Maaf, Mandarinku Tidak Bagus-Bagus Amat

Pada suatu hari, ketika aku sedang mengurus administrasi untuk pembuatan kartu perpustakaan Provinsi Jiangxi, pihak administrasi nanya,

perpus-jiangxi

Perpustakaan Provinsi Jiangxi dari halte bus (yang kufoto asal-asalan karena mengejar sampai flat sebelum maghrib)

“Kamu orang Guangdong (provinsi tempatku belajar Mandarin tahun pertama) yah? Logatnya ada logat-logat Guangdong gitu”

Setelah aku menjawab dan menjelaskan bahwa aku foreigner, langsung deh mereka heboh (as always, haha).

“Dari negara mana? Di sini ngapain? Mukamu kok mirip sama kita-kita, apakah orang Indonesia juga berkulit putih semua? Mandarinmu bagus sekali, sudah belajar berapa lama? Oh berarti sudah mau lulus ya, setelah lulus mau stay di sini atau balik ke Indonesia? Orang asing kuliah di sini mahal ga?” Dan list pertanyannya masih panjang banget tuh wkw.

Sudah sering sekali aku dikira orang lokal. Chinese asli. Sepertinya karena perpaduan antara muka dan bahasaku yang mirip sama orang-orang. Hanya dianggap beda suku saja, karena pakaianku nampak asing bagi suku Han, suku mayoritas di China.

Continue reading

Advertisements

Yiwu International Trade Market, Pusat Grosir Segala Macam Barang di China

Assalamualaikum wr wb dan Salam Sejahtera,

Kali ini mau cerita singkat tentang Yiwu International Trade Market yang luar biasa mencengangkan. Sebenernya sudah hilang momentum sih karena sudah 2 tahunan yang lalu ke sananya, tapi yaaa sebelum semakin terlupakan. Karena aku masih ingat sekali betapa takjubnya aku ketika pertama kali menginjakkan kaki ke Yiwu International Trade Market ini.

China memang sudah terkenal sebagai pusat grosir. Barang apapun itu, dimanapun itu, pasti endingnya juga ga jauh-jauh dari “Made in China”, lol. Harga terjangkau, kualitas bisa diatur (bisa loh kalo mau kualitas super bagus, tapi ya duitnya ada ga, itu aja sih), bisa produksi banyak dalam waktu yang cepat. Dan Yiwu International Trade Market ini, merupakan salah satu pusat grosir terbesar di China.

Ngomongin tentang pusat grosir, setiap negara juga pasti punya lah ya pusat grosir. Dan Yiwu International Trade Market ini juga hitungannya masih lumayan baru di China, masih sekitar 15 tahunan sejak pertama kali berdiri.  Yang asoy dari Yiwu International Trade Market ini adalah:

Gede dan luas banget-banget

Mau tau segede apa? Nih salah satu gate Yiwu International Trade Market District 1:

Eh gak kebayang ya kalo cuma lihat dari depan gitu. Lihat yang ini deh: Continue reading

Shaokao dan Terong Panggang Lembut

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera.

Tararaaa! Aku balik lagi. Haha. Hilang sudah ya semua target 2 tulisan per bulan di blog ini. Enyahlah. Nulis tanpa target, dan frekuensinya sesuai kehendak hati aja yes. Harap maklum.

Cerita dulu sedikit sebelum berbagi resep ya. Partner masak barengku di sini kebetulan tidak makan dan tidak suka terong, sedangkan aku pecinta terong, jadi atas nama toleransi, ketika kita masak bareng kita tidak pernah memasukkan terong ke dalam list menu masakan. Hasilnya, aku jadi kangen makan terong.

Sementara itu, di China ini ada satu hal yang khas dari setiap malamnya: Shaokao. Mungkin kalau di-translate, Shaokao ini kurang lebih sama dengan BBQ, Chinese style pastinya. Setiap malam menjelang, di pinggiran jalan, di depan kampus, di pasar, dan dimanapun, akan ada banyak sekali penjual shaokao yang buka dagangan dadakan. Keluar deh semua varian sate-satean, bakar-bakaran, asap mengepul, wangi semerbak. Beuh. Kalau musim dingin, lewat doang aja udah bikin hangat tuh. Selain ada gerobak dan alat panggang, biasanya juga disediakan tenda temporer gitu yang diisi meja dan kursi untuk pembeli yang ingin makan di tempat. Situasinya kayak begini:

shaokao

Shaokao aka Chinese BBQ

Continue reading

Beasiswa Kuliah di China

Assalamualaikum wr wb dan Salam Sejahtera

Halooo, apa kabar teman-teman? Kali ini ceritanya aku mau bayar utang postingan. Dicicil deh yaa, dikit-dikit. Hoho. Ini kemaren aku ngutang postingan tentang beasiswa kuliah di China. Yuk mari, langsung cekidot aja yaaa. Oh ya, disclaimer dulu nih, informasi di bawah ini berdasarkan pengetahuanku aja ya, bisa jadi kurang lengkap, harap maklum.

