Maaf, Mandarinku Tidak Bagus-Bagus Amat

Pada suatu hari, ketika aku sedang mengurus administrasi untuk pembuatan kartu perpustakaan Provinsi Jiangxi, pihak administrasi nanya,

perpus-jiangxi

Perpustakaan Provinsi Jiangxi dari halte bus (yang kufoto asal-asalan karena mengejar sampai flat sebelum maghrib)

“Kamu orang Guangdong (provinsi tempatku belajar Mandarin tahun pertama) yah? Logatnya ada logat-logat Guangdong gitu”

Setelah aku menjawab dan menjelaskan bahwa aku foreigner, langsung deh mereka heboh (as always, haha).

“Dari negara mana? Di sini ngapain? Mukamu kok mirip sama kita-kita, apakah orang Indonesia juga berkulit putih semua? Mandarinmu bagus sekali, sudah belajar berapa lama? Oh berarti sudah mau lulus ya, setelah lulus mau stay di sini atau balik ke Indonesia? Orang asing kuliah di sini mahal ga?” Dan list pertanyannya masih panjang banget tuh wkw.

Sudah sering sekali aku dikira orang lokal. Chinese asli. Sepertinya karena perpaduan antara muka dan bahasaku yang mirip sama orang-orang. Hanya dianggap beda suku saja, karena pakaianku nampak asing bagi suku Han, suku mayoritas di China.

Continue reading

Advertisements

Kabar di Bulan November dan Curcol Ngalor Ngidul

Asalamualaikum wr wb dan salam sejahtera,

image

Pohon di Bulan November

Sebenernya aku punya banyak hutang tulisan, dan kemarin aku baru saja menambah satu lagi hutang tulisan: beasiswa CSC (China Scholarship Council). Tapi semua itu nulisnya kudu niat, butuh data dan sumber akurat, butuh pilah pilih foto yang tepat, dan pastinya laptop dan internet yang bersahabat. (Wow, they rhyme :D). Jadi nanti dulu ya. #peace

Sementara update via HP dulu deh, buat ngisi postingan bulan November *kejar setoran mode: on*. Makasih buat teman teman yang ngingetin buat update, kalo enggak yaa, bakal telantar deh ini blog.

Aku masih rajin nulis kok, tenang aja. Tapi nggak di sini, jadi nggak banyak yang bisa baca *nyengih*.

Kali ini nulis apa ya? Ngalor ngidul aja dah.

Update terbaruku? Apa aku sibuk banget? Ya sibuk atau enggak sih menurutku relatif. Haha.

Entahlah. Di otak lagi banyak banget kerusuhan, dan kalo otak rusuh gitu emang nggak bagus ditulis di sini. Nulis di sini itu harus dalam kondisi otak tenang, karena walaupun readersnya secuprit, tapi tetep aja kan judulnya public blog yak. Siapapun bisa nyangkut di sini.

Continue reading

Jiangxi Normal University Color Run 2015

Assalamualaikum dan salam sejahtera,

cdjxqepumae4yak

Kemarin di Jiangxi Normal University (Jxnu) ada Color Run lho! Kekinian sekali yak, nggak mau kalah sama color run di Indonesia, atau negara-negara lain.

Pendaftaran udah dibuka sejak jauh jauh hari, cukup lewat wechat aja lho daftarnya. Simple, gak neko-neko. Jadwal aslinya sih Color Run ini seharusnya diadakan seminggu sebelumnya, yaitu 18 April 2015. Tapi, karna ramalan cuaca bilang tanggal 18 akan hujan, langsung digeser ke tanggal 26 April. Canggih emang antisipasinya!

Hari H, jam 9.00 pagi daftar ulang dibuka, sekalian ambil t-shirt, nomor lari, dan bubuk warna (terbuat dari tepung jagung yang diwarnain macam macam). Lalu kita dikasih waktu untuk makan, istirahat, dan bahkan tidur siang dulu, sampe jam 2 siang. Acara dibuka jam 2 siang, pidato bla bla bla, lalu kita bareng-bareng tebarin bubuk warnanya, baru deh lari 5 km. Larinya cuma muterin kampus aja sih (yang super luas itu), dan yang lari sih cuma yang di depan-depan. Saya dan temen-temen mah cuma jalan santai aja, bahkan sempat motong jalur biar cepet finish hahaha (jangan ditiru yah, kan tujuan diadakan color run biar sehat, bukan cuma asal eksis aja). Sambil lari ini, ada beberapa titik kita juga akan diwarnain lagi. Banyak juga yang foto-foto sambil tiduran di jalan yang sudah warna-warni di titik-titik itu.

