Beasiswa Kuliah di China

Assalamualaikum wr wb dan Salam Sejahtera

Halooo, apa kabar teman-teman? Kali ini ceritanya aku mau bayar utang postingan. Dicicil deh yaa, dikit-dikit. Hoho. Ini kemaren aku ngutang postingan tentang beasiswa kuliah di China. Yuk mari, langsung cekidot aja yaaa. Oh ya, disclaimer dulu nih, informasi di bawah ini berdasarkan pengetahuanku aja ya, bisa jadi kurang lengkap, harap maklum.

China ini lagi membuka diri untuk orang asing, buat bisnis, buat tur, dan pastinya buat kuliah. Makanya, buat kuliah di China sendiri bisa dibilang relatif gampang kok syaratnya. Yah, kecuali kalau mau nembus ke Peking University / Tsinghua University (Top Ten Asia, men!), pastinya butuh usaha lebih. Kemaren ada temen nyobain test masuk S1nya Peking University, syusyaah jendral! Saingannya sama mahasiswa-mahasiswa Korea yang Mandarinnya sudah tahap dewa.

Buat ke kampus lain di China, mayoritas sih nggak pake test susah tahap dewa kok. Bahkan kampusku ini nggak pake test masuk sama sekali, tinggal lampirin dokumen, ijazah dan lain lainnya aja 😀

Nah, masuk ke universitasnya gampang kan, masih ada bonus beasiswa pula. Tapi beasiswa ini pastinya lebih kompetitif yaa.

Di kampusku sendiri ada 4 jenis beasiswa, dan agak sejenis juga kok sama kampus-kampus lain di China. Buat orang Indonesia, biasanya ada beberapa jalur beasiswa, di antaranya: Continue reading

Kabar di Bulan November dan Curcol Ngalor Ngidul

Asalamualaikum wr wb dan salam sejahtera,

image

Pohon di Bulan November

Sebenernya aku punya banyak hutang tulisan, dan kemarin aku baru saja menambah satu lagi hutang tulisan: beasiswa CSC (China Scholarship Council). Tapi semua itu nulisnya kudu niat, butuh data dan sumber akurat, butuh pilah pilih foto yang tepat, dan pastinya laptop dan internet yang bersahabat. (Wow, they rhyme :D). Jadi nanti dulu ya. #peace

Sementara update via HP dulu deh, buat ngisi postingan bulan November *kejar setoran mode: on*. Makasih buat teman teman yang ngingetin buat update, kalo enggak yaa, bakal telantar deh ini blog.

Aku masih rajin nulis kok, tenang aja. Tapi nggak di sini, jadi nggak banyak yang bisa baca *nyengih*.

Kali ini nulis apa ya? Ngalor ngidul aja dah.

Update terbaruku? Apa aku sibuk banget? Ya sibuk atau enggak sih menurutku relatif. Haha.

Entahlah. Di otak lagi banyak banget kerusuhan, dan kalo otak rusuh gitu emang nggak bagus ditulis di sini. Nulis di sini itu harus dalam kondisi otak tenang, karena walaupun readersnya secuprit, tapi tetep aja kan judulnya public blog yak. Siapapun bisa nyangkut di sini.

Continue reading

Hari Blogger Nasional

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahteraaaaa

Apa kabar semua? Sudah lama nggak nulis di sini ya, yang bener-bener nulis maksudnya. Beberapa postingan sebelum ini isinya cuma promosi siaran, reblog postingan orang, sama posting puisi lama. Hahaha. Ampun. Beberapa tulisan yang seru (seru menurutku, pastinya) masih ngendon di draft dan entah nunggu kapan buat finishing dan dipublish.

Bukan cuma frekuensi nulis di sini berkurang, tapi frekuensi blogwalking juga berkurang. Paling cuma mantengin dari feedly/ wordpress reader, dan baca beberapa postingan sehari, yang judulnya menarik atau penulisnya favorit atau teman sendiri *alias kepo*. Syedih sih. Padahal banyak tulisan blogger-blogger kece di luar sana yang inspiratif, informatif, maupun yang lucu-lucu buat hiburan. Hm.