China ini lagi membuka diri untuk orang asing, buat bisnis, buat tur, dan pastinya buat kuliah. Makanya, buat kuliah di China sendiri bisa dibilang relatif gampang kok syaratnya. Yah, kecuali kalau mau nembus ke Peking University / Tsinghua University (Top Ten Asia, men!), pastinya butuh usaha lebih. Kemaren ada temen nyobain test masuk S1nya Peking University, syusyaah jendral! Saingannya sama mahasiswa-mahasiswa Korea yang Mandarinnya sudah tahap dewa.

Buat ke kampus lain di China, mayoritas sih nggak pake test susah tahap dewa kok. Bahkan kampusku ini nggak pake test masuk sama sekali, tinggal lampirin dokumen, ijazah dan lain lainnya aja 😀

Nah, masuk ke universitasnya gampang kan, masih ada bonus beasiswa pula. Tapi beasiswa ini pastinya lebih kompetitif yaa.

Di kampusku sendiri ada 4 jenis beasiswa, dan agak sejenis juga kok sama kampus-kampus lain di China. Buat orang Indonesia, biasanya ada beberapa jalur beasiswa, di antaranya: Continue reading

Kabar di Bulan November dan Curcol Ngalor Ngidul

Asalamualaikum wr wb dan salam sejahtera,

image

Pohon di Bulan November

Sebenernya aku punya banyak hutang tulisan, dan kemarin aku baru saja menambah satu lagi hutang tulisan: beasiswa CSC (China Scholarship Council). Tapi semua itu nulisnya kudu niat, butuh data dan sumber akurat, butuh pilah pilih foto yang tepat, dan pastinya laptop dan internet yang bersahabat. (Wow, they rhyme :D). Jadi nanti dulu ya. #peace

Sementara update via HP dulu deh, buat ngisi postingan bulan November *kejar setoran mode: on*. Makasih buat teman teman yang ngingetin buat update, kalo enggak yaa, bakal telantar deh ini blog.

Aku masih rajin nulis kok, tenang aja. Tapi nggak di sini, jadi nggak banyak yang bisa baca *nyengih*.

Kali ini nulis apa ya? Ngalor ngidul aja dah.

Update terbaruku? Apa aku sibuk banget? Ya sibuk atau enggak sih menurutku relatif. Haha.

Entahlah. Di otak lagi banyak banget kerusuhan, dan kalo otak rusuh gitu emang nggak bagus ditulis di sini. Nulis di sini itu harus dalam kondisi otak tenang, karena walaupun readersnya secuprit, tapi tetep aja kan judulnya public blog yak. Siapapun bisa nyangkut di sini.

Continue reading

Merasakan Sensasi Naik Kereta Tidur

Masih dalam mode vpn eror, jadi harap sabar ya baca tulisan yang alakadar. Tapi tetep kudu ditulis buru-buru juga, keburu hilang moodnya atau memorinya. Jiah.

Bulan lalu ketika ada freelance job keluar kota, sebenernya saya berniat mau naik kereta duduk saja, toh cuma 6 jam perjalanan. Cincai lah ya. Tapi ternyata kehabisan tiket duduk, ya kalik kan 6 jam disuruh berdiri. Antara terpaksa tapi juga seneng, akhirnya saya beli tiket tidur alias dapet kasur.

Norak sih ya, udah mau 3 tahun di China baru sekarang merasakan kereta tidur. Biasanya kalau nggak beli tiket duduk, saya sekalian beli tiket kereta express aja. Kan sekalian buat mangkas waktu perjalanan.

Tiket tidur ini harganya nyaris dua kali lipat harga tiket duduk. Ada yang lebih mahal lagi sih tapi saya beli yang murah aja lah yaa hehe. Irit dot com.

Suasananya begini nih:
Satu “kamar” tanpa pintu ada 6 kasur. 3 di kanan, 3 di kiri. Kasur atas, tengah, bawah. Tapi sesuai namanya yaitu tiket tidur, jadi kita seakan dipaksa tidur sepanjang perjalanan, karna kepentok atap yaak. Jaraknya rendah sekali.

image Continue reading

Tidak (Se) Susah (Itu) Menemukan Makanan Halal di China

Halooo, Assalamualaikum dan salam sejahtera.

VPN di China belakangan melemah parah, terutama yang di laptop. Jadi sementara update alakadar via handphone deh ya. Maafkan kalau ada typo atau gak sesuai EYD atau agak kacau balau haha. Semoga VPN segera menguat kembali 🙂

Jadi ceritanya bulan lalu ada temen SMA yang ke China – Shanghai buat internship, sambil jalan jalan dong tentunya ya. Hari-hari pertama nyampe Shanghai dia cerita susah banget buat nemuin restoran atau warung halal, padahal udah muter-muter naik taksi, restorannya tetap nggak ketemu.

Padahal sebenernya nggak sesusah itu lho buat cari restoran halal di China. Hihi. Yaa nggak perlu dibandingin sama Indonesia sih yaa, beda mah negara mayoritas muslim sama minoritas muslim. Bahkan orang lokal di sini pada umummya nggak kenal apa itu halal. Jadi kalau nanya “dimana ada restoran halal deket sini?” ke random local people gitu juga hampir ga ada orang yang bisa jawab kali ya.