Tag line color run kemarin bunyinya Continue reading

Seek Knowledge, Even If You Have To Go To China For It

Assalamualaikum dan salam sejahtera.

Ini kabar agak telat sih. Alhamdulillah sekitar dua bulan yang lalu saya memenangkan sebuah kompetisi menulis esei yang diadakan oleh CUCAS, sebuah agen yang membantu pendaftaran murid asing untuk masuk ke universitas di China. Esei berjudul “Seek Knowledge, Even if You Have to Go to China for It” saya ternyata dapat juara satu. Hadiahnya nyampe sebulan setelah pengumuman via pos, iPad mini. (Special thanks buat kakak senior yang sudah berbagi info lomba dan mendorong saya untuk berpartisipasi 🙂 )

Senang? Pastinya. Alhamdulillah. Tapi setelah itu otak jadi buntu, mau nulis apa-apa jadi susah, haha (Entah apa hubungannya sih). Buktinya? Ini postingan jadinya pendek sekali, nggak jelas alurnya pula. Jadi… mari kita copy paste dari sini, esei saya itu.

Seek Knowledge, Even if You Have to Go to China for It

“Seek knowledge, even if you have to go to the China for it”. That is one of Arabic proverbs that I remember strongly until now. Since I was a kid, I have heard this proverb for so many times because I studied in Islamic school since kindergarten until high school. This proverb makes me wonder, what is so special about China? Even since I started my high school study, I already planned to further my study in China. Besides, I also have another strong reason of why going to China.

There is another reality that also interest me. I bought pencil, and it is made in China. I bought drinking bottle, and it is also made in China. I bought shoes and clothes, where they are also made in China. My uncle bought a motorcycle, and surprisingly it is also made in China. “Wow, China is super amazing! Everything comes from China.” That was what I thought, and apparently “Made in China” is everywhere now. Even Islamic dress which is often used by east countries’ people like Saudi Arabia, Egypt, Yemen, or Jordan, are also made in China, whereas in China itself, Islam is the minority. My dad bought some souvenirs after going to Mecca to do Islamic ritual and prayer, and they are also made in China! So, let’s go to China and find out why.

Continue reading

hidup. betapa sebentarnya…

rasanya baru kemarin, UTS2.
rasanya baru kemarin, lebaran.
rasanya baru kemarin, balik ke indonesia.
rasanya baru kemarin, kembali ke malaysia.

tapi,
tiga minggu lagi sudah ujian akhir tahun. bermakna, sudah satu tahun hidupku kujalani di malaysia. dan tahun depan menghadapi ujian akhir sekolah.. alias UNAS.. dan masuk universiti.

betapa.., betapa singkatnya hidup ini.

banyak orang bilang, ini tanda-tanda kiamat : waktu terasa semakin singkat.
betul atau tidak?

wallahu a’lam

yang pasti, kiamat akan datang.

dan ga penting, kiamat datang kapan. tapi yang penting, kita harus selalu berusaha improve amalan kita,
biar ada persediaan yang cukup, kalo sewaktu-waktu ajal kita datang, atau -nauzubillah- kiamat datang.

satu doaku, aku ga mau merasakan kiamat. aku mau mati sebelum kiamat.

kenapa?
sebab, umat yang paling parah adalah yang hidup waktu kiamat.

jadi, nauzubillah..

semoga kita bukan dari golongan yang paling parah…

satu hal lagi yang kita harus mengambil pelajaran:
selalu sedia setiap waktu. sekarang semua serba cepat. kita gak boleh tertinggal oleh dunia yang begitu kilat. kita harus bisa mengikuti arus zaman. dengan TETAP BERPEGANG TEGUH pada prinsip kita.

dengan tetap berpegang teguh pada ISLAM.

karena islam adalah agama yang sesuai untuk setiap masa, setiap tempat, setiap kondisi.

ya Allah, tuntunlah hamba-Mu…

Story: ASEAN Scholarship’s Selection Test

Well, I’m so shocked when I open my email inbox on September 3, 2009. Why? There is an email from Ministry of Education of Singapore. Very wonderful!
The title of the email is “Y2010 ASEAN SCHOLARSHIPS FOR INDONESIA – SELECTION TEST IN SURABAYA”
O, yeah! I remember! I’ve registered for ASEAN Scholarship around 2 months later. And I thought I’m not selected by MOE, because MOE said in their website, that the test would be held on middle of august. But until the end of august, there isn’t email from MOE for me. So I thought that I’m not selected for this test……
But the fact, I’m selected!! Oh my goodness!

