiii di sosmed kok sering banget seliweran reviewnya, dan pada komen positif aja gitu ya, terutama Hujan dan Pulang. Akhirnya penasaran juga, dan kebetulan banget barusan dapat hadiah Hujan. Hihi. Makasih ya.

cvnuwmhueae2m2o

Cover novel Hujan. Gambar dari sini

Dan. Ternyata. Hujan ini bagus. Banget! Continue reading

Kenangan Ramadhan Masa Kecil

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera.

Ramadhan sudah di hari ke-17! Cepet banget yaaa hiks. Rasanya tahun ini belum maksimal aja gitu, hm. Semoga sisa Ramadhan yang ada bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Aaamiiin.

Ngomongin tentang Ramadhan, aku sendiri sudah lamaaaa banget nggak ngerasain full Ramadhan di rumah. 7 tahun aja dong kakak *time flies*. Terakhir sempat ngicipin hari-hari terakhir Ramadhan di rumah pun sudah dua tahun yang lalu. Padahal kalau diingat-ingat, jaman masih TK SD SMP dulu Ramadhan itu selalu semarak ya. Ada banyak banget hal-hal kecil yang khas bulan Ramadhan, mungkin kalau diingat sederhana, tapi bermakna, seperti:

pasar-kurma-madinah

Dipilih-dipilih kurmanya (foto diambil dari sini)

1. Borong Kurma
Hihihi kurma dan Ramadhan ini kan semacam sohib yah. Jadi setiap Ramadhan, promo kurma itu dimana-mana. Ummi selalu rajin mantengin promo supermarket tiap hari Jumat di koran-koran langganan kita, lalu meluncur buat beli kurma berkilo-kilo. Selain buat stock sebulan di rumah, juga buat dibagi-bagikan ke rekan guru-guru di TPQ tempat beliau kerja. Aku nggak doyan kurma sih sebenernya, karena terlalu manis dan aku sudah cukup manis takutnya nanti diabetes *silakan muntah*. Eh makan deh, sesekali. Tapi walau ga begitu doyan, ya istimewa aja gitu proses borong kurma, plastikin satu satu buat dibagi-bagi, dst lalala yeyeye.
Continue reading

Mei 2016: HUT Radio PPI Dunia, Ujian HSK 6 dan China Trip

Nulis postingan ini di kelas, sambil nunggu laoshi (dosen, red) datang. *mentang mentang wordpress udah ga diblokir* *tapi sekarang Tumblr diblokir hahaha*

Mei sudah terlalui tanpa satu pun tulisan, haha. Ke laut sudaaah target 2 postingan per bulan. Yasudahlah, saya mah tidak ambisius kok orangnya.

image

Nih kasih foto dulu biar ga ngambek karena habis kutinggal tanpa kabar (blognya)

Bukan tak ada cerita atau kegiatan sih, ada banyak banget cerita malah. Tapi kok ya…… hati nggak tergerak buat nulis di sini. Yasudahlah.

Kemarin sempat diskusi juga sama teman yang juga blogger, yang lagi mengalami hal yang sama.

Jawabannya…. belum ketauan. Mungkin kamu pernah mengalami hal yang sama? Gimana solusinya, gimana? Hiks.

Mungkin kita butuh piknik?

*padahal kemarin habis China trip bareng Abi, hahaha*

Seperti yang aku bilang di atas, bulan Mei kemarin banyak yang spesial. Jadi sayang banget kalau nggak direkam di sini. Walaupun singkat dan sudah terlambat, seenggaknya ada catatannya gitu kan. Ada apa di bulan Mei? Continue reading

Diet Plastik dan Sebuah Komitmen

Beberapa minggu belakangan, aku mendapat cerita dari seorang kawan. Kawanku bilang, demi melakukan sesuatu untuk bumi kesayangan, dia rela berhenti menggunakan plastik.