Dan hari ini aku tergerak buat nulis di mari karena di feedly pada rame ngepost tentang Hari Blogger Nasional (dan aku ikutan nulis, mainstream yak hahaha). Iyes, ternyata hari ini, 27 Oktober 2015 merupakan Hari Blogger Nasional ya, dan aku kok baru aware tahun ini sih, kemarin-kemarin kemana ajaa? Padahal ternyata Hari Blogger Nasional ini udah dicanangkan sejak tahun 2007 lho *tutup muka malu*.
Continue reading

[Puisi] Rindu

rindu tak perlu diobral dilafazkan dengan lantang
jika memang belum tiba masanya,
rindu hanya semacam janji palsu yang tak jelas rimbanya.

rindu hanya akan menjadi rindu yang sia-sia,
selagi kau tak bergerak mengejar mengusahakan.

rindu sangat mungkin akan menjadi sendu,
melihatnya menjauh semakin tak tersentuh.

rindu butuh usaha nyata,
rindu perlu dibuktikan dengan jantan,
sebab yang kau rindu mungkin sedang menunggumu.

beraksilah agar rindu dapat terbayar lunas
agar dia tak sempat menyerah lalu melepas
menghilang dari pelupuk mata
memutus ikatan jiwa
mengalihkan doa-doa
pada lelaki lain yang juga merindu padanya, dengan aksi nyata.

(c) Bina Izzatu Dini

Nanchang, 15 Juli 2015.

entahlah prosa ini apa artinya, akupun juga bingung sendiri~

Continue reading

Baik-baik Saja

“Dan hidup manusia, barangkali akan selalu baik-baik saja selama dijalani dengan rasa syukur. Entahlah.”

Ah, dan satu quote yang dalem banget:
“Comparison is the thief of joy” – Theodore Roosevelt

Dan pastinya, yang paling spesial :
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, maka akan Aku tambah (nikmat) kepadamu. Tapi jika kamu mengingkari (nikmatku), sesungguhnya azabKu sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

MERAPIKAN KENANGAN

IMG_20150923_172741

Ini adalah cerita tentang diriku sendiri. Kalau kamu juga ikut merasakannya, itu mungkin karena kita hidup di dunia yang sama. Kalau ada kalimat-kalimat di dalam cerita ini yang terkesan menyindir, aku sebenarnya sedang menyindir diriku sendiri. Jika ada kata-kata yang terasa seperti menggurui, aku sejatinya sedang mendidik diriku yang kurang ajar ini.

Aku sebut diriku kurang ajar karena aku sering tak tau diuntung.

Air liurku hampir selalu menetes setiap kali melihat peluncuran gadget-gadget terbaru, yang hadir dengan fitur-fitur yang juga baru. Fitur-fitur baru itu, sebagian aku mengerti sebagian tidak. Dan aku tak pernah benar-benar tau apakah aku benar-benar membutuhkan fitur-fitur itu atau tidak, yang jelas aku begitu menginginkannya. Keinginan itu, entah bagaimana caranya membuatku berharap dan kadang-kadang disertai rasa khawatir. Intinya, membuatku merasa kurang bahagia, padahal dengan gadget yang sudah kupunya hidupku berjalan baik-baik saja.

Pada beberapa kesempatan, aku juga sering mengutuk diriku yang sampai hari ini belum mampu membeli…

View original post 181 more words

Siaran Perdana di Radio PPI Dunia, Stay Tuned ya Sob!

Banner Siaran Perdana SS Izza-01

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahteraaa.

Halo halo, apa kabar nih semua? Yang kemarin pada nyanyi Wake Me Up When September Ends, banguuun semua banguuuun. Udah masuk Oktober nih hihihi. Makin mendekati akhir tahun, apa kabar resolusi Tahun 2015? :))

Jadi ceritanya, saya baru aja diangkat jadi Penyiar Radio PPI Dunia yang mendunia itu lho. Wihii dan jadwal siaran perdananya besok malem, teman-teman.