The contents of the email: Continue reading

ASEAN scholarship selection test…

4 September 2009…

posisi: Pare
waah, jumat gini… selesai final test TOEFL di kresna… enaknya ngapain ya? ting ting ting. go to warnet, not bad idea…

bismillahirrahmanirrahim… seperti biasa, buka facebook (prioritas utama, hehehe), cek blogQ, blog spiluqkim, blog guruku, blog temenku… dan pastinya,,, cek email!

cek email… cek email… dan….
ada email masuk!! nama pengirimnya ja dah bikin hati dag dig dug duar!!! pengirim: MOE. judul: Y2010 ASEAN SCHOLARSHIPS FOR INDONESIA – SELECTION TEST IN SURABAYA. sesuai judulnya… isinya udah bisa ditebak dunk! memang sih, beberapa bulan yang lalu, bulan Juli 2009 tepatnya, aku daftar buat ikut tes beasiswa ASEAN, buat skul di singapura. tapi,,, sama sekali gak pernah berharap lolos seleksi tahap awal… alasan terbesarnya adalah… secuil kain yang melekat di kepalaku… dan nyata-nyatanya, kulihat dengan mata kepalaku sendiri, aku dapet email itu! alhamdulillah…

tanpa ba bi bu be bo, cepet-cepet email itu tak forward ke abiQ… dan otomatis simpen di flashdisk dunk! tapi… tapi… tapi… komputernya gak bisa dimasuki flash disk! akh, payah!!! ya udah, gimana lagee?..

akhirnya aku balik ke kos, setelah update status, upload note, dkk dkk… n telpon abi n ummi… huhuhu… lagi-lagi ketemu kata ‘tapi’… gak bisa dihubungi! ah, ya udah… Continue reading

Pare, Dulu dan Sekarang

Setelah beberapa minggu tinggal di Pare, kampung inggris, aku jadi bertanya-tanya sendiri, “apa ya bedanya Pare dulu dan sekarang?”. Maka untuk menghilangkan rasa penasaran saya, saya memutuskan untuk mewawancara Ibu Kos saya, yang sudah tinggal di Pare sejak dulu kala.

Yah, seperti yang saya bayangkan, Pare dulu dan sekarang amat jauh berbeda. Sebelum di Pare berdiri kampung inggris, Pare merupakan desa yang sunyi, sepi, tenang. Namun setelah adanya kampung inggris di Pare, Pare menjadi sebuah desa yang tidak pernah sepi. Pare selalu penuh dengan mahasiswa-mahasiswa yang menimba ilmu di kampung inggris. Tentu saja, hal ini tidak disia-siakan oleh penduduk Pare sendiri. Ada gula ada semut, begitulah peribahasa berbunyi. maka penduduk Pare pun menangkap peluang. Banyak penduduk yang membuka warung, counter pulsa, merelakan separuh rumahnya digunakan sebagai kos, membuka rental sepeda, bengkel sepeda, dan Pare pun menjadi bertambah ramai.

Penduduk Pare pun banyak yang berpindah haluan. Dari yang sebelumnya menggantungkan hidupnya pada sawah, setelah adanya kampung inggris ini, sawah-sawah pada dijual, yang uangnya digunakan untuk merenovasi rumah untuk dijadikan kos. Atau digunakan untuk membangun warung. Otomatis hasil yang didapat dari kos dan warung lebih menguntungkan daripada sekedar membajak sawah.

Pare yang dulunya adalah desa yang tidak mengenal teknologi, sekarang menjadi desa yang canggih. Kecanggihan ini sangat mungkin dibawa oleh siswa yang menimba ilmu di Pare, yang sebagian besar berasal dari kota. Sebagai bukti, banyak warnet-warnet berdiri di Pare. Juga sekarang banyak penduduk yang masak menggunakan kompor gas, padahal dulu menggunakan kayu bakar.