Selain menjauhkan diri dari kantong plastik, si Kakak cantik nan charming juga sebisa mungkin mengurangi penggunaan plastik di tempat lain. Sebut saja snack snack di supermarket, mie goreng instan khas Indonesia yang pasti dirindukan oleh perantau di luar negeri, shampoo sabun dan pasta gigi komersil yang packagingnya pakai plastik, dan banyak lagi perjuangannya.

Kalau ditanya komentarku dalam satu kata: salut.

Dedikasinya. Komitmennya. Kok bisa sih?

Bahkan kata si Kakak alias Nona No Plastic, dia sampai bikin ramuan pasta gigi sendiri. Begitu juga dengan hubungan romantisnya dengan Indomie, putus sudah. Digantikan dengan mie telur masakan sendiri. Aku yakin sih masih banyak lagi perjuangan dan pengorbanannya, yang belum sempat kukorek lebih dalam. Maklum, “ketemuan” dan ngobrol bareng aja jarang-jarang.

Tapi kebayang dong ya perjuangannya….  Continue reading

Rasa Tenang, Sebuah Nikmat Yang Perlu Disyukuri

Kurasa salah satu nikmat yang paling besar dalam hidup ini adalah ketenangan hati.

Tenang dan damai, entah waktu duit lagi susah atau harta melimpah.

Tenang hatinya di kala lagi banyak cobaan, apalagi saat dikasih hal-hal yang membahagiakan.

Tenang waktu single, tenang juga waktu udah ada peneman hidup.

Dan lanjutin aja sendiri deh contoh keadaan yang lainnya.

Kenapa tiba-tiba nulis gini? Simply karena tadi waktu nyemil setelah makan siang, ga ada hujan ga ada badai, mendadak aku kebawa nyanyi sebait lagu yang entah aku lupa judulnya apa, tapi liriknya gini:

Hati senang walaupun tak punya uang

Eh terus ada yang nyeletuk, “beneran nih hati senang meskipun ga punya uang?”

Ada aja loh yang keuangan sudah mapan, rumah besar dan serba berkecukupan, tapi malah hidupnya nggak tenang. Di dalam dan luar rumah pasang CCTV takut kemalingan, ninggalin rumah pake perasaan was was, hidup selalu merasa ada yang kurang.

Tapi ada juga yang kebalikannya: hidup sederhana aja, tapi kok bawaan mukanya tuh adeem banget. Seakan tanpa beban, penuh dengan kesyukuran.

Jadi kayaknya, nggak peduli seberapa banyak harta kita, lagi sesusah apapun hidup yang lagi kita hadapi saking banyaknya ujian, sebenernya yang paling penting adalah kedamaian dan ketenangan hati.

Tenang dan damai, percaya aja semua udah ada yang ngatur. Tenang di sini ya nggak berarti bener bener cuma leyeh leyeh doang nerima apapun pemberianNya ya, tapi tenang dalam artian tawakkal (pasrah) setelah berikhtiar (berusaha).

Karena sekuat apapun kita berjuang, kita masih butuh untuk bersandar pada Dia.

Tapi kalo besok ada tugas, deadline dan quiz numpuk-numpuk, terus malam ini malah sok-sokan tenang lalu tidur awal sambil berharap bangun-bangun semua beres.. itu mah namanya Ngarep! Haha.

Maafkan tulisan spontan nan random sebelum tidur ini.

Thank you for reading, and Wan an! (Selamat malam!)

Uda Wempy, Kembali untuk Berkontribusi

Adalah Wempy Dyocta Koto, atau lebih akrab disapa Uda Wempy, narasumber kami di program Inspirasi Sahabat Radio PPI Dunia malam itu, Selasa, 9 Februari 2016 pukul 21.00 – 22.00 WIB.

Wempy Dyocta Koto

Program Inspirasi Sahabat Radio PPI Dunia bersama Wempy Dyocta Koto

Uda Wempy adalah CEO perusahaan Wardour & Oxford, venture capitalist, public speaker, mentor, dan masih banyak lagi pencapaian-pencapaian istimewanya.