Besok, Jumat 2 Oktober 2015 pukul 18.00-21.00 WIB, yang lagi free, atau yang lagi beraktifitas, sangat dialu-alukan nih buat dengerin saya siaran, langsung streaming aja di http://www.radioppidunia.org atau via gadget juga bisa, install aplikasi Tunein dan search: Radio Ppidunia. Dengerin aku siaran perdana ya sob, hihihi.

Aku nih sekarang deg-deg an banget rasanya, soalnya emang baru pertama kali siaran, dan baru pertama kali masuk ke dunia broadcasting. Tapi memang demi pengalaman baru yaa, kita harus semangat dan mencoba untuk melakukan yang terbaik, ya nggak?

Selain deg-degan juga ada rasa kangen dan excited sih. Dulu jaman SD SMP SMA kan lumayan aktif ikut lomba tartil lah, lomba pidato lah, lomba presentasi ilmiah lah. Kangen bangeeeeeet tampil di depan umum. Kali ini lingkup pendengarnya lebih luas sih yaaa makanya nervousnya lumayan dahsyat. Nano nano deh rasanya xDD.

Jadi intinya, stay tuned ya sob di Radio PPI Dunia. Kamu bisa sambil tanya-tanya, sambil rikwes lagu, sambil ngobrol-ngobrol sama pendengar Radio PPI Dunia yang dari macam-macam negara. Boleh lho kenalan sama mereka, pada hebat dan keren-keren soalnya. Hihi.

Thank you for reading, dan jumpa lagi esok malam di http://www.radioppidunia.org. Jangan lupa yaaa Jumat, 2 Oktober 2015 jam 6 sampe 9 malam WIB cuma di Radio PPI Dunia, Suara Anak Bangsa, Satu Cinta, Satu Indonesia. See you ! 😀

With love,

Izza

Merasakan Sensasi Naik Kereta Tidur

Masih dalam mode vpn eror, jadi harap sabar ya baca tulisan yang alakadar. Tapi tetep kudu ditulis buru-buru juga, keburu hilang moodnya atau memorinya. Jiah.

Bulan lalu ketika ada freelance job keluar kota, sebenernya saya berniat mau naik kereta duduk saja, toh cuma 6 jam perjalanan. Cincai lah ya. Tapi ternyata kehabisan tiket duduk, ya kalik kan 6 jam disuruh berdiri. Antara terpaksa tapi juga seneng, akhirnya saya beli tiket tidur alias dapet kasur.

Norak sih ya, udah mau 3 tahun di China baru sekarang merasakan kereta tidur. Biasanya kalau nggak beli tiket duduk, saya sekalian beli tiket kereta express aja. Kan sekalian buat mangkas waktu perjalanan.

Tiket tidur ini harganya nyaris dua kali lipat harga tiket duduk. Ada yang lebih mahal lagi sih tapi saya beli yang murah aja lah yaa hehe. Irit dot com.

Suasananya begini nih:
Satu “kamar” tanpa pintu ada 6 kasur. 3 di kanan, 3 di kiri. Kasur atas, tengah, bawah. Tapi sesuai namanya yaitu tiket tidur, jadi kita seakan dipaksa tidur sepanjang perjalanan, karna kepentok atap yaak. Jaraknya rendah sekali.

image Continue reading

Tidak (Se) Susah (Itu) Menemukan Makanan Halal di China

Halooo, Assalamualaikum dan salam sejahtera.

VPN di China belakangan melemah parah, terutama yang di laptop. Jadi sementara update alakadar via handphone deh ya. Maafkan kalau ada typo atau gak sesuai EYD atau agak kacau balau haha. Semoga VPN segera menguat kembali 🙂

Jadi ceritanya bulan lalu ada temen SMA yang ke China – Shanghai buat internship, sambil jalan jalan dong tentunya ya. Hari-hari pertama nyampe Shanghai dia cerita susah banget buat nemuin restoran atau warung halal, padahal udah muter-muter naik taksi, restorannya tetap nggak ketemu.

Padahal sebenernya nggak sesusah itu lho buat cari restoran halal di China. Hihi. Yaa nggak perlu dibandingin sama Indonesia sih yaa, beda mah negara mayoritas muslim sama minoritas muslim. Bahkan orang lokal di sini pada umummya nggak kenal apa itu halal. Jadi kalau nanya “dimana ada restoran halal deket sini?” ke random local people gitu juga hampir ga ada orang yang bisa jawab kali ya.