Rumah penduduk juga banyak berubah. Yang dulunya rumah hanya terbuat dari kayu, sekarang terbuat dari semen, bertembok kokoh. Dan dicat berwarna-warni. Bahkan tidak sedikit rumah berlantai dua. Yang dulu berlantai semen, sekarang berlantai ubin.

Namun anehnya, rumah-rumah besar itu justru kebanyakan milik pendatang baru dari luar kota, dan bahkan dari luar negeri. Rumah penduduk asli walaupun jauh lebih bagus dari rumah mereka dulu, namun kalah jauh dari rumah pendatang baru. Tanya kenapa?

hari ketiga di pare nih….

nih udah hari ketiga di pare. Hari pertama di pare masih ditemeni abi keliling-keliling lihat suasana. Nyoba makan di warung, nyoba ngenet, shalat di masjid, cari kursusan, nyoba naik becak, cari kos-kosan. Yeah, pertengahan hari setelah dhuhur, mulai ditinggal sendiri di kos. Hari kedua, mulai bingung nih mau ngapain. Pasalnya, aku dikasih duit pas pasan, jadi harus pinter ngirit. Mau sms an pake im3 gak terlalu murah. Justru relatif mahal. Padahal temen2ku kalo tak sms serasa gak pernah kehabisan pulsa pake im3. kok aku kehabisan pulsa ya??? Katanya promo nih… nelpon per jam ke sesama indosat cuman 1000 rupiah. Nyatanya, aku baru nelpon 3 menit aja udah habis 3000 rupiah. OMG!!! Jauh bner! Di hari kedua ini aku sempet ngenet sendiri, 1 setengah jam di satria internet, deket alaska, kosku. Di satria lumayan nih. Tempatnya enak, aksesnya cepet, biaya murah. Plus jalan-jalan nemenin temen kosku ke al-amin, semacem minimarket gitu. Aku sempet beli tissue titipan temen kos, sama beli sabun cuci en air minum buat aku sendiri. Bis gitu cuman makan ma tidur. Waah, soalnya program ku baru dimulai tanggal 27 besok sih… jadi nganggur banget isinya Hari ketiga, aku berencana survey kursusan. Keliling2 cari info. Pertama ke smart ILC. Mau ambil writing en translation. Tapi ternyata… smart udah gak buka writing en translation. My god!!! Padahal tempatnya tuh jauh banget dari kosku. Dan aku jalan!!! Fiuh.. udah capek2 gak dapet hasil pula. Wis akhirnya aku cuman minta brosurnya aja. Tujuan kedua, mau ke daffodils. Kata orang-orang nih, program speakingnya t.o.p.b.g.t. top banget. Eeeh… ternyata office nya lagi sarapan. Minta brosur, ternyata brosurnya belum di print. Ampun deh! Akhirnya ngacir aja deh ke satria net. Mau ngecek facebook ma email ma mau nambah tulisan di blog. Eeeh… satria net nya lagi penuh. Fiuh… penuh perjuangan banget ya hari ini. Trus kemana yaaa. Ah, akhirnya aku mutusin buat ke jalan raya aja. Lumayan deket dari kos,,, tapi kalo dari satria net ya jauh bener! Trus di jalan raya, tanya ke mbak penjaga kios pulsa, warnet terdekat. Alhamdulillah, tempatnya deket banget ternyata. Waktu bilang, mas, mau ngenet, …. Jawabnya: penuh mbak!!! Ouch! Lagi-lagi penuh! Apa jam setengah sebelasan tuh jam sibuk yaaa? Selanjutnya: cari elfast. Katanya grammarnya bagus banget. Tanya ke ibu-ibu penjaga toko kelontong, katanya jauh banget. Aduh, kaki udah gak kuat jalan jauh nih… ya dah akhirnya aku jalan tanpa arah. Iseng-iseng nemu rental. Mas, mau ngetik bisa gak? Lagi-lagi jawabannya: PENUH!!! Huh, capek deh! Semua tempat pada penuh jam seginian nih. Tapi ternyata biaya rental juga mepet ma biaya ngenet. Masak rental harganya 1500 per jam, ngenet 2000 per jam! Besok-besok mending aku ngenet aja sekalian, ngetik di warnet. Harganya gak beda jauh euy!!! Wis tanpa arah aku jalan, nemu rental lagi. Iseng-iseng aku tanya harganya, ternyata sama aja, seribu lima ratus. Ya udah deh gak papa, sekalian ngiyup, dari tadi di panasan terus. Waah, yang terjadi selanjutnya adalah… aku bingung ngetik apa!!! Akhirnya di tengah kebingungan itu… jadilah tulisan ini… hahahaha… jadi intinya,,, ini adalah coretan kebingunganku, wkwkwkwk…. Wah kalo gitu biar kejadian hari ini gak terulang, nanti malam aku harus bikin schedule mateng buat hari esok, biar gak terkatung-katung. Lama-lama di pare kalo gak ada kerjaan bosen banget niee… tapi kata temen kosku, ntar kalo udah ada program jadi suibuk banget… jadi bedanya jauuuh. Dari yang sebelumnya nganggur tanpa kerjaan jadi suibuk gak bisa nganggur. Hehehe… udah lah dinikmati aja. Toh kurang beberapa hari lagi aku bakal mulai kursus…

