Shaokao dan Terong Panggang Lembut

Assalamualaikum wr wb dan salam sejahtera.

Tararaaa! Aku balik lagi. Haha. Hilang sudah ya semua target 2 tulisan per bulan di blog ini. Enyahlah. Nulis tanpa target, dan frekuensinya sesuai kehendak hati aja yes. Harap maklum.

Cerita dulu sedikit sebelum berbagi resep ya. Partner masak barengku di sini kebetulan tidak makan dan tidak suka terong, sedangkan aku pecinta terong, jadi atas nama toleransi, ketika kita masak bareng kita tidak pernah memasukkan terong ke dalam list menu masakan. Hasilnya, aku jadi kangen makan terong.

Sementara itu, di China ini ada satu hal yang khas dari setiap malamnya: Shaokao. Mungkin kalau di-translate, Shaokao ini kurang lebih sama dengan BBQ, Chinese style pastinya. Setiap malam menjelang, di pinggiran jalan, di depan kampus, di pasar, dan dimanapun, akan ada banyak sekali penjual shaokao yang buka dagangan dadakan. Keluar deh semua varian sate-satean, bakar-bakaran, asap mengepul, wangi semerbak. Beuh. Kalau musim dingin, lewat doang aja udah bikin hangat tuh. Selain ada gerobak dan alat panggang, biasanya juga disediakan tenda temporer gitu yang diisi meja dan kursi untuk pembeli yang ingin makan di tempat. Situasinya kayak begini:

shaokao

Shaokao aka Chinese BBQ

Continue reading