Jadi gimana dong? Susah dong cari makanan halal?

Di China ini ada kedai halal yang bisa ditemui dimana-mana, hampir di setiap daerah pasti ada kedai halal ini, dalam walking distance (di dalam kampus saya saja ada 6 kedai). Namanya kedai Lanzhou Lamian atau 兰州拉面 (cara baca: lancou lamien). Lanzhou Lamian adalah makanan khas dari daerah Lanzhou, yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Hampir bisa dipastikan setiap kedai Lanzhou Lamian adalah halal, ada logonya, dan tidak jarang penjualnya berjilbab.

image

Kedai Halal Lanzhou Lamian (warna hijau), di bagian atas signboard ada tulisan Arabnya, apa hayo bacanya? :p

Continue reading

Memori tentang Membaca

image

Sejak kecil saya sudah dibiasakan membaca, mulai dari ummi (ibu) yang mengajarkan saya membaca dari abjad sampai kata-kata simple sejak bayi, sampai akhirnya bisa lancar membaca sendiri, dan saya sangat bahagia sekali ketika bisa membaca sendiri.

Memori masa kecil tentang membaca banyak yang menyenangkan dan lucu,

Ada memori saya dan adik-adik yang berebut membaca majalah bobo atau mentari,

Ada memori saya diajak abi ke warnet (jaman itu internet masih langka) sekedar untuk copy paste cerpen dari website bobo untuk kemudian dibaca offline di komputer rumah,

Ada memori saya menanti koran yang diantar mas loper setiap pagi jam 6, lalu berebut dulu-duluan membaca bersama Ummi, Abi, dan adik-adik. Saat itu Abi Ummi berlangganan tiga koran sekaligus: Jawa Pos, Kompas dan Bisnis Indonesia (maaf sebut merk), dan koran favorit anak-anak adalah Jawa Pos karna lebih ringan dibaca, dan karena ada rubrik Deteksinya. Kadang karna tidak sabar menunggu, satu koran dibaca bebarengan. Saya baca bagian kiri, Abi/Ummi baca bagian kanan, kurang lebih begitu. Kocak, bukan? Tapi asik 😀

Ada memori ke perpustakaan daerah bareng Ummi dan adik-adik, membaca sejak pagi sampai sore, aktif meminjam buku.

Ada memori lengket dengan buku sejak pagi sampai malam karna keasikan dan tidak mau melepaskan novel Harry Potter dari genggaman, sampai dipanggil Ummi berkali-kali untuk melakukan kewajiban-kewajiban yang terbengkalai (yang ini tidak untuk ditiru, ya).

Ummi pernah bilang, “Membaca apapun itu bagus, pasti akan dapat ilmu baru. Walaupun bacaan-bacaan yang kurang baik pun sebenarnya pasti ada ilmu yang bisa dipetik”, begitu kira-kira.

Continue reading

Hati-Hati dengan Kata-Kata (Doa)mu

Assalamualaikum dan salam sejahtera,

Cerita tentang keajaiban doa sudah sering sekali saya temui di sekitar saya, dan sering juga saya baca dari motivator maupun seleblog. Beberapa kisah yang unik dan berkesan nih ya:

Ada seleblog yang jaman dulu pernah berdoa pingin dapet jodoh berwajah caucasian alias yang berkulit putih, mata biru, dan rambut coklat, lalu beralih menyukai wajah-wajah oriental ala Jepang dan Korea, ganti lagi jadi mengincar pria berparas manis kejawaan. Di akhirnya, coba tebak dapat suami siapa? Orang Swedia yang mukanya putih sipit ala Korea, dan punya keturunan Indonesia. Silahkan baca cerita lengkapnya di blog mbak Bebe yang menarik (halo mbak Bebe, saya silent reader bertahun-tahun lho :D) *buka kartu*

Ada lagi seleblog lainnya yang sejak SD sudah menulis cita-citanya secara gamblang di setiap kali tuker-tukeran biodata sama temannya: Direktur SDM TELKOM. (Hebat banget ya jaman SD sudah punya cita-cita sedetail itu). Lalu sekarang beneran jadi karyawan TELKOM bagian SDM, belum jadi direktur sih. Mungkin sebentar lagi? Hehe.