Jadi gimana dong? Susah dong cari makanan halal?

Di China ini ada kedai halal yang bisa ditemui dimana-mana, hampir di setiap daerah pasti ada kedai halal ini, dalam walking distance (di dalam kampus saya saja ada 6 kedai). Namanya kedai Lanzhou Lamian atau 兰州拉面 (cara baca: lancou lamien). Lanzhou Lamian adalah makanan khas dari daerah Lanzhou, yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Hampir bisa dipastikan setiap kedai Lanzhou Lamian adalah halal, ada logonya, dan tidak jarang penjualnya berjilbab.

image

Kedai Halal Lanzhou Lamian (warna hijau), di bagian atas signboard ada tulisan Arabnya, apa hayo bacanya? :p

Continue reading

Resep Chinese Food: Tumis Tomat Telur (番茄炒蛋)

Assalamualaikum dan salam sejahtera,

wpid-img1437579130109.png

Tumis tomat telur atau 番茄炒蛋 (fānqié chǎodàn) adalah masakan China yang sangat populer dan mudah ditemui di semua tempat di China, mulai kedai kecil sampai restoran. Saya juga sering sekali memesan menu ini karna rasanya yang segar, sampai suatu hari iseng-iseng pingin coba masak sendiri. Ternyata masaknya cukup simple! *lalu gemes sendiri kemaren beli di luar seporsi harga 10 RMB, padahal kalau masak sendiri harga segitu sudah bisa buat makan serumah (4 orang)*.

Oke, done intronya yaa.

Bahan:

Continue reading

Idul Fitri di Negeri Tirai Bambu

Idul Fitri 1436 H

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera,

Alhamdulillah tahun ini saya dikasih kesempatan untuk merayakan Idul Fitri di Nanchang, kota tempat saya menuntut ilmu. Walaupun bisa dibilang cukup sendu karena jauh dari keluarga dan suasana lebaran ala Indonesia yang meriah, tapi lumayan excited juga karena pertama kali merayakan Idul Fitri dengan suasana berbeda. Nano-nano gitu deh rasanya.

Tanggal 16 Juli saat satu Indonesia sudah satu suara untuk berlebaran hari Jumat, kita di sini masih galau kapan berbuka, menanti pengumuman dari Ahong (sebutan untuk imam masjid di sini). Bahkan masjid agung Nanchang sempat terawihan, sebelum kemudian datang pengumuman bahwa hari Jumat sudah masuk Syawal. Tapi shalat idnya tetap di tanggal 18 Juli karena sudah diagendakan sejak jauh hari, dan sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jiangxi dan polisi setempat untuk pengamanan. Di tempat minoritas muslim gini, pastinya tidak bisa seenak jidat untuk merubah jadwal.

Sabtu, 18 Juli 2015, hari itu masjid agung Nanchang cukup meriah. Didukung dengan cuaca yang adem di musim panas, masyarakat muslim Nanchang tumpah ruah memenuhi masjid dan halamannya. Jalan raya di depan masjid pun sempat ditutup untuk kami, bahkan ada beberapa polisi yang membantu menjaga keamanan shalat Idul Fitri hari itu. Yang bikin lebih menarik lagi, di depan masjid ada semacam bazar dengan bermacam jualan. Ada makanan-makanan yang halal dan menggoda, seperti sate kambing khas Xinjiang, ayam panggang, roti arab, snack, dan lainnya. Ada juga perlengkapan ibadah sejenis kopyah, jilbab, sajadah, kompas, dan lain-lain. Akhirnya pencarian kompas mini saya berakhir bahagia di sini. Shalat id pagi itu dimulai pukul 8.40, sesuai rencana tanpa molor sedikitpun. Agak siang ya kalau dibandingkan sama shalat id di Indonesia, padahal di sini subuh jam 4 pagi. Shalatnya sendiri sih kurang lebih sama lah ya seperti shalat id di Indonesia. Dimulai dengan takbiran, lalu ceramah bahasa Mandarin, lalu shalat dua rakaat dengan bacaan imam yang cukup bagus dan merdu.

Continue reading

Kalau Tidak Bisa Jangan Banyak Komentar

Assalamualaikum dan salam sejahtera,

Kembali lagi dalam episode “Peribahasa Mandarin”. Eh kali ini nggak bisa dibilang peribahasa sih karna ini sebenernya bukan peribahasa, cuma sebuah ungkapan yang baru-baru ini populer di China, bahkan sampai masuk ke urban dictionary lho. Bunyinya begini nih:

你行你上,不行别比比

Nǐ xíng nǐ shàng, bùxíng bié bǐbǐ

Artinya kurang lebih: Kalau kamu bisa, coba lakukan sendiri. Kalau tidak bisa jangan banyak komentar.

Definisi versi Urban Dictionary.

Kedengerannya agak kasar dan sarkas gimanaaa gitu ya. Tapi kalo dipikir-pikir ada makna baiknya, lho. Ungkapan itu mengajak kita untuk tidak sembarangan komentar, apalagi meremehkan orang lain. Contohnya, apa ya, hmm.
Continue reading