Alhamdulillah… sampe juga di Pare…

Dari rencana awal berangkat sebelum subuh en jam lima sampe di terminal purabaya (bungurasih), akhirnya molor… jam enam berangkat dari rumah dan jam 07.45 baru naik di atas bis. Haha… molornya parah bener. Kebiasaan buruk orang indonesia…

Rencana awal sih, aku mau dianterin naik motor berdua doang ma abiku. Tapi batal. Soalnya terlalu ngabisin energi. Rencana kedua mau naik mobil sekeluarga, berangkat sabtu 18 juli, sekalian long weekend ke rumah nenek. Lagi-lagi batal. Aku ada acara hari minggunya, kumpul bareng sama anak ’06 Spiluqkim. Akhirnya keputusan terakhir, naik bis sama abiku. Dan ternyata rencana ketiga inilah yang sukses. So, aku ke pare naik bis deh!!!

Di terminal purabaya ambil tujuan pare. Bilang aja turun di BEC. Sopirnya dah tau. Turun dari bis, udah banyak becak yang mangkal di situ. Tinggal pilih. Kita asal comot aja becak yang ada. Kursusan yang aku incer dari hasil survey by internet and phone, namanya “ABLE AND FINAL”. So kita langsung mbecak menuju kursus ABLE AND FINAL. Jarak dari tempat turun bis tadi sekitar 2 km, jalan juga gak papa sih kalo aku. Tapi masalahnya lagi pindahan, jadi barang bawaan banyak bener. Turun dari becak, berdialog sebentar … (ni tak indonesia versi kan aja yah) Continue reading

Yang Dirasani Pun Tiba

Puasa Senin-Kamis hukumnya Sunnah, karena Rasulullah mencontohkan puasa ini. konon, Rasulullah puasa di hari senin karena hari senin merupakan hari kelahiran nabi Muhammad. dan nabi puasa di hari Kamis karena pada hari Kamis malaikat melapor kepada Allah tentang apa saja yang telah dilakukan oleh hamba-Nya.
alhamdulillah, sejak kelas delapan (dua SMP), saya sudah mulai terbiasa untuk puasa Senin – Kamis. sebenarnya malah saya ingin puasa Daud, namun Abi dan Ummi belum mengijinkan karena saya masih dalam tahap pertumbuhan, masih membutuhkan banyak nutrisi. Continue reading