Lain lagi dengan kisah seorang selebgram Indonesia yang sudah sangat settle di Indonesia, cantik, banyak fansnya, aktif di banyak kegiatan dan job. Lalu karena suaminya tinggal di Belanda, dia pun ngikut dong tinggal di Belanda. Awalnya sempat stress karna harus mulai semuanya dari awal, yang dulunya mobilitas tinggi jadi lebih banyak di rumah, job di Indonesia yang banyak itu terpaksa ditinggal. Lalu suatu hari ada yang komentar, “ya ampuuun ternyata kamu beneran tinggal di Belanda ya sekarang? Dulu kan kamu pingin banget tinggal di Belanda?”.

***

Continue reading

Resep Chinese Food: Tumis Tomat Telur (番茄炒蛋)

Assalamualaikum dan salam sejahtera,

wpid-img1437579130109.png

Tumis tomat telur atau 番茄炒蛋 (fānqié chǎodàn) adalah masakan China yang sangat populer dan mudah ditemui di semua tempat di China, mulai kedai kecil sampai restoran. Saya juga sering sekali memesan menu ini karna rasanya yang segar, sampai suatu hari iseng-iseng pingin coba masak sendiri. Ternyata masaknya cukup simple! *lalu gemes sendiri kemaren beli di luar seporsi harga 10 RMB, padahal kalau masak sendiri harga segitu sudah bisa buat makan serumah (4 orang)*.

Oke, done intronya yaa.

Bahan:

Continue reading

Idul Fitri di Negeri Tirai Bambu

Idul Fitri 1436 H

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera,

Alhamdulillah tahun ini saya dikasih kesempatan untuk merayakan Idul Fitri di Nanchang, kota tempat saya menuntut ilmu. Walaupun bisa dibilang cukup sendu karena jauh dari keluarga dan suasana lebaran ala Indonesia yang meriah, tapi lumayan excited juga karena pertama kali merayakan Idul Fitri dengan suasana berbeda. Nano-nano gitu deh rasanya.

Tanggal 16 Juli saat satu Indonesia sudah satu suara untuk berlebaran hari Jumat, kita di sini masih galau kapan berbuka, menanti pengumuman dari Ahong (sebutan untuk imam masjid di sini). Bahkan masjid agung Nanchang sempat terawihan, sebelum kemudian datang pengumuman bahwa hari Jumat sudah masuk Syawal. Tapi shalat idnya tetap di tanggal 18 Juli karena sudah diagendakan sejak jauh hari, dan sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jiangxi dan polisi setempat untuk pengamanan. Di tempat minoritas muslim gini, pastinya tidak bisa seenak jidat untuk merubah jadwal.

Sabtu, 18 Juli 2015, hari itu masjid agung Nanchang cukup meriah. Didukung dengan cuaca yang adem di musim panas, masyarakat muslim Nanchang tumpah ruah memenuhi masjid dan halamannya. Jalan raya di depan masjid pun sempat ditutup untuk kami, bahkan ada beberapa polisi yang membantu menjaga keamanan shalat Idul Fitri hari itu. Yang bikin lebih menarik lagi, di depan masjid ada semacam bazar dengan bermacam jualan. Ada makanan-makanan yang halal dan menggoda, seperti sate kambing khas Xinjiang, ayam panggang, roti arab, snack, dan lainnya. Ada juga perlengkapan ibadah sejenis kopyah, jilbab, sajadah, kompas, dan lain-lain. Akhirnya pencarian kompas mini saya berakhir bahagia di sini. Shalat id pagi itu dimulai pukul 8.40, sesuai rencana tanpa molor sedikitpun. Agak siang ya kalau dibandingkan sama shalat id di Indonesia, padahal di sini subuh jam 4 pagi. Shalatnya sendiri sih kurang lebih sama lah ya seperti shalat id di Indonesia. Dimulai dengan takbiran, lalu ceramah bahasa Mandarin, lalu shalat dua rakaat dengan bacaan imam yang cukup bagus dan merdu.

