[Puisi] Rindu

rindu tak perlu diobral dilafazkan dengan lantang
jika memang belum tiba masanya,
rindu hanya semacam janji palsu yang tak jelas rimbanya.

rindu hanya akan menjadi rindu yang sia-sia,
selagi kau tak bergerak mengejar mengusahakan.

rindu sangat mungkin akan menjadi sendu,
melihatnya menjauh semakin tak tersentuh.

rindu butuh usaha nyata,
rindu perlu dibuktikan dengan jantan,
sebab yang kau rindu mungkin sedang menunggumu.

beraksilah agar rindu dapat terbayar lunas
agar dia tak sempat menyerah lalu melepas
menghilang dari pelupuk mata
memutus ikatan jiwa
mengalihkan doa-doa
pada lelaki lain yang juga merindu padanya, dengan aksi nyata.

(c) Bina Izzatu Dini

Nanchang, 15 Juli 2015.

entahlah prosa ini apa artinya, akupun juga bingung sendiri~

Continue reading

Advertisements

[Puisi]Misteri Hati

Misteri hati.
Hatimu, hatiku.

Hati hati,
Salah menerka,
Lalu patah hati.
Padahal saling suka.

Hati hati,
Menafsir terlalu dini.
Terlanjur suka hati,
Rupanya hanya ilusi pribadi.

Jadi, jagalah hati.
Biarkan misteri,
Sampai suatu hari nanti,
Terkuak sendiri. Continue reading

[Puisi] Berhentilah Menjadi Senja

image

Duduk diam terpaku,
Ku menanti senjaku,
Kamu.

Aku tau,
Keindahanmu semu,
Menyentuhmu aku tak mampu.

Belum lama kita bertemu,
Lalu kau kembali meninggalkanku,
Selalu begitu.

Mereka bilang senja itu indah,
Indah sekejap,
Kemudian berganti menjadi gelap,
Lantas mana indahnya?

Dapatkah kau berhenti menjadi senja?
Jangan menghilang lagi, jangan menyiksa lagi.
Jadilah dirimu sendiri, temani aku di sini.
Sejak terbit fajar pagi, sampai bulan bintang menari.
Hari ini, dan hari-hari setelah ini.

Aku berharap kita adalah kita
Aku dan kau, saling mencinta
Tanpa kenal batas masa
Untuk itu, berhentilah menjadi senja

Note:
Puisi ini iseng iseng dibuat untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba cipta puisi, tapi nggak menang. Hehe. Maklum sih, kualitasnya memang jauh dari kata bagus. Selamat menikmati, terima kritik dan saran 🙂