THE FIRST 3D WALL MAGAZINE IN MY SCHOOL

Anak Nenche lagi bikin kerangka mading

anak nenche lagi bikin kerangka mading

Kali ini, yang aku ceritakan adalah kegiatan kelasku, kelas IX-C/ Nenche. Di SMP Putri Luqman Al-Hakim (Spiluqkim), sekolahku, diadakan program mading (Majalah dinding, pen) kelas, dimana setiap kelas harus membuat mading pada jadwal yang telah ditentukan oleh Tim Pembina (Ust. Rahmi Andri dan Ust. Novrian Eka Sandhi).
Nah, kebetulan, Bulan November ini kelas kami, Nenche, kebagian bikin mading. Di mading – mading sebelumnya, semua mading berbentuk 2D. Melihat fenomena tersebut, kami berinisiatif untuk menjadi pencetak sejarah. Yup, kita mau bikin mading 3D pertama di Spiluqkim! Nah, kalo cita-cita kita kesampaian, maka secara otomatis mading kami akan menjadi The First 3D Wall Magazine in Spiluqkim. Bangga, donk!!! Maka, mulailah kita merancang konsep dan menyiapkan proposal.
Pada tanggal 15 Oktober 2008, kami mengajukan proposal ke Tim Pembina. Dan setelah di revisi sedikit, proposal kami disetujui. Wah, tinggal merealisasikannya…
Karena mading kami adalah mading 3D, otomatis segalanya nggak sama dengan mading 2D, donk! Diperlukan segala sesuatu yang lebih. Kita butuh lebih banyak tenaga, lebih banyak ide, lebih banyak waktu, lebih banyak kerja keras, lebih banyak pengorbanan, dan tentu saja lebih banyak duit! Kalo biasanya di mading 2D cuman butuh sekitar 20000 sampe 30000, di mading 3D ini kita butuh sekitar Continue reading

Tugas Akhir E-Club: SMART HOUSE

wah, nggak kerasa bentar lagi UTS. so, it means 3 bulan lagi, aku udah nggak bisa ikut E-Club lagi. yah, persiapan buat UNAS, lah…

tapi sebelum aku vakum, kita, para E-Cluberz udah diberi tugas, yaitu bikin alat pendukung SMART HOUSE. well, ini tuh keren banget! berhubung di E-club cuman ada 4 kelompok, kemungkinan besar nanti juga cuman ada 4 alat pendukung SMART HOUSE.

pertama-tama, para E-Cluberz di-instruksikan untuk memikirkan, alat apa yang akan mewujudkan SMART HOUSE itu sendiri. dari kelompokku, inilah idenya:
1. Jendela otomatis… tiap pagi dan malem nutup – buka sendiri (lewat sensor cahaya)
2. lampu otomatis… tiap pagi and malem nyala mati sendiri (sensor cahaya)
3. pengisi air otomatis: kalo bak di KM udah tinggal 1/3 ato 1/4, nanti air akan mengalir, dan kalo udah penuh mati sendiri
4. detektor tamu. saat tamu masih di depan pintu dan belum mengetuk pintu, di dalem rumah udah ada alarm yang menandakan bahwa ada tamu di depan rumah…
5. lampu darurat. saat dari PLN mati lampu, maka secara otomatis Continue reading

Chat ama orang luar negeri

Pertama kali dalam hidupku aku chatting pake english. Sebelumnya pernah sekali aku chatting ama orang Indonesia, tapi chatting yang nggak bermutu. Baru kali ini aku chat dengan tujuan jelas dan bermanfaat.
Tujuanku chatting adalah yang pertama practice my english. Keinginanku, bahasa inggrisku bener-bener perfect, dan untuk itu aku harus berlatih, kan?
Tujuan kedua, dapet temen luar negeri. Mungkin suatu saat, aku pergi ke London (Aamiin), dan bisa nginep gratis lewat chat itu. It’s very useful.
Tujuanku ketiga, mengamati kebiasaan orang luar negeri, dan menambah pengetahuan tentang luar negeri. Chat ku pertama, aku bener bener kayak orang o’on! Ditanya asl, kukira bahasa Indonesia (asal), padahal itu bahasa inggris, yaitu age sex location. Pokoknya aku bener-bener nggak tau apapun. Dan setelah aku chat and nanyain everything yang aku nggak tau, aku jadi tau.

Oh, ya. Aku chatting ini didukung banget ama ortuku! Katanya ya biar banyak temen, ngelatih bahasa inggris, dan nambah pengetahuan, kayak tujuanku itu.

Aku chatting pake banyak nama. Ada yang pake nama asli (izza), ada yang pake nama nice-girl, ada yang pake nama clean-chat, ada yang pake nama female-14-ind, ada juga yang pake nama I’m-Indonesian.

Dan dari seluruh chat ku sampe saat ini, ada 3 chat yang paling berkesan di hati.

Yang pertama namanya kouassi edouard. Orang ivory coast. Continue reading