Continue reading

Kalau Tidak Bisa Jangan Banyak Komentar

Assalamualaikum dan salam sejahtera,

Kembali lagi dalam episode “Peribahasa Mandarin”. Eh kali ini nggak bisa dibilang peribahasa sih karna ini sebenernya bukan peribahasa, cuma sebuah ungkapan yang baru-baru ini populer di China, bahkan sampai masuk ke urban dictionary lho. Bunyinya begini nih:

你行你上,不行别比比

Nǐ xíng nǐ shàng, bùxíng bié bǐbǐ

Artinya kurang lebih: Kalau kamu bisa, coba lakukan sendiri. Kalau tidak bisa jangan banyak komentar.

Definisi versi Urban Dictionary.

Kedengerannya agak kasar dan sarkas gimanaaa gitu ya. Tapi kalo dipikir-pikir ada makna baiknya, lho. Ungkapan itu mengajak kita untuk tidak sembarangan komentar, apalagi meremehkan orang lain. Contohnya, apa ya, hmm.
Continue reading

Ini Pertanyaan Retoris

Seandainya satu dunia ini dalam damai,
Lalu saudara kita di negara X rusuh dan ditindas.
Diamkan saja lah, toh mayoritas manusia lainnya hidup tenang?

 

Contoh lain yang lebih nyata, kasus tsunami Aceh di tahun 2006 kemarin.
Rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke hidup sejahtera,
Makan enak tidur nyenyak.
Lalu ratusan ribu saudara kita di Aceh kehilangan nyawa, harta benda, keluarga.
Abaikan saja lah, apa kita tidak melihat ratusan juta rakyat Indonesia lainnya hidup damai sejahtera? Continue reading

Menyambut Ramadhan dengan Syukur

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera,

Belakangan ini saya suka mellow kalau ingat akan menghabiskan Ramadhan di China. Gimana caranya puasa di musim panasnya China yang siangnya panjang ini. Panas lah, lama lah, nggak ada keluarga lah, nggak ada bazar sebelum maghrib lah, sahurnya nanti gimana, banyak lah yang diribetin.

Lalu hari ini saya bertukar kabar dengan seorang teman muslim asli China, sesama mahasiswa di kampus yang sama. Tentunya salah satu topik perbincangan kami ya mengenai Ramadhan yang sebentar lagi tiba. Dia bilang Ramadhan nanti mungkin dia cuma bisa sahur biskuit/buah/susu, nggak mungkin masak di asrama. Tahun lalu bangun pagi senyap-senyap pun roommatenya pada terganggu, apalagi mau kelontangan masak di kamar pagi-pagi buta. For your information, satu kamar berukuran minimalis di asrama mahasiswa lokal biasanya berisi 4 orang, tanpa AC, tanpa lift.

Saya langsung merasa jleb banget. Uhuk. Ternyata kekhawatiran saya kemarin itu belum ada apa-apanya dibanding teman saya ini? Continue reading

[Puisi] Berhentilah Menjadi Senja

image

Duduk diam terpaku,
Ku menanti senjaku,
Kamu.

Aku tau,
Keindahanmu semu,
Menyentuhmu aku tak mampu.

Belum lama kita bertemu,
Lalu kau kembali meninggalkanku,
Selalu begitu.

Mereka bilang senja itu indah,
Indah sekejap,
Kemudian berganti menjadi gelap,
Lantas mana indahnya?

Dapatkah kau berhenti menjadi senja?
Jangan menghilang lagi, jangan menyiksa lagi.
Jadilah dirimu sendiri, temani aku di sini.
Sejak terbit fajar pagi, sampai bulan bintang menari.
Hari ini, dan hari-hari setelah ini.