Malam itu, Sobat Siar Biondi dari Beijing sebagai host, dan saya dari Nanchang sebagai co-host bergantian ngobrol bareng Uda Wempy yang sangat ramah dan membumi. Ada banyak sekali petuah dan ceritanya yang inspiratif, penuh semangat dan menyentuh hati. Satu jam interview rasanya kurang, karena masih banyak yang sebenarnya bisa digali lagi.

Uda Wempy lahir di Indonesia, namun besar di luar negeri. Beliau tinggal di luar negeri selama 20 tahun, mengembara ke berbagai negara: Australia, Amerika, Hong Kong, dan masih banyak lagi negara, namun pada akhirnya dua tahun yang lalu memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

Pertanyaannya: Kenapa? Di saat di luar negeri sudah punya banyak koneksi, sudah punya bisnis sendiri, kenapa kembali ke Indonesia dan memulai semuanya dari awal? (Bahkan untuk berbahasa Indonesia pun Uda Wempy harus belajar dari awal). Continue reading

Sinopsis dan Review Film: Surga Yang Tak Dirindukan (2015)

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera.

Beberapa hari yang lalu, setelah dibisikin teman buat nonton film yang katanya bikin geregetan dan ngelus dada, akhirnya aku pun nonton film ini: Surga Yang Tak Dirindukan.

33aa2caa5af9428010be8e3c68525366

Surga Yang Tak Dirindukan

Film keluaran 2015 ini berkisah tentang Pras dan Arini yang saling menemukan dalam keadaan baik lalu menikah dan memiliki keluarga yang bahagia.

Kehidupan harmoni mereka terusik setelah pada suatu hari Pras menyelamatkan Mei Rose, wanita depresi yang baru saja melahirkan dan nyaris bunuh diri, dengan cara menikahinya dan menjadikannya istri kedua tanpa sempat meminta izin pada Arini terlebih dahulu.

Lantas bagaimana kelanjutannya? Bagaimana Arini menyikapi suaminya yang poligami? Bagaimana Pras bersikap sebagai suami untuk dua orang istri? Bagaimana sikap Mei Rose sebagai istri muda? Akankah drama ini berakhir bahagia?

Secara keseluruhan, filmnya lumayan mengaduk-aduk perasaan, bahkan yang cowok pun ada yang kebawa nangis, haha. Tapi juga ada beberapa kejanggalan yang tidak masuk akal dan pertanyaan: Continue reading

Tamat Semester Lima

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera 🙂

Hai haii, selamat tahun baru yaa *telat 16 hari nih hahaha*. Semoga di tahun ini kita bisa jadi pribadi yang lebih baik, tercapai target, cita, dan cinta ya. Uhuk.

2015 kemarin ada kejadian apa aja, sepertinya tidak sempat buat dituliskan di sini. Tapi tulisan setahun di diary, di blog sebelah, di private notes, ya sudah cukup lah buat dibaca-baca lagi, nanti, kapan-kapan.

Yang penting, sekarang aku sudah tamat semester 5, kakaaak. Ciyeh. Entah kenapa, semester 5 sementara ini jadi semester yang paling berat. Semester di mana semangat belajar mulai meredup dan jatuh, fokus mulai terpecah belah (walaupun dari sisi positifnya, aku jadi dapat banyak pengalaman baru ya), semester dimana… aah sudahlah. Pokoknya bukan yang terbaik aja. Tapi seperti kata-kata pembuka paragraf ini, yang penting sekarang sudah tamat, sudah selesai. Ihiks. Alhamdulillah ya berhasil melewati semester 5 ini.

