Menyambut Ramadhan dengan Syukur

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera,

Belakangan ini saya suka mellow kalau ingat akan menghabiskan Ramadhan di China. Gimana caranya puasa di musim panasnya China yang siangnya panjang ini. Panas lah, lama lah, nggak ada keluarga lah, nggak ada bazar sebelum maghrib lah, sahurnya nanti gimana, banyak lah yang diribetin.

Lalu hari ini saya bertukar kabar dengan seorang teman muslim asli China, sesama mahasiswa di kampus yang sama. Tentunya salah satu topik perbincangan kami ya mengenai Ramadhan yang sebentar lagi tiba. Dia bilang Ramadhan nanti mungkin dia cuma bisa sahur biskuit/buah/susu, nggak mungkin masak di asrama. Tahun lalu bangun pagi senyap-senyap pun roommatenya pada terganggu, apalagi mau kelontangan masak di kamar pagi-pagi buta. For your information, satu kamar berukuran minimalis di asrama mahasiswa lokal biasanya berisi 4 orang, tanpa AC, tanpa lift.

Saya langsung merasa jleb banget. Uhuk. Ternyata kekhawatiran saya kemarin itu belum ada apa-apanya dibanding teman saya ini? Continue reading