Aku berharap kita adalah kita
Aku dan kau, saling mencinta
Tanpa kenal batas masa
Untuk itu, berhentilah menjadi senja

Note:
Puisi ini iseng iseng dibuat untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba cipta puisi, tapi nggak menang. Hehe. Maklum sih, kualitasnya memang jauh dari kata bagus. Selamat menikmati, terima kritik dan saran 🙂

Menilik Kebijakan Pembatasan Akses Internet di China

Jauh sebelum saya menginjakkan kaki ke China, saya sudah mempunyai kesan awal tentang China yang sangat membekas di hati, bahwa China merupakan negara yang melakukan pengawasan internet yang sangat ketat. Saat itu, berita mengenai pemblokiran media sosial yang mendunia seperti facebook, twitter, blog, termasuk salah satu hal yang merisaukan saya sebelum berangkat ke China. Saya tidak pernah membayangkan hidup tanpa media-media sosial tersebut, bagaimana cara saya untuk mengikuti perkembangan dunia? Bagaimana saya bisa berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman saya di Indonesia? Bukan hanya saya yang memandang negatif terhadap kebijakan internet China, namun banyak juga teman saya baik di Indonesia maupun di luar negeri yang memandang negatif bahkan mengolok terbatasnya kebebasan berinternet di China.

Setelah beberapa tahun hidup dan tinggal di China, perlahan saya mulai mempunyai pandangan dan kesan baru mengenai kebijakan pemblokiran internet yang diterapkan oleh pemerintah China, dan toh saya masih bisa hidup dengan baik walaupun berbagai akses internet diblokir oleh pemerintah China. Ternyata kebijakan China yang dulu saya anggap menyeramkan itu mempunyai banyak sisi positifnya yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Pertama, kebijakan penyaringan internet di China bermanfaat untuk menyaring berita-berita yang membahayakan stabilitas dan keamanan negara. Continue reading

Kabar Gembira Beasiswa ICC dan Ucapan Terima Kasih

Assalamualaikum dan Salam Sejahtera.

Kabar gembira,
Buah manggis kini ada ekstraknya !
*gak deh* *becanda* *masih jaman gak ya becandaan itu? 😛 *

Beasiswa Indonesia-China Centre (ICC) yang sekitar sebulan yang lalu pernah saya post sudah keluar pengumumannya, dan alhamdulillah hasilnya sungguh membahagiakan:

Pengumuman Beasiswa ICC
Pengumuman Beasiswa ICC

Alhamdulillah Juara I, hihi. Setelah sebelumnya melewati beberapa drama sebelum ngumpulin berkas pendaftaran, Continue reading

Jiangxi Normal University Color Run 2015

Assalamualaikum dan salam sejahtera,

cdjxqepumae4yak

Kemarin di Jiangxi Normal University (Jxnu) ada Color Run lho! Kekinian sekali yak, nggak mau kalah sama color run di Indonesia, atau negara-negara lain.

Pendaftaran udah dibuka sejak jauh jauh hari, cukup lewat wechat aja lho daftarnya. Simple, gak neko-neko. Jadwal aslinya sih Color Run ini seharusnya diadakan seminggu sebelumnya, yaitu 18 April 2015. Tapi, karna ramalan cuaca bilang tanggal 18 akan hujan, langsung digeser ke tanggal 26 April. Canggih emang antisipasinya!

Hari H, jam 9.00 pagi daftar ulang dibuka, sekalian ambil t-shirt, nomor lari, dan bubuk warna (terbuat dari tepung jagung yang diwarnain macam macam). Lalu kita dikasih waktu untuk makan, istirahat, dan bahkan tidur siang dulu, sampe jam 2 siang. Acara dibuka jam 2 siang, pidato bla bla bla, lalu kita bareng-bareng tebarin bubuk warnanya, baru deh lari 5 km. Larinya cuma muterin kampus aja sih (yang super luas itu), dan yang lari sih cuma yang di depan-depan. Saya dan temen-temen mah cuma jalan santai aja, bahkan sempat motong jalur biar cepet finish hahaha (jangan ditiru yah, kan tujuan diadakan color run biar sehat, bukan cuma asal eksis aja). Sambil lari ini, ada beberapa titik kita juga akan diwarnain lagi. Banyak juga yang foto-foto sambil tiduran di jalan yang sudah warna-warni di titik-titik itu.

Tag line color run kemarin bunyinya Continue reading