Tamat semester 5, itu artinya masuk semester 6 semakin mendekati masa wisuda / kelulusan. Sudah semakin banyak orang yang nanya, “Izza kapan lulus?” Dan aku yakin teror pertanyaan “kapan” ini sudah dimulai, dan akan berterusan serinya dengan “kapan” yang lebih horor, seperti: “kapan nikah? Kapan punya rumah? Kapan punya anak? Kapan nambah anak? Kapan mati?“. Hahaha canda kakak. Sebenernya sampai sekarang aku belum tidak sensi kok kalau ditanya begitu, menjawabnya masih santai cincay pakai senyum manis.

Karena memang bukan pertanyaan kapan lulus yang susah dijawab. Itu sih sudah ada plannya, dan asal stick to the plan, insya Allah Juni 2017 aku lulus

Continue reading

Pesan untuk Diri Sendiri: Hidup Adalah Tentang Kebermanfaatan

Ingatlah selalu dan berterusan, bahwa yang dinilai dari hidup seorang insan adalah kebermanfaatannya untuk lingkungan, dan untuk manusia di sekelilingnya.

Bahwa manusia yang terbaik menurutNya dan menurut manusia yang menggunakan hati sucinya, bukanlah semelimpah apa hartanya, bukanlah secantik apa parasnya, bukanlah setinggi apa pangkatnya. Tapi manusia terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

Dan bukankah sudah kau dapati banyak teladan baik tentang hal ini. Tentang manusia manusia yang membaktikan hidupnya untuk kebermanfaatan, betapa bahagia hati mereka, dan betapa berseri mukanya, dan betapa mengagumkannya.

Maka ketika ada kesempatan untuk memberi kebermanfaatan, ambillah dengan basmalah.

Maka ketika hatimu mungkin kadang lelah, tujuan hidupmu ingatlah.

Maka ketika ada ajakan atau dorongan untuk berlaku sebaliknya, senyumlah, teguhlah, dan jangan kalah.

Karena apa bedanya manusia hidup dengan seonggok batu yang terbiar, jika tak memberi manfaat. Jika tersia-sia. Naudzubillah.

Nanchang, 151214

***

Aku sudah terbiasa dididik dan dibesarkan dalam prinsip “manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat untuk sesamanya”, sebuah hadits Rasulullah yang aku yakin semua muslim pasti sudah familiar dengannya, dan aku juga sudah sering menyaksikan sendiri dedikasi Ummi dan Abi untuk lingkungan. Continue reading

Cinta Tanpa Alasan

Assalamualaikum wr wb dan Salam Sejahtera

Tulisan singkat aja ah ya.

Percakapan antara Izza dan seorang kawan berasal dari Maroko, sebut saja M. (Harus banget pake inisial yak? Hahaha). Fyi, Si M ini dulu pernah belajar Mandarin setahun di Jiangxi Normal University bareng Izza, kemudian do’i pindah ke kota Yiwu kerja di sana sampai sekarang, jadi total sudah sekitar 3 tahun do’i menetap di China.

I: Eh, kamu emang berencana untuk menetap di China kah? Nggak pingin kembali ke Maroko?

M: Iya nih, aku suka sama tempat ini (China).

I: Wih, kenapa? Emang apa yang bikin kamu jatuh cinta sama China? Maroko bukannya lebih cantik dan lebih bagus?

M: Iya sih, sejujurnya ada banyak hal yang Maroko memang lebih baik dari China. Aku juga nggak tau hal spesifik apa yang bikin aku jatuh cinta ke China. Yang jelas aku suka aja sama China. Di hatiku ada Maroko, tapi di otakku ada China. Gitu aja sih.

I: Waah, cintamu ke China segitu dalemnya ya?

M: Kayaknya gitu. Emang kenapa? Kamu nggak suka China?

*****

Mungkin itu yang dinamakan “cinta tanpa alasan”? Ah, entahlah, bak kata seseorang, aku belum berpengalaman dalam hal cinta #halah.

P.S. Aku mencintai China, namun tentu saja tak ada yang lebih indah dari kampung halaman, bukan? 🙂

P.S.S. Seperti yang aku udah bilang, postingan singkat ya. Peace. Have a nice day, and thank you for reading ! 😀